Gelar NU Mendengar, PWNU DKI Soroti Kesenjangan Sosial di Jakarta Sangat Tinggi

Jum'at, 19 September 2025 - 11:29 WIB
loading...
Gelar NU Mendengar,...
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta menyoroti tingginya kesenjangan sosial di Jakarta. Foto/istimewa
A A A
JAKARTA - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta menyoroti tingginya kesenjangan sosial di Jakarta. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jakarta pada 2024 mencapai angka 84,15 dan merupakan yang tertinggi di Indonesia.

Selain itu, ketimpangan sosial juga bisa dilihat dari gini rasio Jakarta per Maret 2025 adalah 0,441 dan juga menjadi yang tertinggi di Indonesia. Padahal ekonomi Jakarta pada kuartal II 2025 tumbuh 5,18% lebih besar dari pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,12%.

Melihat hal ini, PWNU DKI Jakarta akan menggelar deretan kegiatan NU Mendengar yang terdiri dari penandatangan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU), Focuss Group Discussion (FGD), hingga Workshop dengan tema Gerakan NU Jakarta untuk Kota Berkelanjutan: Bersih, Adil, dan Harmoni.

Baca juga: Pejabat Makin Kaya Rakyat Hidup dalam Kemiskinan, Bagaimana Pandangan Islam?

Melalui program ini, NU Jakarta akan mendengarkan berbagai harapan akan peran NU Jakarta terhadap berbagai persoalan terkini baik dari pemerintah, ormas keagamaan dan BUMD serta masyarakat dimana dalam kesempatan kali ini akan difokuskan pada isu Krisis Sampah Jakarta, Ketimpangan Sosial dan rapuhnya harmoni keragaman Jakarta.

Selain itu, kegiatan ini juga dilatarbelakangi oleh kondisi Jakarta yang masuk dalam deretan kota yang darurat sampah dengan timbulan 7.500 hingga 8.000 ton sampah per hari. Tingkat timbulan sampah Jakarta ini merupakan 5,59 persen dari total timbulan sampah secara nasional yang sebanyak 143 ribu ton per hari.

Di sisi lain, kapasitas TPST Bantar Gebang yang ada saat ini, telah berubah menjadi gunung-sampah setinggi 50 meter dan hanya tersisa 10% dari total 110 ha yang belum terpakai, sehingga berpotensi overload dalam 2 atau 3 tahun ke-depan.

Baca juga: Waketum MUI: Kesenjangan Sosial dan Ekonomi Semakin Terjal

Lebih dari 50% sampah tersebut merupakan sampah organik yang bisa menimbulkan gas beracun, longsor, pencemaran air, penyakit warga hingga kebakaran. Selain itu Jakarta juga mengalami kerentanan harmoni dengan 11 juta penduduk dari ratusan etnis dan keyakinan. Sebab dengan ragamnya etnis dan keyakinan ini, rawan terjadi diskriminasi, kesenjangan hingga polarisasi politik yang bisa menimbulkan gesekan sosial di Jakarta.

Dari sederet keresahan tersebut, PWNU Jakarta hadir untuk memastikan Jakarta tetap jadi kota yang layak huni, adil bagi semua dan damai dalam keberagaman.

Program ini membentuk sebuah forum strategis antara NU sebagai ormas keagamaan, pemerintah, BUMD, juga masyarakat untuk menjawab tantangan di Jakarta. Selain itu, melalui penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dan deklarasi, membuat adanya komitmen menyelesaikan permasalahan lingkungan di Jakarta sekaligus menekan kesenjangan sosial warganya melalui pendekatan ekonomi sirkular.

PWNU juga akan melibatkan pesantren dan majelis taklim di Jakarta untuk pilot project gelaran NU Mendengar ini. Selain itu, nantinya forum yang terbentuk bisa menjadi sumber rekomendasi kebijakan berkelanjutan bagi pemerintah juga komunitas.

Bentuk deretan kegiatan ini nantinya adalah tiga seri FGD dengan tema Sampah dan Lingkungan, Ekonomi Kerakyatan dan Kemiskinan Perkotaan dan Harmoni Keagamaan dan Kebangsaan.

FGD pertama akan direncanakan akan dilakukan dengan MoU dan deklarasi komitmen bersama Jakarta bebas sampah sampai 2030 antara NU Jakarta, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (DKPKP), Perumda pasar Jaya dan PT Jakpro. Agenda ini akan digelar pada 11 Oktober 2025 di aula PWNU DKI Jakarta.

