Jalan Tol Bogor-Serpong via Parung Perkuat Konektivitas Kawasan Jabodetabek
Sabtu, 04 Oktober 2025 - 16:35 WIB
loading...
Menteri PU Dody Hanggodo dan Direktur Utama Jasa Marga Rivan A Purwantono menghadiri penandatanganan kelanjutan pembangunan Jalan Tol Bogor-Serpong (via Parung) di Jakarta, Jumat (3/10/2025). Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - PT Jasa Marga (Persero) Tbk bersama PT Persada Utama Infra, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, dan PT Hutama Karya Infrastruktur melalui Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Bogor Serpong Infra Selaras (BSIS) resmi menghadirkan Jalan Tol Bogor-Serpong (via Parung). Ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) dengan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Jakarta, Jumat (3/10/2025).
PT BSIS terbentuk sebagai konsorsium dengan kepemilikan saham 52% PT Persada Utama Infra, 26% Jasa Marga, 12% Adhi Karya, dan 10% Hutama Karya Infrastruktur, sebagai wujud kolaborasi BUMN dan swasta dalam menghadirkan infrastruktur strategis untuk konektivitas dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Baca juga: Jalan Tol Kunciran-Serpong Tingkatkan Kualitas dan Estetika
PPJT Jalan Tol Bogor-Serpong ditandatangani oleh Kepala BPJT Kementerian PU Wilan Oktavian dan Direktur Utama PT BSIS Eldy Ellyus. Langkah ini menjadi tonggak penting dalam pembangunan konektivitas baru yang menghubungkan Bogor dan Serpong lewat Parung.
Direktur Utama Jasa Marga Rivan A Purwantono mengatakan, proyek ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menyediakan infrastruktur jalan tol yang berkualitas, aman, dan berkelanjutan.
“Pembangunan Jalan Tol Bogor–Serpong (Via Parung) tidak hanya mempercepat perjalanan antara Bogor dan Serpong, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru, mempermudah distribusi logistik, dan mendorong investasi di wilayah penyangga ibu kota,” ujar Rivan, Sabtu (4/10/2025).
Jasa Marga menegaskan perannya sebagai pengelola jalan tol yang fokus pada penguatan konektivitas, efisiensi transportasi, dan pertumbuhan ekonomi nasional, sekaligus menunjukkan komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan infrastruktur strategis yang berdampak luas.
Menteri PU Dody Hanggodo menuturkan pembangunan Jalan Tol Bogor–Serpong (Via Parung) merupakan bagian penting dari strategi nasional dalam memperkuat konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Kehadiran jalan tol ini akan memperlancar mobilitas masyarakat, meningkatkan efisiensi distribusi barang, serta membuka peluang investasi baru yang berdampak luas bagi kawasan Jabodetabek maupun perekonomian nasional.
“Ruas Tol Bogor–Serpong via Parung ini bukan sekadar infrastruktur transportasi, melainkan dinamo pertumbuhan wilayah. Kehadirannya akan membuka lapangan kerja baru, memperkuat kelas menengah, dan menurunkan angka kemiskinan. Lebih dari itu, konektivitas yang tercipta akan mempercepat distribusi logistik, menurunkan biaya investasi, membuka lapangan pekerjaan dan memperkuat daya saing Indonesia di mata global,” ungkap Dody.
Jalan tol ini akan menjadi bagian integral dari jaringan Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road III (JORR 3) yang berfungsi sebagai penghubung utama dengan jalan tol strategis lain seperti Serbaraja, BORR, Depok-Antasari (Desari), dan Sentul Selatan–Karawang Barat.
PT BSIS terbentuk sebagai konsorsium dengan kepemilikan saham 52% PT Persada Utama Infra, 26% Jasa Marga, 12% Adhi Karya, dan 10% Hutama Karya Infrastruktur, sebagai wujud kolaborasi BUMN dan swasta dalam menghadirkan infrastruktur strategis untuk konektivitas dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Baca juga: Jalan Tol Kunciran-Serpong Tingkatkan Kualitas dan Estetika
PPJT Jalan Tol Bogor-Serpong ditandatangani oleh Kepala BPJT Kementerian PU Wilan Oktavian dan Direktur Utama PT BSIS Eldy Ellyus. Langkah ini menjadi tonggak penting dalam pembangunan konektivitas baru yang menghubungkan Bogor dan Serpong lewat Parung.
Direktur Utama Jasa Marga Rivan A Purwantono mengatakan, proyek ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menyediakan infrastruktur jalan tol yang berkualitas, aman, dan berkelanjutan.
“Pembangunan Jalan Tol Bogor–Serpong (Via Parung) tidak hanya mempercepat perjalanan antara Bogor dan Serpong, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru, mempermudah distribusi logistik, dan mendorong investasi di wilayah penyangga ibu kota,” ujar Rivan, Sabtu (4/10/2025).
Jasa Marga menegaskan perannya sebagai pengelola jalan tol yang fokus pada penguatan konektivitas, efisiensi transportasi, dan pertumbuhan ekonomi nasional, sekaligus menunjukkan komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan infrastruktur strategis yang berdampak luas.
Menteri PU Dody Hanggodo menuturkan pembangunan Jalan Tol Bogor–Serpong (Via Parung) merupakan bagian penting dari strategi nasional dalam memperkuat konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Kehadiran jalan tol ini akan memperlancar mobilitas masyarakat, meningkatkan efisiensi distribusi barang, serta membuka peluang investasi baru yang berdampak luas bagi kawasan Jabodetabek maupun perekonomian nasional.
“Ruas Tol Bogor–Serpong via Parung ini bukan sekadar infrastruktur transportasi, melainkan dinamo pertumbuhan wilayah. Kehadirannya akan membuka lapangan kerja baru, memperkuat kelas menengah, dan menurunkan angka kemiskinan. Lebih dari itu, konektivitas yang tercipta akan mempercepat distribusi logistik, menurunkan biaya investasi, membuka lapangan pekerjaan dan memperkuat daya saing Indonesia di mata global,” ungkap Dody.
Jalan tol ini akan menjadi bagian integral dari jaringan Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road III (JORR 3) yang berfungsi sebagai penghubung utama dengan jalan tol strategis lain seperti Serbaraja, BORR, Depok-Antasari (Desari), dan Sentul Selatan–Karawang Barat.
(jon)
Lihat Juga :