Kurangi Emisi Karbon, Bitera-APJII Sinergi Bangun Infrastruktur Internet di Indonesia
Selasa, 23 September 2025 - 18:13 WIB
loading...
Bitera bersama Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menandatangani kerja sama. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Bangun infrastruktur internet di seluruh Indonesia, Bitera bersama Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) perkuat kolaborasi. Dengan kerja sama tersebut, pertukaran lalu lintas data dari penyelenggaraan Indonesia Internet Exchange (IIX) akan didukung sepenuhnya oleh fasilitas data center premium dari Bitera.
Selain itu, seluruh anggota APJII juga dapat terhubung langsung ke ekosistem peering nasional yang stabil, berlatensi rendah, dan menawarkan konektivitas yang lebih efisien.
Berdasarkan data APJII, pertumbuhan trafik internet melonjak hingga lebih dari sepuluh kali lipat dari 1,3 Tbps di 2021 menjadi 14 Tbps di akhir tahun 2024 saat peak traffic atau trafik puncak1. Ini terjadi seiring peningkatan penetrasi internet sebesar 80,66% dengan jumlah penduduk terkoneksi internet mencapai 229,4 juta dari total penduduk Indonesia sebesar 284,4 juta pada 2025.
Baca juga: Nurul Arifin Apresiasi Transformasi Digital Komdigi, Dorong Pemerataan Akses Internet lewat Satelit N5
Direktur Utama Bitera, Tedy Harjanto mengatakan, kontribusi penetrasi internet terbesar masih ada di pulau Jawa sebesar 58,14% dan pulau Sumatera sebesar 20,51%. “Bitera siap mendukung pertumbuhan ekosistem digital Indonesia yang berkelanjutan melalui penyediaan data center premium untuk penyelenggaraan IIX,” ujarnya, Selasa (23/9/2025).
Dengan mengoptimalkan posisi strategis sebagai pusat pertukaran lalu lintas data dengan sistem yang andal, kata dia, Bitera siap mendorong pertumbuhan trafik internet yang lebih cepat dan merata. Terutama karena Bitera dirancang dan dibangun dengan performa yang terpercaya untuk mendukung interkoneksi yang cepat dan stabil, menunjang multiskala bisnis dan menjawab berbagai tantangan di era digital saat ini.
Ketua Umum APJII Muhammad Arif menegaskan, inisiatif ini merupakan bagian dari misi APJII untuk memperluas jangkauan Indonesia Internet Exchange dan menciptakan nilai tambah yang nyata bagi para anggotanya, sekaligus mendukung efisiensi operasional dan pertumbuhan industri internet secara berkelanjutan di seluruh Indonesia.
“Hal itu karena Bitera menjamin tingkat ketersediaan layanan hingga 99,999% (five-nines) dengan memberikan toleransi waktu henti lebih kurang lima menit dalam setahun,” ucapnya.
Baca juga: Satelit Raksasa N5 Resmi Mengangkasa, Bawa Janji Internet Cepat hingga Pelosok Papua
Dengan demikan, penyelenggara jasa internet bisa memastikan konsistensi akses internet secara konsisten dan berkelanjutan bagi pengguna internet selama setahun.
“Saat ini, transformasi digital bukan lagi pilihan bagi seluruh pemangku kepentingan dan untuk itu, interkoneksi pusat yang kuat sudah menjadi keharusan. Sinergi kami dengan Bitera melampaui sekadar integrasi teknis karena hal ini menjadi dasar penting untuk membangun konektivitas yang merata dan efisien. Kami percaya bahwa interkoneksi yang andal merupakan pondasi masa depan digital Indonesia yang tangguh dan inklusif,” ujarnya.
Sebagai Carrier-Neutral Data Center, Bitera menyediakan infrastruktur yang netral, terbuka, dan dapat diakses oleh seluruh penyelenggara jasa internet, operator telekomunikasi, serta pelaku ekosistem digital lainnya. Data center ini unggul karena memiliki jumlah titik masuk fiber terbanyak dan secara strategis berlokasi kurang dari 500 meter dari pusat utama pertukaran internet nasional.
Keunggulan ini menghadirkan akses optimal, skalabilitas tinggi, interkoneksi luas dengan berbagai pilihan konektivitas berlatensi rendah, serta efisiensi biaya bagi seluruh mitra dan pelanggan. Bitera hadir sebagai bagian penting dari infrastruktur digital Indonesia karena memiliki fasilitas Data Center
Berstandar Tier III+ dengan kapasitas mendekati 30MW. Sistem kelistrikan Bitera disuplai oleh dua gardu induk PLN yang berbeda, memastikan keandalan dan perlindungan operasional secara maksimal. Seluruh operasional data center juga didukung oleh 100% Renewal Energy Certificate (REC), mencerminkan komitmen perusahaan terhadap penggunaan energi hijau, praktik berkelanjutan, pengurangan jejak karbon, dan mendukung target Net Zero Emissions Indonesia di 2060.
