Pembangunan Trotoar Ciater Raya di Serpong Berpotensi Turunkan Omzet Pedagang
Kamis, 02 Oktober 2025 - 15:42 WIB
loading...
Pergerakan Mahasiswa Hukum Tangerang Selatan (Permahuta) menyebut pengerjaan trotoar di Jalan Ciater Raya, Serpong membuat omzet pelaku usaha di pinggir jalan menurun. Foto/Ist
A
A
A
TANGERANG SELATAN - Pembangunan trotoar di Jalan Ciater Raya, Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memicu polemik di masyarakat. Proyek senilai Rp7 miliar itu dianggap dipaksakan lantaran kondisi trotoar yang lama masih cukup baik.
Koordinator Aksi dari Pergerakan Mahasiswa Hukum Tangerang Selatan (Permahuta) Rizky menyebut pengerjaan itu membuat pelaku usaha di pinggir jalan omzetnya menurun.
Baca juga: Banjir di Tangsel, BPBD Evakuasi Warga Kampung Bulak Pondok Aren
"Omzet pedagang turun sekitar 30–40 persen karena proyek ini. Tidak ada sosialisasi sebelumnya, jadi warga sekitar yang akhirnya dirugikan,” ungkapnya, Kamis (2/10/2025).
Rizky mempertanyakan urgensi revitalisasi trotoar Ciater Raya. Apalagi anggaran yang sebesar itu hanya digunakan untuk memperindah trotoar yang pada ujungnya dijadikan tempat parkir liar.
"Trotoar itu sebelumnya sudah ada, hanya direvitalisasi. Menghabiskan biaya sebesar Rp7 miliar kami rasa tidak tepat apalagi dengan kondisi efisiensi saat ini,” ungkap dia.
Baca juga: Warga Pandeglang Ngamuk, Tolak Sampah dari Tangsel Dibuang ke TPA Bangkonol
Rizky bersama para mahasiswa meminta transparansi rincian anggaran proyek, audit independen atas penggunaan dana proyek, serta kompensasi ekonomi bagi pedagang dan warga terdampak.
"Pembangunan trotoar itu dilakukan Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) Kota Tangsel melalui anggaran 2025. Revitalisasi saat ini merupakan lanjutan atas pengerjaan pada 2023 - 2024 di segmen berbeda," katanya.
Kepala Bidang (Kabid) Drainase dan Pendestrian DSDABMBK Tangsel Saflinawati menjelaskan, trotoar tersebut merupakan bentuk lama saat dibangun pada 2016-2017. Pada 2023, revitalisasi diawali dengan pembangunan trotoar di Jalan Ciater Raya pada sebagian jalur dari arah Serpong menuju Ciputat. Lalu pada 2024, revitalisasi dilanjutkan pada sebagian trotoar di Jalan Ciater Raya yang mengarah dari Ciputat-Serpong.
"Jadi sebelumnya 2024 dilakukan juga revitalisasi pada segmen di arah Ciputat ke Serpong. Di 2023 revitalisasi pada segmen simpang Ciater Raya dari urban heights arah Ciputat," katanya.
Menurut dia, nantinya desain jalur pedestrian tetap mengutamakan kenyamanan pejalan kaki, menyediakan akses untuk penyandang disabilitas, jalur hijau, serta peningkatan estetika.
"Kami juga menyiapkan bangku dan lampu penerangan agar lebih nyaman. Pembangunan ini menargetkan panjang sekitar kurang lebih 2,1 kilometer dengan lebar bervariasi antara 3 meter hingga 4 meter," ucapnya.
Koordinator Aksi dari Pergerakan Mahasiswa Hukum Tangerang Selatan (Permahuta) Rizky menyebut pengerjaan itu membuat pelaku usaha di pinggir jalan omzetnya menurun.
Baca juga: Banjir di Tangsel, BPBD Evakuasi Warga Kampung Bulak Pondok Aren
"Omzet pedagang turun sekitar 30–40 persen karena proyek ini. Tidak ada sosialisasi sebelumnya, jadi warga sekitar yang akhirnya dirugikan,” ungkapnya, Kamis (2/10/2025).
Rizky mempertanyakan urgensi revitalisasi trotoar Ciater Raya. Apalagi anggaran yang sebesar itu hanya digunakan untuk memperindah trotoar yang pada ujungnya dijadikan tempat parkir liar.
"Trotoar itu sebelumnya sudah ada, hanya direvitalisasi. Menghabiskan biaya sebesar Rp7 miliar kami rasa tidak tepat apalagi dengan kondisi efisiensi saat ini,” ungkap dia.
Baca juga: Warga Pandeglang Ngamuk, Tolak Sampah dari Tangsel Dibuang ke TPA Bangkonol
Rizky bersama para mahasiswa meminta transparansi rincian anggaran proyek, audit independen atas penggunaan dana proyek, serta kompensasi ekonomi bagi pedagang dan warga terdampak.
"Pembangunan trotoar itu dilakukan Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) Kota Tangsel melalui anggaran 2025. Revitalisasi saat ini merupakan lanjutan atas pengerjaan pada 2023 - 2024 di segmen berbeda," katanya.
Kepala Bidang (Kabid) Drainase dan Pendestrian DSDABMBK Tangsel Saflinawati menjelaskan, trotoar tersebut merupakan bentuk lama saat dibangun pada 2016-2017. Pada 2023, revitalisasi diawali dengan pembangunan trotoar di Jalan Ciater Raya pada sebagian jalur dari arah Serpong menuju Ciputat. Lalu pada 2024, revitalisasi dilanjutkan pada sebagian trotoar di Jalan Ciater Raya yang mengarah dari Ciputat-Serpong.
"Jadi sebelumnya 2024 dilakukan juga revitalisasi pada segmen di arah Ciputat ke Serpong. Di 2023 revitalisasi pada segmen simpang Ciater Raya dari urban heights arah Ciputat," katanya.
Menurut dia, nantinya desain jalur pedestrian tetap mengutamakan kenyamanan pejalan kaki, menyediakan akses untuk penyandang disabilitas, jalur hijau, serta peningkatan estetika.
"Kami juga menyiapkan bangku dan lampu penerangan agar lebih nyaman. Pembangunan ini menargetkan panjang sekitar kurang lebih 2,1 kilometer dengan lebar bervariasi antara 3 meter hingga 4 meter," ucapnya.
(shf)
Lihat Juga :