Pelaku Penculikan Kacab Bank Niat Kuras Rekening Dormant, dari Mana Infonya?
Selasa, 16 September 2025 - 16:19 WIB
loading...
Para pelaku dihadirkan saat sesi konferensi pers di Aula Satya Haprabu Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Foto/Riyan Rizki Roshali
A
A
A
JAKARTA - Motif dari pelaku penculikan dan pembunuhan kepala cabang pembantu berinisial MIP (37) yakni ingin menguras dana di rekening nganggur atau dormant. Lantas dari mana tersangka mengetahui isi di rekening dormant itu?
“Hasik pemeriksaan Saudara C alias K itu mendapatkan informasi dari temannya dengan inisial S," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Wira Satya Triputra saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Selasa (16/9/2025).
Wira mengatakan pihaknya masih mendalami soal sosok tersebut. Dia mengatakan C belum terbuka soal sosok S.
Baca juga: 4 Klaster Tersangka Kasus Penculikan dan Pembunuhan Kacab Bank Lengkap dengan Perannya
“Ini masih kita dalami dan kita lakukan pengejaran karena masih, apa namanya, identitasnya ini masih belum jelas yang disampaikan," ujarnya.
Dia menambahkan mengatakan C alias K juga belum terbuka soal berapa uang dalam rekening dormant yang hendak mereka kuras. Dia mengatakan C sejauh ini tertutup saat diperiksa penyidik.
"Berapa jumlahnya sampai sekarang juga belum kita ketahui, karena Saudara C alias K ini masih tertutup," jelas dia.
1. C alias Ken berperan mengatur, menyiapkan rencana, dan menyiapkan tim IT untuk memindahkan uang dari rekening dormant ke rekening penampungan.
2. Dwi Hartono (DH) berperan mencari tim penculik, menyiapkan tim untuk membuntuti korban, merencanakan penculikan, memberi uang Rp 60 juta kepada JP untuk operasionalisasi penculikan.
3. AAM berperan merencanakan penculikan korban dan menyiapkan tim mengikuti korban.
4. JP berperan mempersiapkan tim eksekutor bersama N, ikut membuang korban di Cikarang bersama N, mengkoordinir dan mengawasi jalannya pembuntutan sampai penculikan, memberi uang Rp 150 juta kepada N untuk operasional penculikan.
Kemudian, polisi juga membagi klaster penculikan dengan lima orang pelaku yakni:
1. E berperan memasukkan korban secara paksa ke mobil para penculik, melakukan penganiayaan, melilitkan lakban dan mengikat tangan korban. E menerima uang Rp 45 juta dari Kopda FH yang juga menjadi tersangka dan diusut Pomdam Jaya. Uang itu dibagi ke empat rekannya masing-masing Rp 8 juta.
2. REH berperan membantu E memegangi korban dari belakang
3. RS berperan membantu E memegangi korban dari sisi kanan
4. AT berperan membantu E memasukkan korban secara paksa ke dalam mobil Avanza putih yang digunakan penculik dan memegangi korban dari kiri
5. EWB yang berperan sebagai sopir mobil penculik.
Dalam klaster ini, ada keterlibatan oknum TNI. Akan tetapi, penanganan perkaranya di Pomdam Jaya.
Selanjutnya, ada klaster penganiayaan terhadap korban. Mereka yakni:
1. JP yang juga merupakan salah satu otak perencana. JP ikut menganiaya dan membuang korban.
2. MU berperan sebagai driver di mobil Fortuner hitam yang menjadi lokasi penganiayaan dan dipakai membuang korban ke Bekasi
3. DS berperan sebagai driver di mobil Fortuner hitam yang menjadi lokasi penganiayaan dan dipakai membuang korban ke Bekasi
Di klaster ini juga ada keterlibatan oknum TNI. Penanganan perkaranya di Pomdam Jaya.
Klaster terakhir yakni klaster pemantau dengan tersangka yakni:
1. AW
2. EWH
3. RS
4. AS.
“Hasik pemeriksaan Saudara C alias K itu mendapatkan informasi dari temannya dengan inisial S," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Wira Satya Triputra saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Selasa (16/9/2025).
Wira mengatakan pihaknya masih mendalami soal sosok tersebut. Dia mengatakan C belum terbuka soal sosok S.
Baca juga: 4 Klaster Tersangka Kasus Penculikan dan Pembunuhan Kacab Bank Lengkap dengan Perannya
“Ini masih kita dalami dan kita lakukan pengejaran karena masih, apa namanya, identitasnya ini masih belum jelas yang disampaikan," ujarnya.
Dia menambahkan mengatakan C alias K juga belum terbuka soal berapa uang dalam rekening dormant yang hendak mereka kuras. Dia mengatakan C sejauh ini tertutup saat diperiksa penyidik.
"Berapa jumlahnya sampai sekarang juga belum kita ketahui, karena Saudara C alias K ini masih tertutup," jelas dia.
4 Klaster
Adapun klaster pertama yakni klaster otak penculikan dengan pelaku yakni:1. C alias Ken berperan mengatur, menyiapkan rencana, dan menyiapkan tim IT untuk memindahkan uang dari rekening dormant ke rekening penampungan.
2. Dwi Hartono (DH) berperan mencari tim penculik, menyiapkan tim untuk membuntuti korban, merencanakan penculikan, memberi uang Rp 60 juta kepada JP untuk operasionalisasi penculikan.
3. AAM berperan merencanakan penculikan korban dan menyiapkan tim mengikuti korban.
4. JP berperan mempersiapkan tim eksekutor bersama N, ikut membuang korban di Cikarang bersama N, mengkoordinir dan mengawasi jalannya pembuntutan sampai penculikan, memberi uang Rp 150 juta kepada N untuk operasional penculikan.
Kemudian, polisi juga membagi klaster penculikan dengan lima orang pelaku yakni:
1. E berperan memasukkan korban secara paksa ke mobil para penculik, melakukan penganiayaan, melilitkan lakban dan mengikat tangan korban. E menerima uang Rp 45 juta dari Kopda FH yang juga menjadi tersangka dan diusut Pomdam Jaya. Uang itu dibagi ke empat rekannya masing-masing Rp 8 juta.
2. REH berperan membantu E memegangi korban dari belakang
3. RS berperan membantu E memegangi korban dari sisi kanan
4. AT berperan membantu E memasukkan korban secara paksa ke dalam mobil Avanza putih yang digunakan penculik dan memegangi korban dari kiri
5. EWB yang berperan sebagai sopir mobil penculik.
Dalam klaster ini, ada keterlibatan oknum TNI. Akan tetapi, penanganan perkaranya di Pomdam Jaya.
Selanjutnya, ada klaster penganiayaan terhadap korban. Mereka yakni:
1. JP yang juga merupakan salah satu otak perencana. JP ikut menganiaya dan membuang korban.
2. MU berperan sebagai driver di mobil Fortuner hitam yang menjadi lokasi penganiayaan dan dipakai membuang korban ke Bekasi
3. DS berperan sebagai driver di mobil Fortuner hitam yang menjadi lokasi penganiayaan dan dipakai membuang korban ke Bekasi
Di klaster ini juga ada keterlibatan oknum TNI. Penanganan perkaranya di Pomdam Jaya.
Klaster terakhir yakni klaster pemantau dengan tersangka yakni:
1. AW
2. EWH
3. RS
4. AS.
(rca)
Lihat Juga :