LKPD Disorot, Tangsel 5 Kali Dinobatkan Badan Publik Informatif Tertinggi se-Banten
Jum'at, 26 September 2025 - 16:16 WIB
loading...
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengapresiasi dan menghargai aspirasi dari masyarakat Kota Tangsel tentang laporan keuangan pengelolaan daerah. Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
TANGSEL - Beberapa waktu belakangan ini, Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) 2024 Pemkot Tangerang Selatan (Tangsel) mendapat sorotan publik. Ini setelah mantan penyanyi cilik, Leony Vitria Hartanti mengunggah pandangannya di Instagram.
Namun di sisi lain, Pemkot Tangsel dinobatkan sebagai badan publik informatif tertinggi se-Banten. Pada 10 Desember 2024, Tangsel berhasil menyabet penghargaan sebagai Badan Publik Informatif Tertinggi se-Banten dari Komisi Informasi Banten. Penghargaan itu diberikan bertepatan dengan peringatan Hari Hak untuk Tahu Sedunia. Baca juga: Benahi Jalan Rusak, Wakil Walkot Tangsel: Betonisasi Jadi Standar Baru
Bahkan capaian ini bukan yang pertama. Tangsel sudah lima kali berturut-turut menerima penghargaan serupa dengan nilai yang terus meningkat setiap tahunnya. Penilaian diberikan berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi keterbukaan informasi publik yang mengukur komitmen badan publik dalam melayani hak masyarakat atas informasi.
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menanggapi sorotan publik terkait LKPD dengan sikap terbuka. "Kami mengapresiasi dan menghargai aspirasi dari masyarakat Kota Tangsel tentang laporan keuangan pengelolaan daerah. Transparansi dan keterbukaan informasi merupakan kewajiban kami kepada masyarakat," katanya, Selasa (23/9/2025).
Transparansi yang dijalankan Pemkot Tangsel difasilitasi melalui berbagai kanal. Mulai dari website resmi, media sosial, hingga layanan informasi publik di tingkat Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Dengan mekanisme ini, masyarakat dapat lebih mudah melakukan pengawasan dan memberikan masukan berbasis data.
Dinamika antara kritik masyarakat dan apresiasi penghargaan menunjukkan tata kelola pemerintahan yang sehat. Di satu sisi, masyarakat seperti Leony tetap kritis terhadap aspek spesifik seperti penyusunan LKPD. Namun, di sisi lain terdapat pengakuan objektif bahwa sistem keterbukaan informasi yang dibangun pemerintah telah berjalan dengan baik.
Dengan raihan penghargaan sekaligus kritik dari publik, Pemkot Tangsel diingatkan bahwa transparansi bukan sekadar pencapaian, melainkan proses berkelanjutan untuk terus memperbaiki kualitas tata kelola. Khususnya, dalam pelaporan keuangan daerah yang menjadi perhatian masyarakat.
Sebelumnya, LKPD Pemkot Tangsel menuai sorotan public setelah muncul kritikan salah satunya datang dari mantan penyanyi cilik, Leony Vitria Hartanti, yang aktif mengunggah pandangannya melalui media sosial. Dalam unggahannya di Instagram, Leony menyampaikan kritik tajam mengenai isu LKPD Tangsel 2024. Baca juga: Agar Selevel Temasek, Danantara Harus Rilis Laporan Keuangan Konsolidasi
Walau begitu, ia secara jujur mengakui bahwa dalam hal keterbukaan informasi, Pemkot Tangsel menunjukkan tingkat transparansi yang lebih baik dibandingkan daerah lain. Misalnya, Depok.
Leony menyatakan kekecewaannya ketika berusaha mencari LKPD milik Pemerintah Kota Depok di laman resmi depok.go.id. Menurutnya, website tersebut sulit diakses dan tidak memberikan informasi yang dibutuhkan. Ia pun membandingkan dengan website resmi milik Pemkot Tangsel, yang menurutnya lebih terbuka.
Namun di sisi lain, Pemkot Tangsel dinobatkan sebagai badan publik informatif tertinggi se-Banten. Pada 10 Desember 2024, Tangsel berhasil menyabet penghargaan sebagai Badan Publik Informatif Tertinggi se-Banten dari Komisi Informasi Banten. Penghargaan itu diberikan bertepatan dengan peringatan Hari Hak untuk Tahu Sedunia. Baca juga: Benahi Jalan Rusak, Wakil Walkot Tangsel: Betonisasi Jadi Standar Baru
Bahkan capaian ini bukan yang pertama. Tangsel sudah lima kali berturut-turut menerima penghargaan serupa dengan nilai yang terus meningkat setiap tahunnya. Penilaian diberikan berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi keterbukaan informasi publik yang mengukur komitmen badan publik dalam melayani hak masyarakat atas informasi.
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menanggapi sorotan publik terkait LKPD dengan sikap terbuka. "Kami mengapresiasi dan menghargai aspirasi dari masyarakat Kota Tangsel tentang laporan keuangan pengelolaan daerah. Transparansi dan keterbukaan informasi merupakan kewajiban kami kepada masyarakat," katanya, Selasa (23/9/2025).
Transparansi yang dijalankan Pemkot Tangsel difasilitasi melalui berbagai kanal. Mulai dari website resmi, media sosial, hingga layanan informasi publik di tingkat Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Dengan mekanisme ini, masyarakat dapat lebih mudah melakukan pengawasan dan memberikan masukan berbasis data.
Dinamika antara kritik masyarakat dan apresiasi penghargaan menunjukkan tata kelola pemerintahan yang sehat. Di satu sisi, masyarakat seperti Leony tetap kritis terhadap aspek spesifik seperti penyusunan LKPD. Namun, di sisi lain terdapat pengakuan objektif bahwa sistem keterbukaan informasi yang dibangun pemerintah telah berjalan dengan baik.
Dengan raihan penghargaan sekaligus kritik dari publik, Pemkot Tangsel diingatkan bahwa transparansi bukan sekadar pencapaian, melainkan proses berkelanjutan untuk terus memperbaiki kualitas tata kelola. Khususnya, dalam pelaporan keuangan daerah yang menjadi perhatian masyarakat.
Sebelumnya, LKPD Pemkot Tangsel menuai sorotan public setelah muncul kritikan salah satunya datang dari mantan penyanyi cilik, Leony Vitria Hartanti, yang aktif mengunggah pandangannya melalui media sosial. Dalam unggahannya di Instagram, Leony menyampaikan kritik tajam mengenai isu LKPD Tangsel 2024. Baca juga: Agar Selevel Temasek, Danantara Harus Rilis Laporan Keuangan Konsolidasi
Walau begitu, ia secara jujur mengakui bahwa dalam hal keterbukaan informasi, Pemkot Tangsel menunjukkan tingkat transparansi yang lebih baik dibandingkan daerah lain. Misalnya, Depok.
Leony menyatakan kekecewaannya ketika berusaha mencari LKPD milik Pemerintah Kota Depok di laman resmi depok.go.id. Menurutnya, website tersebut sulit diakses dan tidak memberikan informasi yang dibutuhkan. Ia pun membandingkan dengan website resmi milik Pemkot Tangsel, yang menurutnya lebih terbuka.
(poe)
Lihat Juga :