ASEAN Impact Investment Forum, Wagub DKI Komitmen Permudah Inovasi dan Investasi
Jum'at, 19 September 2025 - 13:58 WIB
loading...
A
A
A
Silverman menyoroti kondisi global yang semakin terpolarisasi, di mana masyarakat kerap terbagi secara ekstrem. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk memecahkan masalah mendesak dunia.
“Kita perlu bekerja sama dengan lebih banyak empati, memahami perspektif pihak lain dan menggabungkan kekuatan inovator, pembuat kebijakan, investor, dan akademisi. Jakarta memiliki posisi unik sebagai kota masa depan yang mampu mewujudkan kolaborasi tersebut,” jelas Silverman.
Silverman menegaskan tugas utama para pelaku ekosistem bukan hanya berinovasi lebih cepat, tetapi juga menanamkan akar yang lebih dalam di komunitas lokal melalui nilai bersama. Inilah yang menurutnya menjadikan Jakarta dan JIF 2025 begitu istimewa.
“Jakarta bukan hanya sebuah kota yang penuh kemungkinan, tetapi juga kota koneksi. JIF 2025 menjadi bukti nyata bagaimana teknologi, keuangan, dan nilai komunitas dapat disatukan untuk membangun investasi yang benar-benar bermakna,” ucapnya.
Wakil Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Matthew Downing, mengungkapkan arah masa depan pembangunan tidak bisa lagi dilepaskan dari nilai tanggung jawab dan keberlanjutan. Menurutnya, inovasi bukan sekadar melahirkan teknologi baru, tetapi juga memastikan bahwa setiap terobosan membawa manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat.
“Diskusi hari ini menunjukkan betapa pentingnya inovasi yang bertanggung jawab dan pertumbuhan berkelanjutan. Momentum ini harus kita lanjutkan untuk mewujudkan ekonomi yang inklusif dan berdampak positif bagi masyarakat,” ungkap Downing.
Downing menekankan sejumlah inisiatif strategis yang saat ini tengah dijalankan, merupakan bentuk nyata komitmen Inggris terhadap pertumbuhan berkelanjutan. Salah satunya adalah Blue Innovative Startup Acceleration Programme (BISA), sebuah program yang mendorong kolaborasi antara startup teknologi, komunitas akar rumput, dan generasi muda untuk menciptakan solusi nyata bagi tantangan pesisir dan perubahan iklim.
“Melalui BISA, kami ingin memastikan bahwa inovasi tidak hanya lahir dari laboratorium atau ruang rapat, tetapi juga dari pengalaman masyarakat yang sehari-hari berhadapan langsung dengan dampak perubahan iklim,” jelas Downing.
Lebih jauh, Inggris juga menegaskan komitmennya dalam mendukung transformasi Jakarta menuju kota global dan berbudaya, serta pusat keuangan internasional, melalui kerja sama di bidang pembangunan kota berkelanjutan, inovasi, dan penguatan kapasitas SDM. “Mari kita terus bekerja bersama untuk mengubah ide menjadi aksi, dan ambisi menjadi dampak. Bersama kita bisa,” katanya.
“Kita perlu bekerja sama dengan lebih banyak empati, memahami perspektif pihak lain dan menggabungkan kekuatan inovator, pembuat kebijakan, investor, dan akademisi. Jakarta memiliki posisi unik sebagai kota masa depan yang mampu mewujudkan kolaborasi tersebut,” jelas Silverman.
Silverman menegaskan tugas utama para pelaku ekosistem bukan hanya berinovasi lebih cepat, tetapi juga menanamkan akar yang lebih dalam di komunitas lokal melalui nilai bersama. Inilah yang menurutnya menjadikan Jakarta dan JIF 2025 begitu istimewa.
“Jakarta bukan hanya sebuah kota yang penuh kemungkinan, tetapi juga kota koneksi. JIF 2025 menjadi bukti nyata bagaimana teknologi, keuangan, dan nilai komunitas dapat disatukan untuk membangun investasi yang benar-benar bermakna,” ucapnya.
Wakil Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Matthew Downing, mengungkapkan arah masa depan pembangunan tidak bisa lagi dilepaskan dari nilai tanggung jawab dan keberlanjutan. Menurutnya, inovasi bukan sekadar melahirkan teknologi baru, tetapi juga memastikan bahwa setiap terobosan membawa manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat.
“Diskusi hari ini menunjukkan betapa pentingnya inovasi yang bertanggung jawab dan pertumbuhan berkelanjutan. Momentum ini harus kita lanjutkan untuk mewujudkan ekonomi yang inklusif dan berdampak positif bagi masyarakat,” ungkap Downing.
Downing menekankan sejumlah inisiatif strategis yang saat ini tengah dijalankan, merupakan bentuk nyata komitmen Inggris terhadap pertumbuhan berkelanjutan. Salah satunya adalah Blue Innovative Startup Acceleration Programme (BISA), sebuah program yang mendorong kolaborasi antara startup teknologi, komunitas akar rumput, dan generasi muda untuk menciptakan solusi nyata bagi tantangan pesisir dan perubahan iklim.
“Melalui BISA, kami ingin memastikan bahwa inovasi tidak hanya lahir dari laboratorium atau ruang rapat, tetapi juga dari pengalaman masyarakat yang sehari-hari berhadapan langsung dengan dampak perubahan iklim,” jelas Downing.
Lebih jauh, Inggris juga menegaskan komitmennya dalam mendukung transformasi Jakarta menuju kota global dan berbudaya, serta pusat keuangan internasional, melalui kerja sama di bidang pembangunan kota berkelanjutan, inovasi, dan penguatan kapasitas SDM. “Mari kita terus bekerja bersama untuk mengubah ide menjadi aksi, dan ambisi menjadi dampak. Bersama kita bisa,” katanya.
(cip)
Lihat Juga :