Selain itu, seluruh anggota APJII juga dapat terhubung langsung ke ekosistem peering nasional yang stabil, berlatensi rendah, dan menawarkan konektivitas yang lebih efisien.
Berdasarkan data APJII, pertumbuhan trafik internet melonjak hingga lebih dari sepuluh kali lipat dari 1,3 Tbps di 2021 menjadi 14 Tbps di akhir tahun 2024 saat peak traffic atau trafik puncak1. Ini terjadi seiring peningkatan penetrasi internet sebesar 80,66% dengan jumlah penduduk terkoneksi internet mencapai 229,4 juta dari total penduduk Indonesia sebesar 284,4 juta pada 2025.
Baca juga: Nurul Arifin Apresiasi Transformasi Digital Komdigi, Dorong Pemerataan Akses Internet lewat Satelit N5
Direktur Utama Bitera, Tedy Harjanto mengatakan, kontribusi penetrasi internet terbesar masih ada di pulau Jawa sebesar 58,14% dan pulau Sumatera sebesar 20,51%. “Bitera siap mendukung pertumbuhan ekosistem digital Indonesia yang berkelanjutan melalui penyediaan data center premium untuk penyelenggaraan IIX,” ujarnya, Selasa (23/9/2025).
Dengan mengoptimalkan posisi strategis sebagai pusat pertukaran lalu lintas data dengan sistem yang andal, kata dia, Bitera siap mendorong pertumbuhan trafik internet yang lebih cepat dan merata. Terutama karena Bitera dirancang dan dibangun dengan performa yang terpercaya untuk mendukung interkoneksi yang cepat dan stabil, menunjang multiskala bisnis dan menjawab berbagai tantangan di era digital saat ini.
Ketua Umum APJII Muhammad Arif menegaskan, inisiatif ini merupakan bagian dari misi APJII untuk memperluas jangkauan Indonesia Internet Exchange dan menciptakan nilai tambah yang nyata bagi para anggotanya, sekaligus mendukung efisiensi operasional dan pertumbuhan industri internet secara berkelanjutan di seluruh Indonesia.
“Hal itu karena Bitera menjamin tingkat ketersediaan layanan hingga 99,999% (five-nines) dengan memberikan toleransi waktu henti lebih kurang lima menit dalam setahun,” ucapnya.
Baca juga: Satelit Raksasa N5 Resmi Mengangkasa, Bawa Janji Internet Cepat hingga Pelosok Papua
Dengan demikan, penyelenggara jasa internet bisa memastikan konsistensi akses internet secara konsisten dan berkelanjutan bagi pengguna internet selama setahun.
“Saat ini, transformasi digital bukan lagi pilihan bagi seluruh pemangku kepentingan dan untuk itu, interkoneksi pusat yang kuat sudah menjadi keharusan. Sinergi kami dengan Bitera melampaui sekadar integrasi teknis karena hal ini menjadi dasar penting untuk membangun konektivitas yang merata dan efisien. Kami percaya bahwa interkoneksi yang andal merupakan pondasi masa depan digital Indonesia yang tangguh dan inklusif,” ujarnya.
Sebagai Carrier-Neutral Data Center, Bitera menyediakan infrastruktur yang netral, terbuka, dan dapat diakses oleh seluruh penyelenggara jasa internet, operator telekomunikasi, serta pelaku ekosistem digital lainnya. Data center ini unggul karena memiliki jumlah titik masuk fiber terbanyak dan secara strategis berlokasi kurang dari 500 meter dari pusat utama pertukaran internet nasional.
Keunggulan ini menghadirkan akses optimal, skalabilitas tinggi, interkoneksi luas dengan berbagai pilihan konektivitas berlatensi rendah, serta efisiensi biaya bagi seluruh mitra dan pelanggan. Bitera hadir sebagai bagian penting dari infrastruktur digital Indonesia karena memiliki fasilitas Data Center
Berstandar Tier III+ dengan kapasitas mendekati 30MW. Sistem kelistrikan Bitera disuplai oleh dua gardu induk PLN yang berbeda, memastikan keandalan dan perlindungan operasional secara maksimal. Seluruh operasional data center juga didukung oleh 100% Renewal Energy Certificate (REC), mencerminkan komitmen perusahaan terhadap penggunaan energi hijau, praktik berkelanjutan, pengurangan jejak karbon, dan mendukung target Net Zero Emissions Indonesia di 2060.
(cip)
Lihat Juga :