Kemacetan Berkurang, Pramono Ingin Rekayasa Lalu Lintas di TB Simatupang Diperpanjang

Minggu, 21 September 2025 - 11:34 WIB
loading...
Kemacetan Berkurang,...
Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) berjaga di Gate Tol Fatmawati 2, Jakarta Selatan, Senin (15/9/2025). Foto/Aldhi Chandra
A A A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan bahwa intensitas kemacetan di Jalan TB Simatupang , Jakarta Selatan telah berkurang. Namun, ia telah memerintahkan jajarannya untuk memperpanjang rekayasa lalu lintas di TB Simatupang.

Pramono mengatakan, pihaknya telah melaksanakan rapat khusus dengan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta serta Asisten Pembangunan Pemprov DKI Jakarta dalam membahas kemacetan di TB Simatupang. Dari hasil rapat itu, ia menyebut, terjadi penurunan intesitas kemacetan di TB Simatupang.

"Mereka juga sudah memberikan data, data terakhir kemarin, mobil yang masuk itu lebih dari 750 (kendaraan per pukul 17.00-20.00 WIB pada Jumat), menunjukkan bisa menurunkan secara signifikan kemacetan yang ada di TB Simatupang," ucap Pramono di Gedung Kemendikdasmen, Jakarta Pusat, Minggu (21/9/2025).

Kemacetan Berkurang, Pramono Ingin Rekayasa Lalu Lintas di TB Simatupang Diperpanjang


Baca juga: Masuk Tol Gratis Urai Macet Horor Jalan TB Simatupang Bakal Dilanjut hingga Oktober



Kendati demikian, pihaknya akan memutuskan nasib rekayasa lalu lintas di TB Simatupang. Namun, ia telah memerintahkan untuk memperpanjang rekayasa lalu lintas di TB Simatupang hingga akhir Oktober 2025.

"Untuk itu, hari Senin besok akan diputuskan, tapi saya sendiri sudah meminta untuk diputuskan sampai dengan akhir Oktober," ucap Pramono.

"Dan kalau itu dilakukan mudah-mudahan makin membuat TB Simatupang kemacetannya teratasi," pungkasnya.

Sekadar informasi, uji coba rekayasa lalu lintas di kawasan TB Simatupang telah berlangsung sejak Senin, 15 September 2025 hingga Jumat, 19 September 2025, mulai pukul 17.00 hingga 20.00 WIB.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menjelaskan bahwa rekayasa ini merupakan bagian dari upaya mengatasi kemacetan serta mengurangi konflik lalu lintas mulai dari Simpang Susun Antasari hingga Simpang Lebak Bulus.

"Untuk menambah kapasitas jalan di Jalan RA Kartini sisi selatan (menuju Lebak Bulus), akan dilakukan penggunaan satu lajur paling kiri di Gerbang Tol Fatmawati 2 yang tidak dipungut biaya. Kanalisasi akan diberikan hingga off-ramp Tol Lebak Bulus. Khusus untuk kendaraan roda 4. Untuk kendaraan roda 2 atau lebih dari 4 tidak diperkenankan," kata Syafrin.

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyebut bahwa rekayasa lalu lintas (lalin) yang telah diberlakukan di kawasan Jalan TB Simatupang–RA Kartini, Jakarta Selatan, terbukti efektif. Rekayasa ini diterapkan guna mengurai kemacetan parah yang kerap terjadi di ruas jalan tersebut.

Rano mengklaim, berdasarkan laporan dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta, skema rekayasa lalu lintas itu mampu menurunkan tingkat kemacetan hingga 24 persen. "Kalau mendapat laporan dari Dinas Perhubungan, menurun sampai 24 persen. Nanti pasti Pak Gubernur akan memberikan kebijakan. Memang cukup efektif, ya," ujar Rano kepada wartawan di Monas, Jumat (19/9/2025).
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Resmikan Penataan Jalan...
Resmikan Penataan Jalan Rasuna Said, Pramono: Wajah Baru Jakarta
Rano Karno Sebut Jakarta...
Rano Karno Sebut Jakarta Masuk 53 Kota Terbaik Dunia Kalahkan Washington DC
Pramono Dampingi Megawati...
Pramono Dampingi Megawati Hadiri Bung Karno Festival di Taman Proklamasi
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Pramono Bakal Resmikan Ruang Publik di Rasuna Said dan Stasiun KRL JIS
Sambut 5 Abad Jakarta,...
Sambut 5 Abad Jakarta, Pramono Anung Siapkan 500 Ondel-ondel Karya Desainer Top
Polisi Tutup Sementara...
Polisi Tutup Sementara Jalan Sudirman Imbas Demo Mahasiswa di Bundaran HI
Konser BTS Jakarta 2026...
Konser BTS Jakarta 2026 Jadi 3 Hari, Pramono Sebut Berdampak Besar bagi Ekonomi
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
Wamen Stella dan Pramono...
Wamen Stella dan Pramono Anung Bahas Jakarta Jadi Pusat Pendidikan Internasional
Rekomendasi
Kelab Pantai Favorit...
Kelab Pantai Favorit di Bali, Klive Beach Club Menjadi Ikon Baru Uluwatu
Sarwendah Akhirnya Buka...
Sarwendah Akhirnya Buka Suara, Tegas Bantah Halangi Ruben Onsu Bertemu Anak
Transformasi Ekonomi...
Transformasi Ekonomi Progresif, Kepala BPS Canangkan Sensus Ekonomi di Maluku Utara
Berita Terkini
Pemerintah Paksa Daerah...
Pemerintah Paksa Daerah Hentikan Open Dumping Sampah dengan Skema Stick and Carrot
Data BNPB: Karhutla...
Data BNPB: Karhutla di 2 Provinsi Hanguskan 8,3 Hektare Lahan
Hore! Stasiun KRL JIS...
Hore! Stasiun KRL JIS Diresmikan Besok
BMKG Deteksi Siklon...
BMKG Deteksi Siklon Tropis Mekkhala, Ingatkan Potensi Hujan Lebat
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Ini 11 Museum dan 9 Kolam Renang yang Digratiskan selama 3 Hari
Kunjungi IKN, Ketum...
Kunjungi IKN, Ketum Garuda Jajaki Peluang Usaha untuk UMKM
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved