Bane Manalu Blusukan ke Sihaporas, Bagikan Sembako untuk Warga
Sabtu, 27 September 2025 - 16:31 WIB
loading...
Anggota DPR Bane Raja Manalu menemui masyarakat Desa Sihaporas, Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Jumat (26/9/2025). Foto/Istimewa
A
A
A
SIMALUNGUN - Anggota DPR Bane Raja Manalu menemui masyarakat Desa Sihaporas, Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Jumat (26/9/2025). Kedatangannya untuk menyerap aspirasi dan memberikan bantuan bahan pokok pada masyarakat yang menjadi korban kekerasan dalam bentrokan dengan pihak PT Toba Pulp Lestari (TPL).
Bane menemui masyarakat Sihaporas bersama anggota DPRD Kabupaten Simalungun, Maraden Sinaga dan Jonson Sinaga. Selain menyerap aspirasi, Bane juga menyalurkan bantuan bahan pokok untuk masyarakat setempat.
“Hari ini mereka tidak bisa beraktivitas karena lahan tempat mereka menanam tidak bisa diakses, tanaman dirusak, jalanan diputus, tidak bisa menghasilkan pendapatan untuk kebutuhan hidup,” kata Bane.
![Bane Manalu Blusukan ke Sihaporas, Bagikan Sembako untuk Warga]()
Baca juga: Bane Desak Aktivitas PT TPL di Lahan Sengketa Simalungun Dihentikan
Berdasarkan laporan warga, akses jalan menuju ladang diputus pihak tertentu pada Senin (22/9/2025) malam. Adapun pada pagi harinya, terjadi bentrokan antara warga dan pihak pengamanan PT TPL.
Warga yang terlibat konflik merupakan masyarakat Adat Sihaporas yang mempertahankan tanah adat dan area ladangnya. Akibat bentrokan tersebut, puluhan warga terluka fisik dan psikis, belasan kendaraan bermotor milik warga dibakar.
“Ini realita yang mereka alami, negara harus hadir di sini, wilayah ini sudah ditempati warga turun temurun,” ungkap Bane.
Menurut Ketua Lamtoras Sihaporas, Mangitua Ambarita, Desa Adat Sihaporas memiliki luas 2.000 hektare. Masyarakat adat Sihaporas hanya akan menggunakan lahan seluas 500 hektare untuk perkebunan/pertanian, sedangkan sisanya akan dikembalikan menjadi hutan.
“Kami masyarakat Sihaporas yang selalu tertindas, kami berharap ada pihak yang menjembatani kami ke negara untuk mendapatkan solusi,” ujar Mangitua Ambarita.
Bane mendesak pemerintah segera hadir memberikan solusi konkret untuk masyarakat Sihaporas demi keadilan dan menjaga pelestarian lingkungan hidup. Bane menegaskan, apa yang ia suarakan sejalan dengan arahan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri dalam Rakernas V PDIP pada Mei 2024.
Dalam salah satu rekomendasi Rakernas tersebut, PDIP mendesak pemerintah untuk menghentikan deforestasi dengan moratorium alih fungsi lahan hutan dan penggundulan hutan serta mendorong reforestasi lahan hutan yang terdegradasi. “Negara harus bertindak adil untuk semua anak bangsa. Saya berdiri bersama masyarakat Sihaporas, dan saya yakin PDI Perjuangan juga bersama rakyat,” pungkas Bane.
Bane menemui masyarakat Sihaporas bersama anggota DPRD Kabupaten Simalungun, Maraden Sinaga dan Jonson Sinaga. Selain menyerap aspirasi, Bane juga menyalurkan bantuan bahan pokok untuk masyarakat setempat.
“Hari ini mereka tidak bisa beraktivitas karena lahan tempat mereka menanam tidak bisa diakses, tanaman dirusak, jalanan diputus, tidak bisa menghasilkan pendapatan untuk kebutuhan hidup,” kata Bane.

Baca juga: Bane Desak Aktivitas PT TPL di Lahan Sengketa Simalungun Dihentikan
Berdasarkan laporan warga, akses jalan menuju ladang diputus pihak tertentu pada Senin (22/9/2025) malam. Adapun pada pagi harinya, terjadi bentrokan antara warga dan pihak pengamanan PT TPL.
Warga yang terlibat konflik merupakan masyarakat Adat Sihaporas yang mempertahankan tanah adat dan area ladangnya. Akibat bentrokan tersebut, puluhan warga terluka fisik dan psikis, belasan kendaraan bermotor milik warga dibakar.
“Ini realita yang mereka alami, negara harus hadir di sini, wilayah ini sudah ditempati warga turun temurun,” ungkap Bane.
Menurut Ketua Lamtoras Sihaporas, Mangitua Ambarita, Desa Adat Sihaporas memiliki luas 2.000 hektare. Masyarakat adat Sihaporas hanya akan menggunakan lahan seluas 500 hektare untuk perkebunan/pertanian, sedangkan sisanya akan dikembalikan menjadi hutan.
“Kami masyarakat Sihaporas yang selalu tertindas, kami berharap ada pihak yang menjembatani kami ke negara untuk mendapatkan solusi,” ujar Mangitua Ambarita.
Bane mendesak pemerintah segera hadir memberikan solusi konkret untuk masyarakat Sihaporas demi keadilan dan menjaga pelestarian lingkungan hidup. Bane menegaskan, apa yang ia suarakan sejalan dengan arahan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri dalam Rakernas V PDIP pada Mei 2024.
Dalam salah satu rekomendasi Rakernas tersebut, PDIP mendesak pemerintah untuk menghentikan deforestasi dengan moratorium alih fungsi lahan hutan dan penggundulan hutan serta mendorong reforestasi lahan hutan yang terdegradasi. “Negara harus bertindak adil untuk semua anak bangsa. Saya berdiri bersama masyarakat Sihaporas, dan saya yakin PDI Perjuangan juga bersama rakyat,” pungkas Bane.
(rca)
Lihat Juga :