117 Kali Gempa Susulan Guncang Sumenep, Warga Diminta Waspada
Rabu, 01 Oktober 2025 - 16:39 WIB
loading...
Gempa bumi. Ilustrasi/Dok SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Sebanyak 117 kali gempa susulan mengguncang Sumenep , Jawa Timur, hingga Rabu (1/10/2025) pukul 12.00 WIB. Sebelumnya, Sumenep diguncang gempa dengan kekuatan awal dilaporkan M6,5, kemudian di-update menjadi M6,0 pada Selasa (30/9/2025) malam.
Direktur Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daryono melaporkan, kekuatan gempa susulan tersebut bervariasi. Magnitudo terbesar M4,4, terkecil M1,9.
"Rentetan gempa susulan ini merupakan respons alamiah dari gempa utama yang terjadi akibat aktivitas sesar aktif di laut selatan Madura," ujar Daryono dalam keterangannya.
Baca Juga: 13 Fakta Gempa Merusak di Sumenep, Dipicu Aktivitas Sesar Aktif Dasar Laut
Daryono menegaskan, meski sebagian besar gempa susulan berkekuatan kecil, potensi bahayanya tetap tinggi bagi bangunan yang sudah rusak akibat gempa utama. Karena itu, warga diimbau waspada dan menjauhi rumah yang mengalami keretakan parah.
"Warga diingatkan untuk waspada terhadap bangunan yang sudah mengalami retakan. Jangan berada di dalam rumah yang kondisinya sudah tidak layak," kata Daryono.
Daryono juga mengungkapkan bahwa Sumenep memiliki banyak catatan sejarah gempa merusak sejak tahun 1863. Bahkan, Sumenep memiliki 3 catatan sejarah tsunami yakni Tsunami Pulau Genteng Madura pada 7 Februari 1843, Tsunami Sumenep Madura 23 November 1889, dan Tsunami Madura pada 29 Desember 1820.
"Wilayah Sumenep secara tektonik merupakan kawasan paling rawan gempa dan tsunami di Madura," ujarnya.
Direktur Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daryono melaporkan, kekuatan gempa susulan tersebut bervariasi. Magnitudo terbesar M4,4, terkecil M1,9.
"Rentetan gempa susulan ini merupakan respons alamiah dari gempa utama yang terjadi akibat aktivitas sesar aktif di laut selatan Madura," ujar Daryono dalam keterangannya.
Baca Juga: 13 Fakta Gempa Merusak di Sumenep, Dipicu Aktivitas Sesar Aktif Dasar Laut
Daryono menegaskan, meski sebagian besar gempa susulan berkekuatan kecil, potensi bahayanya tetap tinggi bagi bangunan yang sudah rusak akibat gempa utama. Karena itu, warga diimbau waspada dan menjauhi rumah yang mengalami keretakan parah.
"Warga diingatkan untuk waspada terhadap bangunan yang sudah mengalami retakan. Jangan berada di dalam rumah yang kondisinya sudah tidak layak," kata Daryono.
Daryono juga mengungkapkan bahwa Sumenep memiliki banyak catatan sejarah gempa merusak sejak tahun 1863. Bahkan, Sumenep memiliki 3 catatan sejarah tsunami yakni Tsunami Pulau Genteng Madura pada 7 Februari 1843, Tsunami Sumenep Madura 23 November 1889, dan Tsunami Madura pada 29 Desember 1820.
"Wilayah Sumenep secara tektonik merupakan kawasan paling rawan gempa dan tsunami di Madura," ujarnya.
(zik)
Lihat Juga :