RW 12 Demangan Deklarasi Kampung Sehat Siaga Diabetes dan Obesitas
Senin, 29 September 2025 - 08:21 WIB
loading...
Budayakan hidup sehat sejumlah warga RW 12, Kelurahan Demangan, Kemantren Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta mendeklarasikan Kampung Sehat Siaga Diabetes dan Obesitas. Foto/istimewa
A
A
A
YOGYAKARTA - Budayakan hidup sehat sejumlah warga RW 12, Kelurahan Demangan, Kemantren Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta mendeklarasikan Kampung Sehat Siaga Diabetes dan Obesitas, Minggu, 28 September 2025.
Mereka menyatakan komitmen bersama untuk menekan risiko Penyakit Tidak Menular (PTM), khususnya diabetes dan obesitas, melalui upaya nyata mengurangi konsumsi gula termasuk Minuman Berpemanis Dalam Kemasan (MBDK).
Kegiatan bertema Dahsyat yang dimulai sejak pagi itu diawali dengan senam sehat bersama, pembacaan dan penandatanganan komitmen warga, hingga aksi simbolis pemasangan stiker peduli MBDK di area publik.
Baca juga: Cegah Obesitas, Warga Surakarta Deklarasi Kampung Sehat
Turut hadir dalam deklarasi ini, Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Emma Rahmi Aryani mewakili Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo Ketua Pusat Perilaku dan Promosi Kesehatan FK-KMK UGM, Bagas Suryo Bintoro, Ketua Forum Warga Kota (FAKTA) Indonesia, Ari Subagyo Wibowo, dan Lurah Demangan, Suleman Pirson Joko Susilo mereka kemudian menandatangani bersama sejumlah pejabat wilayah.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Emma Rahmi Aryani mengaku sangat mendukung program kampung sehat di RW 12, Kelurahan dengan harapan tidak hanya menjadi seremonial belaka, tetapi dilaksanakan untuk mengurangi konsumsi MBDK.
Menurutnya, Tingkat PTM di Kota Yogyakarta ini memang tinggi, kita tidak henti-hentinya memberikan edukasi kepada masyarakat untuk selalu berperilaku hidup sehat, terutama dengan mengurangi makanan dan minuman berpemanis.
Baca juga: 2 Kelurahan di Jakarta Deklarasi Kampung Sehat Siaga Obesitas dan Diabetes
"Kami sangat setuju dengan penerapan cukai MBDK karena dengan harganya lebih mahal maka tidak mudah atau menjadi pilihan masyarakat untuk dikonsumsi dan dampaknya dapat mengurangi PTM," kata Emma, dikutip dari keterangan tertulis.
Ketua FAKTA Indonesia, Ari Subagyo Wibowo mengatakan, deklarasi ini menjadi tindak lanjut dari kegiatan diskusi publik dan Aksi Nasional Jaringan Kampung Sehat yang sebelumnya telah dilaksanakan di Jakarta pada 24-25 September 2025 dengan melibatkan perwakilan kampung sehat dari Yogyakarta, Surakarta, Jakarta, Bogor, Bandung, dan Bekasi.
"Kami tentu sangat mengapresiasi dan mendukung penuh dengan semakin banyaknya wilayah di Indonesia yang melakukan Deklarasi Kampung Sehat Siaga Dibaetes dan Obesitas," ungkap Ari.
Ari menegaskan pentingnya penerapan segera cukai MBDK sebagai wujud perlindungan kepada masyarakat, terutama anak-anak agara menjadi generasi emas yang sehat.
"Kita minta ini disegerakan dan jangan ditunda-tunda lagi. Terlebih, biaya pengobatan PTM ini juga tidak sedikit. Pemerintah harus lebih berpihak kepada kesehatan masyarakat dibandingkan kepentingan industri," bebernya.
Sementara itu, Ketua RW 12, Kelurahan Demangan, Basuki Raharjo mengatakan, Deklarasi Kampung Sehat Siaga Diabetes dan Obesitas ini menjadi langkah awal yang kongkret sebagai upaya menjaga dan melindungi kesehatan warga. "Semoga dengan deklarasi ini dapat menjadi contoh bagi wilayah lain di Indonesia, khususnya di wilayah Kelurahan Demangan," terangnya.