Selanjutnya FGD kedua akan digelar di tempat yang sama pada 25 Oktober 2025 dengan jumlah peserta juga 30 kelompok pelatihan dan ormas keagamaan. Selanjutnya FGD ketiga akan digelar pada 11 November 2025 yang dihadiri oleh 30 peserta kelompok pelatihan, dinas lingkungan hidup, DKPKP, DPPKUKM, Pasar Jaya, Jakpro ahli atau pegiat urban farming dan maggot.

Selain itu ada juga latihan untuk urban farming dan teknologi biokonversi maggot yang akan digelar pada 27 September 2025. Konsep acaranya adalah pelatihan satu hari untuk biokonversi maggot dan pemanfaatan sampah rumah tangga atau lingkungan. Kegiatan ini rencananya akan dihadiri oleh 60 orang yang berasal dari 30 kelompok, serta nantinya akan dibekali starter kit dikonversi maggot dan pasca pelatihan, setiap peserta juga akan bergabung dalam komunitas organika yang menjadi wadah komunikasi dan bimbingan lanjutan pasca pelatihan.

Tidak berhenti sampai pada mendengar cerita dan keluhan masyarakat pada gelaran FGD, PWNU juga akan menindaklanjuti gelaran NU Mendengar ini dengan pelatihan teknis dan inkubasi bisnis untuk Pesantren, majelis ta’lim dan komunitas.

Kemudian mengimplementasikan pilot project integratif di majelis taklim dan melibatkan komunitas lokal dengan memperkuat ekosistem ekonomi sirkular dari tahap sebelumnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pelajar Tewas Tersangkut...
Pelajar Tewas Tersangkut Kabel, DPRD Desak Pemprov DKI Jakarta Tata Ulang Pengelolaan Utilitas
2 Fakta Stasiun JIS:...
2 Fakta Stasiun JIS: Hanya Miliki Satu Peron dan Beroperasi hingga Pukul 21.30 WIB
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bersama Ewindo Perkuat Pengembangan Pertanian Perkotaan
Meriahkan HUT ke-499...
Meriahkan HUT ke-499 Jakarta, 2.000 Anak Ikuti Khitanan Massal Gratis
Seruan Masyayikh NU...
Seruan Masyayikh NU di Ponpes Al Falah Ploso Redam Ketegangan di PBNU
Pramono Bangun Pedestrian...
Pramono Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas untuk Tingkatkan Konektivitas
Haul Akbar Ploso, Gus...
Haul Akbar Ploso, Gus Muhaimin: Jangan Hanya Menonton, Santri Harus Jadi Solusi Bangsa
Hadiri Munas-Konbes...
Hadiri Munas-Konbes NU 2026, Prabowo Apresiasi Peran Strategis NU bagi Bangsa
Sepekan Digelar, Jakarta...
Sepekan Digelar, Jakarta Fair 2026 Raih 1,5 Juta Pengunjung
Rekomendasi
Ketat! Hanya 17 Sekolah...
Ketat! Hanya 17 Sekolah dari Depok yang Lolos ke Babak Jakarta Liga Bintang Juara GTV
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
Ini Daftar Hakim yang...
Ini Daftar Hakim yang Bakal Mengadili Dokter Tifa dan Roy Suryo
Berita Terkini
Jaga Masa Depan, Pureco...
Jaga Masa Depan, Pureco dan LindungiHutan Tanam 300 Mangrove di Wonorejo
Momen Riuh di Gorontalo,...
Momen Riuh di Gorontalo, Massa Kompak Teriakkan Nama Seskab Teddy di Depan Presiden Prabowo
Mantan Kapolres Bima...
Mantan Kapolres Bima Terima Dana dari Bandar Narkoba, Pengacara: Tuduhan Mengada-ada
DPC Rampung di 9 Kecamatan,...
DPC Rampung di 9 Kecamatan, Partai Perindo Tubaba Tancap Gas Bentuk DPRt
Digugat Roy Suryo soal...
Digugat Roy Suryo soal Penggeledahan, Polda Metro Jaya Siap Hadir
BNPP Perkuat Pengawasan...
BNPP Perkuat Pengawasan Perbatasan RI-Timor Leste via Survei Pengendalian Jalur Tak Resmi di Belu
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved