Prabowo Berbelasungkawa atas Insiden Ambruknya Bangunan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo

Rabu, 01 Oktober 2025 - 16:11 WIB
loading...
Prabowo Berbelasungkawa...
Tim SAR gabungan melakukan operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban reruntuhan salah satu bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (30/9/2025). Foto/Istimewa
A A A
SIDOARJO - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan belasungkawa atas insiden robohnya bangunan di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Pesan belasungkawa dan doa bagi keluarga korban ini dititipkan melalui Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) Letjen TNI Suharyanto yang meninjau langsung lokasi.

"Kehadiran kami ke sini merupakan perintah langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto yang sekaligus menitipkan belasungkawa khususnya bagi keluarga korban, semoga tegar dan diberikan kesabaran," ungkap Suharyanto dalam keterangannya, Rabu (1/10/2025).

Setibanya di lokasi, Suharyanto langsung menuju ke tempat kejadian perkara (TKP) bersama Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI M. Syafii dan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono, yang kemudian disusul Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, untuk melihat kondisi robohnya gedung empat lantai yang diduga disebabkan karena kegagalan konstruksi.

Baca Juga: Kesaksian Santri Ponpes Al-Khoziny ketika Bangunan Musala Ambruk

Dalam peninjauan itu, Suharyanto dan rombongan melihat bagaimana tim pencarian dan pertolongan (search and rescue - SAR) gabungan yang tengah berupaya melanjutkan operasi SAR terhadap 91 santri yang diduga masih tertimbun reruntuhan bangunan, berdasarkan daftar absensi.

Dari hasil keterangan yang didapat, upaya SAR menemui tantangan yakni struktur gedung yang dinilai oleh tim ahli belum memungkinkan jika bongkar menggunakan alat berat, sebab diduga ada sebanyak enam santri yang masih hidup.

Strategi SAR kemudian difokuskan untuk menggali jalur secara manual menggunakan peralatan yang paling memungkinkan untuk mencapai korban yang masih diperkirakan selamat untuk memberikan suplai permakanan sampai akhirnya dapat dievakuasi dalam kondisi selamat sesuai harapan.

Upaya penyelamatan korban yang masih hidup ini menjadi prioritas utama. Setelah itu, evakuasi jenazah korban akan dilaksanakan. Dalam rangkaian operasi ini, Basarnas akan menjadi koordinator utama.

"Evakuasi korban yang sudah dinyatakan tidak bernyawa itu nanti setelah kita yakin bahwa yang masih hidup itu bisa diselamatkan," jelas Suharyanto.



Seusai meninjau lokasi kejadian, Kepala BNPB bersama Kepala Basarnas berdialog dengan keluarga korban terdampak di aula gedung kampus yang tak jauh dari lokasi kejadian. Dalam forum sederhana itu, Suharyanto mendengar segala aspirasi maupun harapan besar dari mereka.

BNPB dan Basarnas sebagai kepanjangan dari Pemerintah Pusat berkomitmen untuk terus memaksimalkan pencarian dan pertolongan terhadap korban yang masih diduga bertahan dalam kondisi masih hidup di bawah reruntuhan, dengan dukungan dari segenap unsur terkait mulai dari perangkat Basarnas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pemadam Kebakaran (Damkar), Dinas Sosial - Tagana, Dinas PU - SDA, PMI, TNI, Baznas, Polri, dan relawan SAR lainnya.

"Kami mohon dukungan doa dari Bapak Ibu sekalian, semoga apa saja yang menjadi harapan kita semua dapat segera terwujud," pungkasnya.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kukuhkan Kepengurusan...
Kukuhkan Kepengurusan Nasional, GPIM Komitmen Sukseskan Program Prabowo
Istana Bicara soal Kembalikan...
Istana Bicara soal Kembalikan Kepercayaan Publik
3 Mantan Kapolda Jabar...
3 Mantan Kapolda Jabar yang Duduk di Kabinet Prabowo, 1 di Antaranya Wakapolri
Selain Resmikan RSUD,...
Selain Resmikan RSUD, Prabowo Diagendakan Menghadiri Munas Hipmi di Lampung
Momen Siswa SRMP 17...
Momen Siswa SRMP 17 Tabanan Curhat ke Prabowo
Prabowo Tinjau SRMP...
Prabowo Tinjau SRMP 17 Tabanan, Disambut Yel-yel hingga Tari Kecak dari Siswa
Kejaksaan Kabulkan Penangguhan...
Kejaksaan Kabulkan Penangguhan Penahanan, Dokter Tifa: Kebenaran Tak Padam di Negara Kita
Prabowo Bertemu Profesor...
Prabowo Bertemu Profesor Imperial College London di Istana, Bahas Apa?
5.000 Jembatan Gantung...
5.000 Jembatan Gantung Dibangun, Prabowo Ingin Percepat Konektivitas Pelosok
Rekomendasi
Siomay hingga Bakso...
Siomay hingga Bakso Ternyata Tinggi Garam, Menkes Ingatkan Risiko Hipertensi
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
Doa Anak Yatim Diyakini...
Doa Anak Yatim Diyakini Mustajab, Benarkah?
Berita Terkini
7 Tahun Warga Mengungsi,...
7 Tahun Warga Mengungsi, Leri Gwijangge Desak Pemerintah Akhiri Krisis Kemanusiaan di Nduga
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bersama Ewindo Perkuat Pengembangan Pertanian Perkotaan
Tak Punya Izin, DPRD...
Tak Punya Izin, DPRD Kota Bogor Desak Pembangunan Hotel Prima Katulampa Dihentikan
Diresmikan Pramono dan...
Diresmikan Pramono dan Dudy, Stasiun JIS Resmi Beroperasi
Sahroni Desak Polisi...
Sahroni Desak Polisi Tangkap Pelaku Penyekapan dan Penyiksaan Wanita di Bandung: Hukum Berat!
Wisata Berbasis Budaya,...
Wisata Berbasis Budaya, Tabanan Gelar Parade Gebogan dan Baleganjur
Infografis
7 Kolonel TNI AL Pecah...
7 Kolonel TNI AL Pecah Bintang, Ada Dankopaska Koarmada RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved