Kudeta Kekuasaan, Cerita Sejarah Perjalanan Kerajaan Singasari hingga Disatukan Wisnuwardhana

Rabu, 17 September 2025 - 07:39 WIB
loading...
Kudeta Kekuasaan, Cerita...
Kudeta dan konflik berkepanjangan mewarnai Kerajaan Singasari yang diawali oleh kepemimpinan Ken Arok. Pemberontakan, pembunuhan, dan kudeta raja selalu mewarnai jalannya pemerintahan. Foto: Ist
A A A
KUDETA dan konflik berkepanjangan mewarnai Kerajaan Singasari yang diawali oleh kepemimpinan Ken Arok. Pemberontakan, pembunuhan, dan kudeta raja selalu mewarnai jalannya pemerintahan. Maklum saja Ken Arok yang mendirikan Kerajaan Singasari merebut wilayah dari Kediri.

Saat itu, Kerajaan Kediri dipimpin Kertajaya berhasil ditaklukkan Ken Arok atau bergelar Sri Rajasa Sang Amurwabhumi. Sejak saat itu muncul dua kubu di internal Singasari yang menjadi cikal bakal wilayah Malang.

Meninggalnya Ken Arok pada 1227 oleh kudeta dan pembunuhan anak kandung Tunggul Ametung, akuwu Tumapel saat di bawah Kediri menjadi awal mula konflik berkepanjangan. Pada tahun itu juga terjadi perseteruan antara Singasari dan Kediri.

Baca juga: Serangan Besan Raja Buat Riwayat Kerajaan Singasari Tamat

Daha yang menjadi kota kedua di bawah kekuasaan Singasari membelot dan berusaha berdikari sendiri. Di bawah kekuasaan Bhatara Parameswara atau Mahisa Wong Teleng, Daha yang masih menjadi wilayah bawahan Singasari tak mau tunduk kepada Tumapel yang dipimpin Anusapati. Saudara-saudara Mahisa Wong Teleng atau Bhatara Parameswara juga turut membelot dan membela Mahisa Wonga Teleng.

Sejarawan Prof Slamet Muljana pada "Pemugaran Persada Sejarah Leluhur Majapahit", menyatakan pada Prasasti Mula Malurung dideskripsikan pergantian penguasa daerah. Guning Bhaya dan Tohjaya kemudian berturut-turut menggantikan Mahisa Wonga Teleng.

Sepeninggal Tohjaya yang berkuasa di Kediri, kedua kerajaan ini akhirnya berhasil disatukan oleh Sri Jayawisnuwardhana Sang Mapanji Seminingrat sejak 19 September 1248. Penyatuan kedua kerajaan ini dibantu Mahisa Cempaka dan Ranggawuni, yang dalam Pararaton ternyata sebagai Sang Pamegat di Ranu Kebayan yang mendorong usaha penyatuan Kediri dengan Tumapel.

Dukungan dari para pembesar pejabat daerah di Daha juga akhirnya Wisnuwardhana berhasil kembali menggabungkan Kediri dengan Tumapel yang telah dikuasai sepeninggal Anusapati pada 1248. Selanjutnya, Sang Apanji Patipati mengabdi kepada Sri Kertanagara yang sejak tahun 1254 menurut Nagarakretagama diangkat sebagai raja di wilayah Kediri.

Nama Ranggawuni tidak pernah disebut pada Prasasti Maribong dan Prasasti Mula Malurung. Pada kedua prasasti ini yang disebut yakni nama Seminingrat. Pada Prasasti Maribong jelas bahwa nama Jayawisnuwardhana adalah nama abhiseka. Sang Mapanji Seminingrat jelas adalah nama garbhopati Jayawisnuwardhana.

Namun, tidak diketahui penggubah Pararaton hingga memperoleh nama Ranggawuni. Kebalikannya nama Seminingrat tidak pernah disebut dalam Pararaton. Tetapi, Pararaton menyajikan panjang lebar tentang persekutuan Ranggawuni dan Mahisa Campaka, putra Mahisa Wonga Teleng.

Setelah berhasil mengalahkan Tohjaya, yang kemudian menyingkir ke Katang Lumbang, Ranggawuni lantas naik takhta di Kerajaan Tumapel dengan mengambil nama abhiseka Wisnuwardhana. Sedangkan, Mahisa Campaka dijadikan ratu angabhaya bergelar Narasinga.

Sayangnya, uraian Pararaton oleh Slamet Muljana pada bukunya disebut tak bisa dibenarkan, karena ternyata Nararya Tohjaya bukan raja di Tumapel, tapi hanya untuk memperebutkan kekuasaan di Kediri. Prasasti Mula Malurung sama sekali tidak menyinggung adanya pemberontakan terhadap Nararya Tohjaya.

Pararaton menyebutkan Tohjaya mangkat pada tahun saka 1172 atau sekitar 1250 Masehi kemudian dicandikan di Katang Lumbang. Oleh karena penyatuan Kediri dan Tumapel berlangsung sepeninggal Nararya Tohjaya, maka peristiwa itu berlangsung sesudah tahun 1250.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sudirman Said: Kepemimpinan...
Sudirman Said: Kepemimpinan Berkelanjutan Lahir dari Sistem yang Kuat
Sasar Siswa SMA, Kemendagri...
Sasar Siswa SMA, Kemendagri Gelar Dialog Pemahaman Nilai Sejarah
Lahir dari Kas Masjid,...
Lahir dari Kas Masjid, Begini Cikal Bakal BRI yang Berusia 130 Tahun
Kunjungi Banda Neira,...
Kunjungi Banda Neira, Mendagri Tegaskan Komitmen Pelestarian Warisan Sejarah
Hotel Legendaris Ini...
Hotel Legendaris Ini Hidupkan Kembali Identitas Historis dan Nilai Budaya Yogyakarta
Raja Singasari Kertanagara...
Raja Singasari Kertanagara Pencetus Penyatuan Nusantara yang Gemar Jalankan Ritual Tantrayana
Said Didu ke Presiden...
Said Didu ke Presiden Prabowo: Kawan Bapak Tuh Ada di Luar, Bukan di Dalam
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Rekomendasi
Sunscreen Ringan Jadi...
Sunscreen Ringan Jadi Pilihan Perlindungan Kulit Harian di Iklim Tropis
Badan Siber PP GP Ansor...
Badan Siber PP GP Ansor Kritik Ketertutupan Pembahasan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber
Mencicipi Lima Abad...
Mencicipi Lima Abad Jakarta dari Meja Makan, Warisan Kuliner Peranakan di Kota Tua
Berita Terkini
Tak Hanya Andalkan Teknologi,...
Tak Hanya Andalkan Teknologi, KAI Bangun Loyalitas via Pelayanan Berkualitas
Program ParenTRING,...
Program ParenTRING, Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal
Komut Pertamina Kunjungan...
Komut Pertamina Kunjungan Kerja ke Jatim hingga Nusa Tenggara, Ini Hasilnya
Besok Upacara Peringatan...
Besok Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Cikeas, Cari Jalur Alternatif Hindari Kemacetan
Gunung Dukono Maluku...
Gunung Dukono Maluku Utara Erupsi, PVMBG Imbau Masyarakat Waspada
Gapasdap: Penggunaan...
Gapasdap: Penggunaan B50 untuk Kapal Bebani Biaya Operasional Angkutan Penyeberangan
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved