Cerita Pemotor Terjebak Macet Horor Imbas Perbaikan Gerbang Tol, Menteng-Kebayoran Ditempuh 2,5 Jam
Rabu, 24 September 2025 - 23:08 WIB
loading...
Kemacetan horor terjadi di arteri Jalan Gatot Subroto mengarah Semanggi dan Kuningan hingga Pejompongan saat jam pulang kerja, Rabu (24/9/2025) malam. Pemotor menghabiskan waktu 2,5 jam lebih berkendara dari kawasan Menteng menuju Kebayoran Lama. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Kemacetan horor terjadi di arteri Jalan Gatot Subroto (Gatsu) mengarah Semanggi dan Kuningan hingga Pejompongan saat jam pulang kerja, Rabu (24/9/2025) malam. Seorang pekerja swasta, Ryan (29) mengaku menghabiskan waktu dua jam lebih berkendara menggunakan kuda besi miliknya dari kawasan Menteng , Jakarta Pusat menuju kediaman di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
"Tadi dari Menteng jalan jam 18.00. Sampe rumah di Kebayoran jam 20.40," ujar Ryan saat dikonfirmasi.
Ia menjelaskan titik kemacetan parah terjadi di sekitaran Stasiun Karet hingga Stasiun Palmerah atau tepatnya Jalan Penjernihan-Jalan Pejompongan-Jalan Tentara Pelajar. "Tambah parah di Karet sampai di Stasiun Palmerah itu 2 jam lebih. Macet parah banget di Karet, nggak kayak biasanya," ucapnya.
Baca Juga: Macet Horor di Arteri Gatot Subroto Arah Kuningan hingga Pejompongan, Ini Penyebabnya
Ryan mengatakan, akibat kemacetan sejumlah pemotor memilih menepi di trotoar. "Sampe ada yang markir motornya di trotoar. Pada ngerokok sama beli kopi. Sama ada kopi keliling gitu, pada ngaso," jelasnya.
Sebelumnya, Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Komarudin mengungkap bahwa biang kerok kemacetan akibat adanya perbaikan sejumlah Gerbang Tol (GT) yang dibakar massa aksi akhir Agustus 2025. Tak hanya itu, bus mogok di Flyover Pejompongan arah Semanggi memperparah kemacetan.
"Karena GT Semanggi 1 ditutup dalam rangka perbaikan pasca di bakar massa. GT Semanggi 2 dibuka hanya 1 gardu tol," kata Komarudin saat dikonfirmasi.
"Dalam tol dari arah Tomang tersumbatnya di keluaran Semanggi karena arterinya tertahan di GT Semanggi. Dari DPR ke arah Tomang tertahan di putaran Slipi karena arteri Slipi ke Semanggi juga terhambat. Ditambah ada bus mogok di tanjakan Pejompongan arah Semanggi," tambahnya.
Komarudin menyiapkan sejumlah skema rekayasa lalu lintas untuk mengurai kemacetan parah yang terjadi malam ini dengan mengarahkan pengendara ke GT Kuningan serta membuka gardu tambahan di GT Semanggi 2.
"Saat ini sedang kami arahkan agar masyarakat bisa juga gunakan GT Kuningan. GT Semanggi 2 kami buat sodetan, jadi selain satu gardu bisa juga lewat sodetan," jelasnya.
Sementara itu, Senior General Manager Jasamarga Metropolitan Tollroad, Widiyatmiko Nursejati mengatakan kebijakan sebelumnya dilakukan pembatasan transaksi untuk kendaraan Non Golongan I dan Bus di sejumlah gerbang tol, pada tahap kali ini, JMT akan melakukan percepatan perbaikan pada beberapa gerbang tol terdampak sehingga akan dilakukan penutupan secara bergantian sesuai jadwal berikut:
1. GT Slipi 1, GT Slipi 2 dan GT Pejompongan, mulai 24 September 2025 pukul 00.00 WIB sampai dengan 25 September 2025 pukul 24.00 WIB;
2. GT Semanggi 1 dan GT Kuningan 1, mulai 24 September 2025 pukul 00.00 WIB sampai dengan 24 September 2035 pukul 24.00 WIB;
3. GT Semanggi 2, mulai 25 September 2025 pukul 00.00 WIB sampai dengan 25 September 2025 pukul 24.00 WIB.
"Tadi dari Menteng jalan jam 18.00. Sampe rumah di Kebayoran jam 20.40," ujar Ryan saat dikonfirmasi.
Ia menjelaskan titik kemacetan parah terjadi di sekitaran Stasiun Karet hingga Stasiun Palmerah atau tepatnya Jalan Penjernihan-Jalan Pejompongan-Jalan Tentara Pelajar. "Tambah parah di Karet sampai di Stasiun Palmerah itu 2 jam lebih. Macet parah banget di Karet, nggak kayak biasanya," ucapnya.
Baca Juga: Macet Horor di Arteri Gatot Subroto Arah Kuningan hingga Pejompongan, Ini Penyebabnya
Ryan mengatakan, akibat kemacetan sejumlah pemotor memilih menepi di trotoar. "Sampe ada yang markir motornya di trotoar. Pada ngerokok sama beli kopi. Sama ada kopi keliling gitu, pada ngaso," jelasnya.
Sebelumnya, Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Komarudin mengungkap bahwa biang kerok kemacetan akibat adanya perbaikan sejumlah Gerbang Tol (GT) yang dibakar massa aksi akhir Agustus 2025. Tak hanya itu, bus mogok di Flyover Pejompongan arah Semanggi memperparah kemacetan.
"Karena GT Semanggi 1 ditutup dalam rangka perbaikan pasca di bakar massa. GT Semanggi 2 dibuka hanya 1 gardu tol," kata Komarudin saat dikonfirmasi.
"Dalam tol dari arah Tomang tersumbatnya di keluaran Semanggi karena arterinya tertahan di GT Semanggi. Dari DPR ke arah Tomang tertahan di putaran Slipi karena arteri Slipi ke Semanggi juga terhambat. Ditambah ada bus mogok di tanjakan Pejompongan arah Semanggi," tambahnya.
Komarudin menyiapkan sejumlah skema rekayasa lalu lintas untuk mengurai kemacetan parah yang terjadi malam ini dengan mengarahkan pengendara ke GT Kuningan serta membuka gardu tambahan di GT Semanggi 2.
"Saat ini sedang kami arahkan agar masyarakat bisa juga gunakan GT Kuningan. GT Semanggi 2 kami buat sodetan, jadi selain satu gardu bisa juga lewat sodetan," jelasnya.
Sementara itu, Senior General Manager Jasamarga Metropolitan Tollroad, Widiyatmiko Nursejati mengatakan kebijakan sebelumnya dilakukan pembatasan transaksi untuk kendaraan Non Golongan I dan Bus di sejumlah gerbang tol, pada tahap kali ini, JMT akan melakukan percepatan perbaikan pada beberapa gerbang tol terdampak sehingga akan dilakukan penutupan secara bergantian sesuai jadwal berikut:
1. GT Slipi 1, GT Slipi 2 dan GT Pejompongan, mulai 24 September 2025 pukul 00.00 WIB sampai dengan 25 September 2025 pukul 24.00 WIB;
2. GT Semanggi 1 dan GT Kuningan 1, mulai 24 September 2025 pukul 00.00 WIB sampai dengan 24 September 2035 pukul 24.00 WIB;
3. GT Semanggi 2, mulai 25 September 2025 pukul 00.00 WIB sampai dengan 25 September 2025 pukul 24.00 WIB.
(zik)
Lihat Juga :