Polres Wonogiri Temukan Korban Tenggelam di Bengawan Solo
Sabtu, 20 September 2025 - 07:33 WIB
loading...
Polres Wonogiri merespons cepat laporan masyarakat dan langsung bersinergi dengan instansi terkait dalam pencarian kasus orang tenggelam di aliran Sungai Bengawan Solo, Kabupaten Wonogiri. Foto/Istimewa
A
A
A
WONOGIRI - Polres Wonogiri merespons cepat laporan masyarakat dan langsung bersinergi dengan instansi terkait dalam pencarian kasus orang tenggelam di aliran Sungai Bengawan Solo, Kabupaten Wonogiri. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.00 WIB, pada Kamis (18/9/2025).
Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo menjelaskan, Polsek Wonogiri Kota menerima laporan lewat sekitar pukul 18.00 WIB mengenai seorang yang tenggelam di aliran Sungai Bengawan Solo tepatnya di sebelah barat Yayasan RPSDM Estu Tomo, Jalan Dahlia II Lingkungan Jatirejo RT03/RW12, Kelurahan Wonoboyo, Kecamatan Wonogiri.
“Korban teridentifikasi sebagai Tri Widodo, lahir di Klaten 1 Juni 1989, berprofesi sebagai buruh harian lepas, beralamat di Soka Rt.01/Rw 01, Desa Soka, Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten," kata Kapolres Wonogiri dalam keterangannya, Jumat (19/9/2025).
Baca juga: Asyik Main di Sungai Bareng Teman-teman, Bocah 5 Tahun di Gowa Hilang Tenggelam
Wahyu menjelaskan kronologi kejadian bermula saat petugas yayasan menemukan satu porsi makanan tersisa pada jam makan malam. "Setelah dilakukan pengecekan, diketahui satu orang pasien tidak ada di tempat. Petugas yayasan langsung menanyakan kepada teman korban yang menjawab bahwa korban ingin mandi di sungai dengan cara melompat pagar belakang panti," ungkapnya.
Pencarian segera dilakukan oleh petugas panti dan ditemukan baju, celana, peci, dan sandal jepit milik korban di pinggir aliran Sungai Bengawan Solo. Karena arus sungai yang sangat deras, petugas panti melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Wonogiri Kota dan Tim BPBD/SAR Kabupaten Wonogiri.
Pencarian gabungan dilakukan dari pukul 19.00 WIB hingga 22.00 WIB, namun korban belum berhasil ditemukan. "Karena situasi yang tidak memungkinkan, pencarian dihentikan dan dilanjutkan keesokan harinya," tambahnya
Lebih jauh Kapolres mengungkapkan kronologi kejadian bermula saat petugas yayasan menemukan satu porsi makanan tersisa pada jam makan malam. Pada Jumat (19/9), sekitar pukul 05.00 WIB, personel Polres Wonogiri, Polsek Wonogiri Kota, dan Tim BPBD/SAR Kabupaten Wonogiri melanjutkan pencarian.
"Sekitar pukul 14.45 WIB korban berhasil ditemukan di pinggir aliran Sungai Bengawan Solo dalam keadaan meninggal dunia dengan posisi mengapung, berjarak kurang lebih 500 meter dari tempat korban melompat," jelasnya.
Korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke RSUD Wonogiri untuk pemeriksaan visum. Hasil pemeriksaan oleh dr. Paramita Riski Setyaningsih menyatakan korban meninggal dunia murni karena tenggelam tanpa tanda-tanda kekerasan pada tubuh.
Kapolres menyampaikan bahwa korban telah diserahkan kepada pihak keluarga. "Pihak keluarga menerima dengan ikhlas atas kejadian tersebut dan tidak bersedia untuk diautopsi serta tidak mempermasalahkan secara hukum dengan membuat surat pernyataan,” pungkas Wahyu.
Tindakan kepolisian dalam kasus ini meliputi mendatangi TKP bersama tim SAR, melaksanakan evakuasi korban, meminta keterangan saksi, dan melaporkan pada pimpinan.
Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo menjelaskan, Polsek Wonogiri Kota menerima laporan lewat sekitar pukul 18.00 WIB mengenai seorang yang tenggelam di aliran Sungai Bengawan Solo tepatnya di sebelah barat Yayasan RPSDM Estu Tomo, Jalan Dahlia II Lingkungan Jatirejo RT03/RW12, Kelurahan Wonoboyo, Kecamatan Wonogiri.
“Korban teridentifikasi sebagai Tri Widodo, lahir di Klaten 1 Juni 1989, berprofesi sebagai buruh harian lepas, beralamat di Soka Rt.01/Rw 01, Desa Soka, Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten," kata Kapolres Wonogiri dalam keterangannya, Jumat (19/9/2025).
Baca juga: Asyik Main di Sungai Bareng Teman-teman, Bocah 5 Tahun di Gowa Hilang Tenggelam
Wahyu menjelaskan kronologi kejadian bermula saat petugas yayasan menemukan satu porsi makanan tersisa pada jam makan malam. "Setelah dilakukan pengecekan, diketahui satu orang pasien tidak ada di tempat. Petugas yayasan langsung menanyakan kepada teman korban yang menjawab bahwa korban ingin mandi di sungai dengan cara melompat pagar belakang panti," ungkapnya.
Pencarian segera dilakukan oleh petugas panti dan ditemukan baju, celana, peci, dan sandal jepit milik korban di pinggir aliran Sungai Bengawan Solo. Karena arus sungai yang sangat deras, petugas panti melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Wonogiri Kota dan Tim BPBD/SAR Kabupaten Wonogiri.
Pencarian gabungan dilakukan dari pukul 19.00 WIB hingga 22.00 WIB, namun korban belum berhasil ditemukan. "Karena situasi yang tidak memungkinkan, pencarian dihentikan dan dilanjutkan keesokan harinya," tambahnya
Lebih jauh Kapolres mengungkapkan kronologi kejadian bermula saat petugas yayasan menemukan satu porsi makanan tersisa pada jam makan malam. Pada Jumat (19/9), sekitar pukul 05.00 WIB, personel Polres Wonogiri, Polsek Wonogiri Kota, dan Tim BPBD/SAR Kabupaten Wonogiri melanjutkan pencarian.
"Sekitar pukul 14.45 WIB korban berhasil ditemukan di pinggir aliran Sungai Bengawan Solo dalam keadaan meninggal dunia dengan posisi mengapung, berjarak kurang lebih 500 meter dari tempat korban melompat," jelasnya.
Korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke RSUD Wonogiri untuk pemeriksaan visum. Hasil pemeriksaan oleh dr. Paramita Riski Setyaningsih menyatakan korban meninggal dunia murni karena tenggelam tanpa tanda-tanda kekerasan pada tubuh.
Kapolres menyampaikan bahwa korban telah diserahkan kepada pihak keluarga. "Pihak keluarga menerima dengan ikhlas atas kejadian tersebut dan tidak bersedia untuk diautopsi serta tidak mempermasalahkan secara hukum dengan membuat surat pernyataan,” pungkas Wahyu.
Tindakan kepolisian dalam kasus ini meliputi mendatangi TKP bersama tim SAR, melaksanakan evakuasi korban, meminta keterangan saksi, dan melaporkan pada pimpinan.
(rca)
Lihat Juga :