APBD Kota Bogor Tidak Cukup Jadi Alasan Bima Arya Enggan PSBB Total

Sabtu, 12 September 2020 - 12:45 WIB
loading...
APBD Kota Bogor Tidak...
Wali Kota Bogor, Bima Arya.Foto/SINDOnews/Dok
A A A
JAKARTA - Pemkot Bogor belum bisa menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Total seperti yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta. Hal itu dikarenakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang tidak mencukupi.

"Warga kita yang dipaksa untuk berdiam di rumah, itu kita bantu ekonominya bagaimana caranya? APBD Kota Bogor itu enggak cukup. Provinsi, kementerian, pemerintah, komitmen atau enggak untuk itu? Kan belum tentu," ungkap Wali Kota Bogor, Bima Arya dalam sebuah diskusi daring, Sabtu (12/9/2020).

Selain APBD yang kurang, lanjut dia, personel di beberapa titik, seperti Satpol PP yang dimiliki Kota Bogor jumlahnya tidak memungkinkan. Total Satpol PP yang dipunyai kota Bogor, hanya berkisar 200-an personel.

"Tindakan yang melakukan lockdown terhadap aktivitas ekonomi warga tanpa cukup resources dan logistik, saya kira itu enggak pas. Kita belajar dari PSBB yang sudah dilakukan beberapa bulan ke belakang. Personel-personel kita harus-harus kuat, Satpol PP kita itu enggak sampai 200 personel. Kemudian, TNI-Polri mampu atau enggak? Kan gitu," tuturnya.

Dia menuturkan, hal utama yang kerap menjadi masalah adalah soal konsistensi. Poin kedua, adalah soal ekonomi."Utamanya adalah konsistensi kita, kalau PSBB dilakukan secara total atau lockdown ya oke. Tapi urusan ekonominya selesai atau enggak ini? Personelnya kuat atau enggak? Kalau enggak ya kita enggak konsisten," tuturnya. (Baca: F-PDIP DPRD DKI Tegaskan Tolak PSBB Total di Jakarta)

Dia menuturkan, bilamana Kota Bogor ingin menerapkan PSBB total, maka pihaknya meminta untuk bersama-sama pemerintah pusat berkoordinasi bersama. Ketika koordinasi sudah berjalan. maka masalah-masalah yang ada dapat terurai dan diberikan satu per satu solusinya. "Dibicarakan bersama-sama, oke Kota Bogor kondisinya bagaimana? Kebutuhannya berapa? berapa lama, APBD-nya berapa, provinsi berapa, kementerian berapa? Kan begitu. Ini perlu pendalaman sekali," ujarnya.
(hab)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Ini Lokasinya
KJP Plus Tahap 1 2026...
KJP Plus Tahap 1 2026 Sudah Cair, Cek Rincian Dana yang Diterima Siswa
Pekan Raya Jakarta 2026...
Pekan Raya Jakarta 2026 Belum Humanis bagi Pengunjungnya
Rekomendasi
Cing Abdel Sudah Ikhlas...
Cing Abdel Sudah Ikhlas Lepas Temon, Kini Hanya Tersisa Kenangan Lucu
My Chef In Crime Segera...
My Chef In Crime Segera Tayang di VISION+: Indonesia’s First Culinary Crime Thriller yang Wajib Masuk Watchlist!
Khalil al-Hayya Jadi...
Khalil al-Hayya Jadi Pemimpin Hamas, Perjuangan Gaza Makin Konfrontatif atau Pragmatis?
Berita Terkini
Perkuat Kolaborasi Inovasi...
Perkuat Kolaborasi Inovasi Perikanan, Bupati Bogor Tinjau Fasilitas Raiser Ikan Hias BRIN
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran...
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran Lama 09 Roboh, Pramono: Saya Baru Tahu Pas Viral
Integrasi Satuan Pendidikan,...
Integrasi Satuan Pendidikan, UIN Jakarta: Tak Bergantung pada Satu Putusan PTUN
2 Gudang Besar Narkoba...
2 Gudang Besar Narkoba di Bogor Dibongkar, Polisi Sita Jutaan Butir Obat Keras Ilegal
Pipa Gas Meledak di...
Pipa Gas Meledak di Medan, 1 Tewas dan 2 Orang Lainnya Masih Tertimbun
Dukung Fatwa MUI Jatim,...
Dukung Fatwa MUI Jatim, APVI Ajak Perkuat Kolaborasi Cegah Penyalahgunaan Narkotika
Infografis
10 Alasan Revolusi Prancis...
10 Alasan Revolusi Prancis Jadi Simbol Perlawanan Rakyat terhadap Tirani dan Ketidakadilan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved