Kacab Bank Sempat Mau Dibawa ke Safe House, tapi Batal
Selasa, 16 September 2025 - 18:36 WIB
loading...
Polda Metro Jaya menetapkan 15 orang tersangka kasus penculikan dan pembunuhan terhadap kepala cabang pembantu (KCP) salah satu bank BUMN bernama M Ilham Pradipta (37). Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Polisi mengungkapkan bahwa kepala cabang pembantu (KCP) salah satu bank bernama M Ilham Pradipta (37) sempat mau dibawa para penculik ke 'safe house'. Di sana, tersangka akan memaksa korban untuk membobol rekening dormant dan memindahkan isinya ke rekening penampungan.
“Saudara D dan AAM, JP, memiliki safe house yang mana lokasi safe house tersebut diharapkan untuk bisa memaksa korban untuk melakukan kegiatan pemindahan dana," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Wira Satya Triputra, Selasa (16/9/2025).
Sementara itu, Kasubdit Jatanras AKBP Abdul Rahim mengatakan safe house itu sempat dijanjikan oleh prajurit Kopassus berinisial Serka N yang ikut menjadi tersangka dalam kasus ini. Rencana membawa korban ke safe house gagal karena tempatnya lagi digunakan orang lain.
Baca juga: Polisi Ungkap Alasan Kacab Bank Jadi Target Pelaku Penculikan
“Pada saat perencanaan, N menyanggupi untuk menyiapkan posko. Namun, pada pelaksanaannya N menyampaikan bahwa posko yang disiapkan sedang disewa oleh orang lain. Sehingga tidak dibawa ke posko, sehingga dipaksa dalam mobil Fortuner," ujar dia.
Dia menuturkan, pelaku N, JP, dan U kemudian membawa korban menggunakan mobil Fortuner hitam ke daerah pesawahan di Bekasi. Korban yang telah diikat dan dilakban diduga dianiaya di dalam mobil lalu dibuang dalam kondisi sudah lemas.
Kenapa tidak jadi datang tim penjemput? Sebenarnya tim penjemput itu tidak ada. Yang ada itu adalah tim IT yang disiapkan oleh K alias C. Justru tim penjemput ini adalah N dan JP. Yang mana seharusnya N dan JP bawa korban ke posko. Setelah di posko, korban dipaksa," imbuhnya.
"Seandainya korban mau, baru nanti tim IT yang disiapkan oleh K alias C akan datang sama-sama membawa korban ke bank. Nanti akan dieksekusi rekening dormant tersebut di bank kantornya si korban bekerja," jelas dia.
Sebagai informasi, MIP ditemukan tewas di Serang Baru, Kabupaten Bekasi, pada Kamis (21/8/2025). Korban tewas setelah diculik para pelaku setelah selesai melaksanakan meeting bersama rekan kerjanya di supermarket di Pasar Rebo, Jakarta Timur, pada Rabu (20/8/2025).
Sebelum ditemukan tewas di kawasan Bekasi, Kepala cabang sebuah bank di kawasan Cempaka Putih inisial MIP diduga diculik dahulu di parkiran pusat perbelanjaan di Ciracas, Jakarta Timur. Pasalnya, terdapat rekaman CCTV di lokasi dugaan penculikan korban yang menggambarkan peristiwa penculikan korban.
Dalam rekaman CCTV berdurasi 38 detik itu, korban disekap sejumlah orang. Dia lantas dimasukan ke dalam sebuah mobil berwarna putih. Korban tampak hendak masuk ke dalam mobil berwarna hitam miliknya.
“Saudara D dan AAM, JP, memiliki safe house yang mana lokasi safe house tersebut diharapkan untuk bisa memaksa korban untuk melakukan kegiatan pemindahan dana," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Wira Satya Triputra, Selasa (16/9/2025).
Sementara itu, Kasubdit Jatanras AKBP Abdul Rahim mengatakan safe house itu sempat dijanjikan oleh prajurit Kopassus berinisial Serka N yang ikut menjadi tersangka dalam kasus ini. Rencana membawa korban ke safe house gagal karena tempatnya lagi digunakan orang lain.
Baca juga: Polisi Ungkap Alasan Kacab Bank Jadi Target Pelaku Penculikan
“Pada saat perencanaan, N menyanggupi untuk menyiapkan posko. Namun, pada pelaksanaannya N menyampaikan bahwa posko yang disiapkan sedang disewa oleh orang lain. Sehingga tidak dibawa ke posko, sehingga dipaksa dalam mobil Fortuner," ujar dia.
Dia menuturkan, pelaku N, JP, dan U kemudian membawa korban menggunakan mobil Fortuner hitam ke daerah pesawahan di Bekasi. Korban yang telah diikat dan dilakban diduga dianiaya di dalam mobil lalu dibuang dalam kondisi sudah lemas.
Kenapa tidak jadi datang tim penjemput? Sebenarnya tim penjemput itu tidak ada. Yang ada itu adalah tim IT yang disiapkan oleh K alias C. Justru tim penjemput ini adalah N dan JP. Yang mana seharusnya N dan JP bawa korban ke posko. Setelah di posko, korban dipaksa," imbuhnya.
"Seandainya korban mau, baru nanti tim IT yang disiapkan oleh K alias C akan datang sama-sama membawa korban ke bank. Nanti akan dieksekusi rekening dormant tersebut di bank kantornya si korban bekerja," jelas dia.
Sebagai informasi, MIP ditemukan tewas di Serang Baru, Kabupaten Bekasi, pada Kamis (21/8/2025). Korban tewas setelah diculik para pelaku setelah selesai melaksanakan meeting bersama rekan kerjanya di supermarket di Pasar Rebo, Jakarta Timur, pada Rabu (20/8/2025).
Sebelum ditemukan tewas di kawasan Bekasi, Kepala cabang sebuah bank di kawasan Cempaka Putih inisial MIP diduga diculik dahulu di parkiran pusat perbelanjaan di Ciracas, Jakarta Timur. Pasalnya, terdapat rekaman CCTV di lokasi dugaan penculikan korban yang menggambarkan peristiwa penculikan korban.
Dalam rekaman CCTV berdurasi 38 detik itu, korban disekap sejumlah orang. Dia lantas dimasukan ke dalam sebuah mobil berwarna putih. Korban tampak hendak masuk ke dalam mobil berwarna hitam miliknya.
(rca)
Lihat Juga :