13 Fakta Gempa Merusak di Sumenep, Dipicu Aktivitas Sesar Aktif Dasar Laut

Rabu, 01 Oktober 2025 - 15:58 WIB
loading...
13 Fakta Gempa Merusak...
Gempa bumi. Ilustrasi/Dok SindoNews
A A A
JAKARTA - Direktur Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daryono mengungkapkan sebanyak 13 fakta gempa merusak yang mengguncang Sumenep , Jawa Timur. Gempa tersebut terjadi pada Selasa (30/9/2025) pukul 23.49 WIB.

Berikut 13 fakta gempa merusak di Sumenep, Jatim:

1. Magnitudo gempa utama (mainshock) M6,0 dengan kedalaman hiposenter dangkal 12 km, terjadi pada hari Selasa 30 September 2025 pukul 23:49:44 WIB.

2. Episenter terletak pada koordinat 7,35° LS ; 114,22° BT, di laut, 58 Km arah Tenggara Sumenep.

Baca Juga: Gempa Tektonik M6,5 Guncang Sumenep dan Pulau Sapudi

3. Merupakan jenis gempa tektonik kerak dangkal (shallow crustal earthquake) yang dipicu aktivitas sesar aktif di dasar laut.

4. Sumber gempa tampaknya berasosiasi dengan perpanjangan sesar offshore Zona Kendeng (Madura Strait Back Arc Thrust).

5. Mekanisme sumber gempa menunjukkan bahwa gempa ini memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).
13 Fakta Gempa Merusak di Sumenep, Dipicu Aktivitas Sesar Aktif Dasar Laut


6. Dampak gempa: Di Pulau Sapudi dalam skala intensitas V-VI MMI (merusak bangunan rumah). Di Sumenep, Pamekasan, Surabaya intensitas III-IV MMI. Di Tuban, Denpasar, Gianyar intensitas III MMI. Di Tabanan, Buleleng, Kuta, Banyuwangi intensitas II-III MMI. Di Lombok Utara, Mataram, Lombok Tengah, Malang, Blitar intensitas II MMI.

7. Memicu kerusakan bangunan rumah di Pulau Sapudi. Laporan sementara 22 bangunan rusak ringan, sedang dan berat.

8. Kerusakan bangunan disebabkan karena hiposenter gempa yang dangkal, kondisi tanah lunak dan struktur bangunan lemah, tidak standar tahan gempa.

9. Gempa susulan (aftershocks) hingga Rabu (1/10) pukul 12.00 WIB tercatat sebanyak 117 kali. Magnitudo gempa susulan terbesar: M 4,4 dan terkecil: M 1,9.

10. Sumenep dilintasi jalur sumber gempa sesar aktif dengan tingkat aktivitas kegempaan yang cukup tinggi, dan memiliki catatan sejarah gempa merusak dan tsunami beberapa kali.



11. Sumenep memiliki banyak catatan sejarah gempa merusak. Pertama, Gempa Sumenep 1863. Kedua, Gempa Sumenep-Sapudi 1891. Ketiga, Gempa Sumenep 1904. Keempat, Gempa Sumenep M4,9 pada 13 Juni 2018 merusak beberapa rumah. Kelima, Gempa Sumenep - Sapudi M6,4 pada 11 Oktober 2018; 3 orang meninggal, 34 orang luka-luka dan 210 rumah rusak. Keenam, Gempa Sumenep M5,0 pada 2 Maret 2019 menimbulkan 6 rumah rusak, 1 orang luka-luka. Ketujuh, Gempa Sumenep M4,9 pada 2 April 2019 menyebabkan 26 rumah rusak di Pulau Raas.

12. Sumenep memiliki 3 catatan sejarah tsunami. Pertama, Tsunami Pulau Genteng Madura 7 Februari 1843. Kedua, Tsunami Sumenep Madura 23 November 1889. Ketiga, Tsunami Madura 29 Desember 1820.

13. Wilayah Sumenep secara tektonik merupakan kawasan paling rawan gempa dan tsunami di Madura.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BMKG Ingatkan Dampak...
BMKG Ingatkan Dampak El Nino, Ancaman Karhutla dan Kekeringan Mengintai
BMKG Peringatkan Siklon...
BMKG Peringatkan Siklon Tropis Mekkhala Menguat, Wilayah Ini Berpotensi Diterjang Gelombang Tinggi
Gempa Magnitudo 4,1...
Gempa Magnitudo 4,1 Kembali Guncang Sigi, BMKG Catat 1.163 Gempa Susulan Pascagempa M6,7
BMKG Deteksi Siklon...
BMKG Deteksi Siklon Tropis Mekkhala, Ingatkan Potensi Hujan Lebat
Korban Tewas Gempa Magnitudo...
Korban Tewas Gempa Magnitudo 6,7 di Sulteng Bertambah Jadi 3 Orang
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
Gempa M 6.7 Guncang...
Gempa M 6.7 Guncang Palu: Update Kondisi Terkini & Peringatan BMKG
Gempa Guncang Filipina,...
Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
Gempa Magnitudo 8,1...
Gempa Magnitudo 8,1 Guncang Filipina, Peringatan Tsunami Dikeluarkan, Warga Kocar-kacir Selamatkan Diri
Rekomendasi
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Tilep Rp2 Miliar, Mantan...
Tilep Rp2 Miliar, Mantan Ketua PN Kudus Dipecat
Kepala BSKDN Kemendagri:...
Kepala BSKDN Kemendagri: Inovasi Kunci Pembangunan Daerah
Berita Terkini
Mantan Kapolres Bima...
Mantan Kapolres Bima Terima Dana dari Bandar Narkoba, Pengacara: Tuduhan Mengada-ada
DPC Rampung di 9 Kecamatan,...
DPC Rampung di 9 Kecamatan, Partai Perindo Tubaba Tancap Gas Bentuk DPRt
Digugat Roy Suryo soal...
Digugat Roy Suryo soal Penggeledahan, Polda Metro Jaya Siap Hadir
BNPP Perkuat Pengawasan...
BNPP Perkuat Pengawasan Perbatasan RI-Timor Leste via Survei Pengendalian Jalur Tak Resmi di Belu
Taufik Hidayat Pelaku...
Taufik Hidayat Pelaku Penganiayaan Pacar Ditahan di Sel Khusus
Prakiraan Cuaca Jakarta...
Prakiraan Cuaca Jakarta Rabu 24 Juni 2026: Berawan Sejak Pagi, Berpotensi Hujan Ringan Sore Hari
Infografis
13 Orang Meninggal Akibat...
13 Orang Meninggal Akibat Insiden Pemusnahan Amunisi di Garut
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved