Belum Ada Penemuan Jenazah Pagi Ini, Tim Fokus Pembersihan Reruntuhan Ponpes Al Khoziny
Sabtu, 04 Oktober 2025 - 09:19 WIB
loading...
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto memberikan keterangan pers soal penanganan ambruknya gedung Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo, Jatim. Foto/BNPB
A
A
A
SIDOARJO - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) Letjen TNI Suharyanto menyampaikan bahwa hingga tadi malam telah ditemukan sembilan jenazah korban insiden ambruknya gedung Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Meski tidak ada penemuan jenazah baru sejak malam hingga pagi ini, tim gabungan tetap bekerja intensif di lapangan.
"Jadi ada sembilan per hari ini jenazah yang ditemukan ya sampai dengan tadi malam," ujar Suharyanto saat konferensi pers, Sabtu (4/10/2025).
Suharyanto menjelaskan, sejak tadi malam hingga pagi, fokus utama tim penyelamat beralih ke proses pembersihan lokasi. Sejumlah alat berat telah dikerahkan untuk mengangkat material besar seperti reruntuhan beton dan puing bangunan yang menghambat proses evakuasi.
Baca Juga: Update Korban Ambruknya Musala Ponpes Al Khoziny: 14 Meninggal Dunia, 49 Belum Ditemukan
"Memang tadi malam sampai tadi pagi ini tidak ada penemuan jenazah bukan berarti tim tidak bekerja. Diputuskan mulai semalam sampai pagi ini fokus kepada pembersihan lokasi dan alat-alat berat masuk semua, kemudian material yang besar-besar seperti reruntuhan beton dan lain-lainnya berusaha dikeluarkan," jelasnya.
Suharyanto mengatakan bahwa Basarnas dan tim gabungan juga telah mengidentifikasi sejumlah titik yang diduga kuat masih terdapat korban. Oleh karena itu, proses pembersihan dilakukan dengan sangat hati-hati agar tidak mengganggu titik-titik tersebut.
"Nah ini jangan sampai itu terkena pada saat pembersihan. Dan kita yakin, yang ada di ruangan ini kita yakin bahwa hari ini pasti ada tambahan daripada korban-korban yang menyusul karena sudah diidentifikasi titik-titiknya tinggal diambil saja," kata Suharyanto.
Dengan pembersihan material yang optimal, proses evakuasi diharapkan dapat berjalan lebih lancar dan cepat. "Memang dari mulai tadi malam sampai sekarang ini kita fokus untuk pembersihan material sehingga pada saat mengambil jasad itu tidak mengalami kesulitan," pungkasnya.
Sebelumnya, dari data BNPB per Jumat (3/10/2025) pukul 23.05 WIB, korban tercatat sebanyak 167 orang. Dari jumlah tersebut, 118 orang telah ditemukan dengan rincian sebanyak 103 orang dalam kondisi selamat, 14 orang meninggal dunia, dan satu orang kembali ke rumah tanpa memerlukan penanganan medis lanjutan.
Dari korban selamat, sebanyak 14 orang masih menjalani perawatan di rumah sakit, 89 orang telah diperbolehkan pulang dan satu orang dirujuk ke rumah sakit di Mojokerto. Sementara itu, sebanyak 49 orang lainnya (berdasarkan daftar absensi yang dirilis pihak pondok pesantren) masih dalam pencarian oleh Tim SAR gabungan.
"Jadi ada sembilan per hari ini jenazah yang ditemukan ya sampai dengan tadi malam," ujar Suharyanto saat konferensi pers, Sabtu (4/10/2025).
Suharyanto menjelaskan, sejak tadi malam hingga pagi, fokus utama tim penyelamat beralih ke proses pembersihan lokasi. Sejumlah alat berat telah dikerahkan untuk mengangkat material besar seperti reruntuhan beton dan puing bangunan yang menghambat proses evakuasi.
Baca Juga: Update Korban Ambruknya Musala Ponpes Al Khoziny: 14 Meninggal Dunia, 49 Belum Ditemukan
"Memang tadi malam sampai tadi pagi ini tidak ada penemuan jenazah bukan berarti tim tidak bekerja. Diputuskan mulai semalam sampai pagi ini fokus kepada pembersihan lokasi dan alat-alat berat masuk semua, kemudian material yang besar-besar seperti reruntuhan beton dan lain-lainnya berusaha dikeluarkan," jelasnya.
Suharyanto mengatakan bahwa Basarnas dan tim gabungan juga telah mengidentifikasi sejumlah titik yang diduga kuat masih terdapat korban. Oleh karena itu, proses pembersihan dilakukan dengan sangat hati-hati agar tidak mengganggu titik-titik tersebut.
"Nah ini jangan sampai itu terkena pada saat pembersihan. Dan kita yakin, yang ada di ruangan ini kita yakin bahwa hari ini pasti ada tambahan daripada korban-korban yang menyusul karena sudah diidentifikasi titik-titiknya tinggal diambil saja," kata Suharyanto.
Dengan pembersihan material yang optimal, proses evakuasi diharapkan dapat berjalan lebih lancar dan cepat. "Memang dari mulai tadi malam sampai sekarang ini kita fokus untuk pembersihan material sehingga pada saat mengambil jasad itu tidak mengalami kesulitan," pungkasnya.
Sebelumnya, dari data BNPB per Jumat (3/10/2025) pukul 23.05 WIB, korban tercatat sebanyak 167 orang. Dari jumlah tersebut, 118 orang telah ditemukan dengan rincian sebanyak 103 orang dalam kondisi selamat, 14 orang meninggal dunia, dan satu orang kembali ke rumah tanpa memerlukan penanganan medis lanjutan.
Dari korban selamat, sebanyak 14 orang masih menjalani perawatan di rumah sakit, 89 orang telah diperbolehkan pulang dan satu orang dirujuk ke rumah sakit di Mojokerto. Sementara itu, sebanyak 49 orang lainnya (berdasarkan daftar absensi yang dirilis pihak pondok pesantren) masih dalam pencarian oleh Tim SAR gabungan.
(zik)
Lihat Juga :