Flogacy, Upaya Jaga Keanekaragaman Hayati di Sukapura Tasikmalaya
Selasa, 23 September 2025 - 18:03 WIB
loading...
Program Flora Legacy atau Flogacy diluncurkan di Desa Sukapura, Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya. Flogacy merupakan upaya melestarikan tanaman langka dan melindungi satwa lokal. Foto: Ist
A
A
A
TASIKMALAYA - Program Flora Legacy atau Flogacy diluncurkan di Desa Sukapura, Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya . Flogacy merupakan upaya melestarikan tanaman langka dan melindungi satwa lokal, khususnya di sekitar Desa Sukapura.
Program ini mengedepankan metode ramah lingkungan sekaligus menggunakan teknologi dalam perawatan dan pemantauan flora. Flogacy diluncurkan PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) melalui Fuel Terminal (FT) Tasikmalaya.
Baca juga: Pelestarian Keanekaragaman Hayati di Kawasan Konservasi Mangrove Tanjung Bara
Program Flogacy juga bagian dari Arboretum “The Gallery of Sukapura”, hasil kerja sama dengan Dinas Kehutanan Wilayah VI Jawa Barat dan Pemerintah Desa Sukapura sebagai upaya nyata pelestarian lingkungan sejak tahun 2024.
Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak seperti akademisi, LSM, komunitas, serta masyarakat sekitar dalam proses penyemaian, perawatan, dan inventarisasi jenis flora. Arboretum ini diharapkan dapat menjadi pusat konservasi, edukasi, serta penelitian lingkungan.
Menurut FT Manager Tasikmalaya Teuku Kiki Jovan, Flogacy bukan hanya soal menanam tanaman, tetapi juga memberi ruang belajar dan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. “Kami ingin Arboretum Sukapura menjadi tempat belajar sekaligus inspirasi agar makin banyak yang peduli menjaga alam,” ujar Teuku, Selasa (23/9/2025).
Area Manager Communication, Relations, and CSR Pertamina Patra Niaga Regional JBB Susanto August Satria menambahkan Flogacy adalah bentuk nyata komitmen perusahaan terhadap kelestarian lingkungan. “Lewat Flogacy, kami ingin memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat dan ekosistem di Sukapura,” kata Satria.
Program ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 15 tentang perlindungan dan pemanfaatan ekosistem darat secara berkelanjutan.
Program ini mengedepankan metode ramah lingkungan sekaligus menggunakan teknologi dalam perawatan dan pemantauan flora. Flogacy diluncurkan PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) melalui Fuel Terminal (FT) Tasikmalaya.
Baca juga: Pelestarian Keanekaragaman Hayati di Kawasan Konservasi Mangrove Tanjung Bara
Program Flogacy juga bagian dari Arboretum “The Gallery of Sukapura”, hasil kerja sama dengan Dinas Kehutanan Wilayah VI Jawa Barat dan Pemerintah Desa Sukapura sebagai upaya nyata pelestarian lingkungan sejak tahun 2024.
Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak seperti akademisi, LSM, komunitas, serta masyarakat sekitar dalam proses penyemaian, perawatan, dan inventarisasi jenis flora. Arboretum ini diharapkan dapat menjadi pusat konservasi, edukasi, serta penelitian lingkungan.
Menurut FT Manager Tasikmalaya Teuku Kiki Jovan, Flogacy bukan hanya soal menanam tanaman, tetapi juga memberi ruang belajar dan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. “Kami ingin Arboretum Sukapura menjadi tempat belajar sekaligus inspirasi agar makin banyak yang peduli menjaga alam,” ujar Teuku, Selasa (23/9/2025).
Area Manager Communication, Relations, and CSR Pertamina Patra Niaga Regional JBB Susanto August Satria menambahkan Flogacy adalah bentuk nyata komitmen perusahaan terhadap kelestarian lingkungan. “Lewat Flogacy, kami ingin memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat dan ekosistem di Sukapura,” kata Satria.
Program ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 15 tentang perlindungan dan pemanfaatan ekosistem darat secara berkelanjutan.
(jon)
Lihat Juga :