Buka Lapangan Kerja, Emak-emak Ikut Pelatihan Usaha Mandiri ala Sandiaga Uno
Selasa, 30 September 2025 - 09:59 WIB
loading...
YIS kembali menggelar pelatihan bertema Ide Kreatif Usaha Rumahan, Berkah Melimpah di kantor Kadin DKI Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (26/9/2025). Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Mendorong kemandirian ekonomi perempuan, Yayasan Indonesia Setara (YIS) kembali menggelar pelatihan bertema 'Ide Kreatif Usaha Rumahan, Berkah Melimpah' berupa kelas membuat klapertart. Kegiatan ini berlangsung di kantor Kadin DKI Jakarta, Kompleks Perkantoran Majapahit Permai, Jalan Majapahit, Petojo Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (26/9/2025).
Pelatihan yang terlaksana atas kerja sama YIS, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta, serta Gerakan Masyarakat Wirausaha (Gemawira) ini menyasar kaum ibu yang ingin memulai usaha rumahan berbasis kuliner.
Baca juga: Sandiaga Uno Dorong Anak Muda Ciptakan Lapangan Kerja
Pendiri YIS Sandiaga Uno mengatakan, pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen YIS dalam memberdayakan masyarakat, khususnya perempuan. Tujuannya agar semakin banyak perempuan yang mampu menciptakan peluang usaha dari rumah dan membuka lapangan kerja dari usaha rumahan.
“Kami memiliki visi ingin memajukan masyarakat, terutama perempuan agar memiliki kesempatan yang setara dalam berkarya dan mandiri secara ekonomi. Kami ingin mereka yang sudah sukses bisa menyalurkan keterampilannya kepada yang lain,” ujar Sandiaga, Selasa (30/9/2025).
Pelatihan baking seperti ini tidak hanya menekankan pada keterampilan produksi, tetapi juga menyasar aspek lain seperti branding, pemasaran, dan legalitas usaha. “YIS akan mendampingi seluruh tahapan sampai benar-benar menguasai. Ibu-ibu harus mandiri agar tetap selalu menghasilkan cuan,” katanya.
Selain keterampilan teknis, pelatihan ini juga bertujuan menumbuhkan motivasi dan kepercayaan diri para peserta untuk menjadi pelaku usaha mandiri. Kegiatan ini juga diharapkan dapat membangun pola pikir kewirausahaan sejak dini.
Ketua Kadin DKI Jakarta Diana Dewi mengatakan, kreativitas merupakan elemen penting dalam mempertahankan dan mengembangkan usaha. Tanpa kreativitas, sebuah bisnis akan sulit bertahan dalam jangka panjang.
“Diperkirakan hingga 2025, jumlah pelaku usaha kreatif mencapai sekitar 9 persen dari total populasi Indonesia. Kontribusi bruto sektor ini juga meningkat dua kali lipat hingga mencapai Rp1.500 triliun,” ucapnya.
Pelatihan dan workshop seperti ini menjadi salah satu bentuk dukungan konkret terhadap ekosistem ekonomi kreatif. Kadin juga mulai mengeksplorasi berbagai aspek teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung pertumbuhan kewirausahaan.
Pelatihan yang terlaksana atas kerja sama YIS, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta, serta Gerakan Masyarakat Wirausaha (Gemawira) ini menyasar kaum ibu yang ingin memulai usaha rumahan berbasis kuliner.
Baca juga: Sandiaga Uno Dorong Anak Muda Ciptakan Lapangan Kerja
Pendiri YIS Sandiaga Uno mengatakan, pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen YIS dalam memberdayakan masyarakat, khususnya perempuan. Tujuannya agar semakin banyak perempuan yang mampu menciptakan peluang usaha dari rumah dan membuka lapangan kerja dari usaha rumahan.
“Kami memiliki visi ingin memajukan masyarakat, terutama perempuan agar memiliki kesempatan yang setara dalam berkarya dan mandiri secara ekonomi. Kami ingin mereka yang sudah sukses bisa menyalurkan keterampilannya kepada yang lain,” ujar Sandiaga, Selasa (30/9/2025).
Pelatihan baking seperti ini tidak hanya menekankan pada keterampilan produksi, tetapi juga menyasar aspek lain seperti branding, pemasaran, dan legalitas usaha. “YIS akan mendampingi seluruh tahapan sampai benar-benar menguasai. Ibu-ibu harus mandiri agar tetap selalu menghasilkan cuan,” katanya.
Selain keterampilan teknis, pelatihan ini juga bertujuan menumbuhkan motivasi dan kepercayaan diri para peserta untuk menjadi pelaku usaha mandiri. Kegiatan ini juga diharapkan dapat membangun pola pikir kewirausahaan sejak dini.
Ketua Kadin DKI Jakarta Diana Dewi mengatakan, kreativitas merupakan elemen penting dalam mempertahankan dan mengembangkan usaha. Tanpa kreativitas, sebuah bisnis akan sulit bertahan dalam jangka panjang.
“Diperkirakan hingga 2025, jumlah pelaku usaha kreatif mencapai sekitar 9 persen dari total populasi Indonesia. Kontribusi bruto sektor ini juga meningkat dua kali lipat hingga mencapai Rp1.500 triliun,” ucapnya.
Pelatihan dan workshop seperti ini menjadi salah satu bentuk dukungan konkret terhadap ekosistem ekonomi kreatif. Kadin juga mulai mengeksplorasi berbagai aspek teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung pertumbuhan kewirausahaan.
(jon)
Lihat Juga :