6.118 Personel Gabungan Disiagakan Amankan Demo di Istana dan Gedung DPR
Rabu, 17 September 2025 - 08:32 WIB
loading...
Pengamanan Gedung MPR, DPR, dan DPD RI. Foto/Dok SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro menyiagakan ribuan personel pengamanan demonstrasi pengemudi ojek online (ojol) dan mahasiswa. Aksi akan digelar di kawasan Istana dan Gedung DPR /MPR, Jakarta Pusat, Rabu (17/9/2025).
"Khusus pengamanan aksi demonstrasi di kawasan Istana dan DPR/MPR sebanyak 6.118 personel disiagakan," kata Susatyo dalam keterangannya dikutip, Rabu (17/9).
Susatyo menekankan pengamanan dilakukan humanis, tanpa senjata api. Dan rekayasa lalu lintas (lalin) akan diterapkan situasional melihat eskalasi massa.
Baca Juga: Wacana Tuntutan 10 Persen Ojol Berisiko Matikan Denyut Ekonomi Digital
"Kami ingin memastikan kegiatan berlangsung aman, tertib, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat lainnya. Pengamanan ini dilakukan untuk menjaga kelancaran penyampaian aspirasi publik," ucapnya.
Soal lalu lintas, pihaknya akan melihat eskalasi jumlah massa di lapangan. Lebih lanjut, Susatyo wanti-wanti massa untuk menggelar aksi secara damai dan tertib. Massa dilarang bakar ban, rusak fasilitas umum, atau menutup jalan.
"Silakan menyampaikan pendapat, tetapi tetap dalam koridor hukum dan ketertiban. Kami hadir untuk memastikan semuanya berjalan dengan aman dan kondusif."
Sebelumnya, ribuan pengemudi ojek online (ojol) bersama mahasiswa akan menggelar aksi unjuk rasa di Jakarta pada Rabu (17/9/2025). Aksi demo ojol ini juga bertepatan dengan Peringatan Hari Perhubungan Nasional. Aksi ini diinisiasi Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia. Tuntutan utama aksi hari ini yaitu potongan Aplikator 10%.
Ketua Umum Garda Indonesia Raden Igun Wicaksono mengatakan, titik aksi akan diawali di depan Kantor Kementerian Perhubungan, lalu ke Istana Presiden dan berakhir di depan gedung DPR RI.
"Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia bersama gabungan aliansi, komunitas-komunitas ojek online, mahasiswa dari BEM UI, dan aliansi-aliansi mahasiswa lainnya," ujarnya.
"Khusus pengamanan aksi demonstrasi di kawasan Istana dan DPR/MPR sebanyak 6.118 personel disiagakan," kata Susatyo dalam keterangannya dikutip, Rabu (17/9).
Susatyo menekankan pengamanan dilakukan humanis, tanpa senjata api. Dan rekayasa lalu lintas (lalin) akan diterapkan situasional melihat eskalasi massa.
Baca Juga: Wacana Tuntutan 10 Persen Ojol Berisiko Matikan Denyut Ekonomi Digital
"Kami ingin memastikan kegiatan berlangsung aman, tertib, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat lainnya. Pengamanan ini dilakukan untuk menjaga kelancaran penyampaian aspirasi publik," ucapnya.
Soal lalu lintas, pihaknya akan melihat eskalasi jumlah massa di lapangan. Lebih lanjut, Susatyo wanti-wanti massa untuk menggelar aksi secara damai dan tertib. Massa dilarang bakar ban, rusak fasilitas umum, atau menutup jalan.
"Silakan menyampaikan pendapat, tetapi tetap dalam koridor hukum dan ketertiban. Kami hadir untuk memastikan semuanya berjalan dengan aman dan kondusif."
Sebelumnya, ribuan pengemudi ojek online (ojol) bersama mahasiswa akan menggelar aksi unjuk rasa di Jakarta pada Rabu (17/9/2025). Aksi demo ojol ini juga bertepatan dengan Peringatan Hari Perhubungan Nasional. Aksi ini diinisiasi Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia. Tuntutan utama aksi hari ini yaitu potongan Aplikator 10%.
Ketua Umum Garda Indonesia Raden Igun Wicaksono mengatakan, titik aksi akan diawali di depan Kantor Kementerian Perhubungan, lalu ke Istana Presiden dan berakhir di depan gedung DPR RI.
"Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia bersama gabungan aliansi, komunitas-komunitas ojek online, mahasiswa dari BEM UI, dan aliansi-aliansi mahasiswa lainnya," ujarnya.
(zik)
Lihat Juga :