Ia meminta agar pemerintah dapat segera menerapkan cukai MBDK karena dalam kondisi saat ini banyak warga yang bahkan masih berusia muda sudah harus cuci darah. "Kami sangat mendukung segera diterapkan cukai MBDK secepatnya," ucapnya.
Mereka menyatakan komitmen bersama untuk menekan risiko Penyakit Tidak Menular (PTM), khususnya diabetes dan obesitas, melalui upaya nyata mengurangi konsumsi gula termasuk Minuman Berpemanis Dalam Kemasan (MBDK).
Kegiatan bertema Dahsyat yang dimulai sejak pagi itu diawali dengan senam sehat bersama, pembacaan dan penandatanganan komitmen warga, hingga aksi simbolis pemasangan stiker peduli MBDK di area publik.
Baca juga: Cegah Obesitas, Warga Surakarta Deklarasi Kampung Sehat
Turut hadir dalam deklarasi ini, Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Emma Rahmi Aryani mewakili Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo Ketua Pusat Perilaku dan Promosi Kesehatan FK-KMK UGM, Bagas Suryo Bintoro, Ketua Forum Warga Kota (FAKTA) Indonesia, Ari Subagyo Wibowo, dan Lurah Demangan, Suleman Pirson Joko Susilo mereka kemudian menandatangani bersama sejumlah pejabat wilayah.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Emma Rahmi Aryani mengaku sangat mendukung program kampung sehat di RW 12, Kelurahan dengan harapan tidak hanya menjadi seremonial belaka, tetapi dilaksanakan untuk mengurangi konsumsi MBDK.
Menurutnya, Tingkat PTM di Kota Yogyakarta ini memang tinggi, kita tidak henti-hentinya memberikan edukasi kepada masyarakat untuk selalu berperilaku hidup sehat, terutama dengan mengurangi makanan dan minuman berpemanis.
Baca juga: 2 Kelurahan di Jakarta Deklarasi Kampung Sehat Siaga Obesitas dan Diabetes
"Kami sangat setuju dengan penerapan cukai MBDK karena dengan harganya lebih mahal maka tidak mudah atau menjadi pilihan masyarakat untuk dikonsumsi dan dampaknya dapat mengurangi PTM," kata Emma, dikutip dari keterangan tertulis.
Ketua FAKTA Indonesia, Ari Subagyo Wibowo mengatakan, deklarasi ini menjadi tindak lanjut dari kegiatan diskusi publik dan Aksi Nasional Jaringan Kampung Sehat yang sebelumnya telah dilaksanakan di Jakarta pada 24-25 September 2025 dengan melibatkan perwakilan kampung sehat dari Yogyakarta, Surakarta, Jakarta, Bogor, Bandung, dan Bekasi.
"Kami tentu sangat mengapresiasi dan mendukung penuh dengan semakin banyaknya wilayah di Indonesia yang melakukan Deklarasi Kampung Sehat Siaga Dibaetes dan Obesitas," ungkap Ari.
Ari menegaskan pentingnya penerapan segera cukai MBDK sebagai wujud perlindungan kepada masyarakat, terutama anak-anak agara menjadi generasi emas yang sehat.
"Kita minta ini disegerakan dan jangan ditunda-tunda lagi. Terlebih, biaya pengobatan PTM ini juga tidak sedikit. Pemerintah harus lebih berpihak kepada kesehatan masyarakat dibandingkan kepentingan industri," bebernya.
Sementara itu, Ketua RW 12, Kelurahan Demangan, Basuki Raharjo mengatakan, Deklarasi Kampung Sehat Siaga Diabetes dan Obesitas ini menjadi langkah awal yang kongkret sebagai upaya menjaga dan melindungi kesehatan warga. "Semoga dengan deklarasi ini dapat menjadi contoh bagi wilayah lain di Indonesia, khususnya di wilayah Kelurahan Demangan," terangnya.
Ia meminta agar pemerintah dapat segera menerapkan cukai MBDK karena dalam kondisi saat ini banyak warga yang bahkan masih berusia muda sudah harus cuci darah. "Kami sangat mendukung segera diterapkan cukai MBDK secepatnya," ucapnya.
(cip)
Lihat Juga :