Terungkap, Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo Runtuh saat Proses Pengecoran Lantai 2
Senin, 29 September 2025 - 20:03 WIB
loading...
Fakta baru terungkap dalam musibah runtuhnya bangunan Ponpes Al-Khoziny, Sidoarjo. Saat kejadian, lantai 2 bangunan yang ambruk sedang dalam proses pengecoran. Foto/SINDONEWS TV
A
A
A
SIDOARJO - Fakta baru terungkap dalam musibah runtuhnya bangunan Pondok Pesantren Al-Khoziny, Sidoarjo Jawa Timur, pada Senin (29/9/2025). Saat kejadian, lantai 2 bangunan yang ambruk sedang dalam proses pengecoran.
Fakta terbaru itu berdasarkan informasi yang diperoleh jurnalis iNews TV Pramono Putra yang berada di lokasi. Bangunan yang ambruk tersebut merupakan bangunan yang sedang direnovasi. Namun bangunan yang di lantai bawah sudah digunakan santri untuk salat berjamaah.
Baca juga: Tim SAR Pastikan 2 Santri yang Terjebak Reruntuhan Musala Ponpes Al-Khoziny Selamat
Sedangkan bangunan atas sedang ada aktivitas pengecoran. Ditandai dengan adanya retakan kemudian runtuh.
Berdasarkan keterangan Bupati Sidoarjo H Subandi, ada 32 korban luka yang dibawa ke rumah sakit. Namun untuk korban meninggal belum bisa dipastikan. Bupati memastikan semua korban malam ini harus dievakuasi seluruhnya apapun kondisinya.
Pantauan di lapangan, dari bangunan yang runtuh tersebut betonnya cukup tebal. Sehingga petugas harus membelah bangunan yang runtuh sebesar itu untuk mengevakuasi korban yang terjebak di dalam reruntuhan.
Baca juga: Pondok Pesantren Al Khoziny Sidoarjo Ambruk, Sejumlah Santri Terjebak di Reruntuhan
Sedangkan di kanan dan kiri terdapat bangunan pondok. Sehingga lokasi harus diseterilkan. Pramono Putra yang sedang meliput bahkan mendengar langsung teriakan minta tolong korban yang ada di bawah reruntuhan.
Salah satu santri Muhammad Wafiq menyebut bangun tersebut ambruk ketika para santri sedang menunaikan Salat Asar di lantai bawah.
"Pada saat Salat Asar berjamaah. Ya gak langsung (roboh). Waktu wiridan (robohnya)," kata Wafiq.
Dia menyampaikan bahwa peristiwa yang begitu cepat membuat suasana menjadi panik. Sehingga ada santri yang terjepit reruntuhan bangunan.
"Itu sudah nggak bisa di nalar dengan pikiran sehingga kita itu tidak fokus bantu teman-teman yang ada di dalam," ucapnya.
Kepala Kantor SAR Surabaya selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Nanang Sigit menyampaikan jika tim yang pertama yang tiba segera melakukan assessment awal di lokasi kejadian.
Setelah melakukan asessment, tim SAR gabungan mendapati adanya tanda tanda dua korban dalam keadaan selamat di bawah reruntuhan.
"Tim kedua tiba dengan bantuan peralatan tambahan dan tim SAR gabungan langsung melakukan pembukaan akses dengan menggunakan peralatan ekstrikasi," kata Nanang.
Fakta terbaru itu berdasarkan informasi yang diperoleh jurnalis iNews TV Pramono Putra yang berada di lokasi. Bangunan yang ambruk tersebut merupakan bangunan yang sedang direnovasi. Namun bangunan yang di lantai bawah sudah digunakan santri untuk salat berjamaah.
Baca juga: Tim SAR Pastikan 2 Santri yang Terjebak Reruntuhan Musala Ponpes Al-Khoziny Selamat
Sedangkan bangunan atas sedang ada aktivitas pengecoran. Ditandai dengan adanya retakan kemudian runtuh.
Berdasarkan keterangan Bupati Sidoarjo H Subandi, ada 32 korban luka yang dibawa ke rumah sakit. Namun untuk korban meninggal belum bisa dipastikan. Bupati memastikan semua korban malam ini harus dievakuasi seluruhnya apapun kondisinya.
Pantauan di lapangan, dari bangunan yang runtuh tersebut betonnya cukup tebal. Sehingga petugas harus membelah bangunan yang runtuh sebesar itu untuk mengevakuasi korban yang terjebak di dalam reruntuhan.
Baca juga: Pondok Pesantren Al Khoziny Sidoarjo Ambruk, Sejumlah Santri Terjebak di Reruntuhan
Sedangkan di kanan dan kiri terdapat bangunan pondok. Sehingga lokasi harus diseterilkan. Pramono Putra yang sedang meliput bahkan mendengar langsung teriakan minta tolong korban yang ada di bawah reruntuhan.
Salah satu santri Muhammad Wafiq menyebut bangun tersebut ambruk ketika para santri sedang menunaikan Salat Asar di lantai bawah.
"Pada saat Salat Asar berjamaah. Ya gak langsung (roboh). Waktu wiridan (robohnya)," kata Wafiq.
Dia menyampaikan bahwa peristiwa yang begitu cepat membuat suasana menjadi panik. Sehingga ada santri yang terjepit reruntuhan bangunan.
"Itu sudah nggak bisa di nalar dengan pikiran sehingga kita itu tidak fokus bantu teman-teman yang ada di dalam," ucapnya.
Kepala Kantor SAR Surabaya selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Nanang Sigit menyampaikan jika tim yang pertama yang tiba segera melakukan assessment awal di lokasi kejadian.
Setelah melakukan asessment, tim SAR gabungan mendapati adanya tanda tanda dua korban dalam keadaan selamat di bawah reruntuhan.
"Tim kedua tiba dengan bantuan peralatan tambahan dan tim SAR gabungan langsung melakukan pembukaan akses dengan menggunakan peralatan ekstrikasi," kata Nanang.
(shf)
Lihat Juga :