Jakarta Tuan Rumah Pameran Dagang 3 in1 di Kemayoran
Selasa, 16 September 2025 - 13:23 WIB
loading...
Jakarta resmi menjadi tuan rumah penyelenggaraan perdana Interzum Jakarta dan International Hardware Fair Indonesia yang digelar bersamaan dengan pameran tahunan IFMAC & WOODMAC di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat. Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Jakarta resmi menjadi tuan rumah penyelenggaraan perdana Interzum Jakarta dan International Hardware Fair Indonesia yang digelar bersamaan dengan pameran tahunan IFMAC & WOODMAC di JIExpo Kemayoran , Jakarta Pusat. Perhelatan akbar ini berlangsung pada 24–27 September 2025 dan menghadirkan platform bisnis terintegrasi terbesar di Indonesia bagi industri furniture, desain interior, perangkat keras, dan permesinan kayu.
Tiga pameran internasional tersebut menampilkan lebih dari 380 peserta dari berbagai negara seperti Jerman, Tiongkok, Swiss, India, Korea Selatan, hingga Amerika Serikat. Dengan luas area pameran mencapai 17.850 meter persegi, penyelenggara menargetkan kedatangan 15.000 pengunjung bisnis dari Indonesia dan kawasan Asia Pasifik.
Baca juga: Pameran Musik dan Teknologi Hiburan di Kemayoran Manjakan Pelaku Industri Kreatif
Managing Director & Vice President Asia Pacific Koelnmesse Pte Ltd Mathias Kuepper mengatakan, pameran ini membuka peluang besar bagi industri Asia Tenggara. “Peluncuran ini membuka babak baru yang menarik bagi industri di Asia Tenggara. Dengan lebih dari 380 peserta pameran dan proyeksi 15.000 pengunjung bisnis dalam edisi perdana ini, kami sedang membangun fondasi kuat untuk pertumbuhan dan inovasi berkelanjutan di tahun-tahun mendatang,” ujar Mathias dalam keterangannya, Selasa (16/9/2025)
Project Director PT Amara Pameran Internasional (Traya) Etty Anggraeni menuturkan sinergi tiga pameran ini akan memperluas akses industri terhadap tren global. “Kolaborasi ini akan memberikan akses bagi pelaku industri terhadap tren global, material baru, dan inovasi desain,” ucapnya.
Sejumlah peserta internasional juga menyampaikan pandangannya. Regional Director Southeast Asia & Greater China American Hardwood Export Council (AHEC) John Chan menekankan pentingnya kehadiran AHEC di pameran ini.
“Indonesia adalah salah satu pasar manufaktur furniture paling dinamis di Asia. Kehadiran kami di Interzum Jakarta memungkinkan kami menyoroti peran kayu keras Amerika dalam inovasi berkelanjutan dan terhubung dengan para produsen yang membentuk masa depan industri,” katanya.
Perwakilan perusahaan Jerman JOKARI GmbH & Co. KG mengaku antusias memperkenalkan produk mereka ke pasar Indonesia. “Kami melihat potensi besar di pasar ini untuk solusi inovatif yang meningkatkan efisiensi dan keselamatan,” ungkapnya.
Perhelatan ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah melalui Kementerian Perindustrian serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan diperkuat berbagai asosiasi industry. Asosiasi itu di antaranya Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII), Asia-Pacific Space Designers Association (APSDA), Himpunan Desainer Mebel Indonesia (HDMI), hingga Federasi Industri Logam dan Mesin Indonesia (GAMMA).
Dengan skala internasional dan dukungan multisektor, pameran dagang 3 in 1 ini bukan hanya menjadi ajang pertukaran teknologi dan inovasi melainkan juga mempertegas peran Jakarta sebagai pusat baru jaringan bisnis global di kawasan Asia Pasifik.
Tiga pameran internasional tersebut menampilkan lebih dari 380 peserta dari berbagai negara seperti Jerman, Tiongkok, Swiss, India, Korea Selatan, hingga Amerika Serikat. Dengan luas area pameran mencapai 17.850 meter persegi, penyelenggara menargetkan kedatangan 15.000 pengunjung bisnis dari Indonesia dan kawasan Asia Pasifik.
Baca juga: Pameran Musik dan Teknologi Hiburan di Kemayoran Manjakan Pelaku Industri Kreatif
Managing Director & Vice President Asia Pacific Koelnmesse Pte Ltd Mathias Kuepper mengatakan, pameran ini membuka peluang besar bagi industri Asia Tenggara. “Peluncuran ini membuka babak baru yang menarik bagi industri di Asia Tenggara. Dengan lebih dari 380 peserta pameran dan proyeksi 15.000 pengunjung bisnis dalam edisi perdana ini, kami sedang membangun fondasi kuat untuk pertumbuhan dan inovasi berkelanjutan di tahun-tahun mendatang,” ujar Mathias dalam keterangannya, Selasa (16/9/2025)
Project Director PT Amara Pameran Internasional (Traya) Etty Anggraeni menuturkan sinergi tiga pameran ini akan memperluas akses industri terhadap tren global. “Kolaborasi ini akan memberikan akses bagi pelaku industri terhadap tren global, material baru, dan inovasi desain,” ucapnya.
Sejumlah peserta internasional juga menyampaikan pandangannya. Regional Director Southeast Asia & Greater China American Hardwood Export Council (AHEC) John Chan menekankan pentingnya kehadiran AHEC di pameran ini.
“Indonesia adalah salah satu pasar manufaktur furniture paling dinamis di Asia. Kehadiran kami di Interzum Jakarta memungkinkan kami menyoroti peran kayu keras Amerika dalam inovasi berkelanjutan dan terhubung dengan para produsen yang membentuk masa depan industri,” katanya.
Perwakilan perusahaan Jerman JOKARI GmbH & Co. KG mengaku antusias memperkenalkan produk mereka ke pasar Indonesia. “Kami melihat potensi besar di pasar ini untuk solusi inovatif yang meningkatkan efisiensi dan keselamatan,” ungkapnya.
Perhelatan ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah melalui Kementerian Perindustrian serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan diperkuat berbagai asosiasi industry. Asosiasi itu di antaranya Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII), Asia-Pacific Space Designers Association (APSDA), Himpunan Desainer Mebel Indonesia (HDMI), hingga Federasi Industri Logam dan Mesin Indonesia (GAMMA).
Dengan skala internasional dan dukungan multisektor, pameran dagang 3 in 1 ini bukan hanya menjadi ajang pertukaran teknologi dan inovasi melainkan juga mempertegas peran Jakarta sebagai pusat baru jaringan bisnis global di kawasan Asia Pasifik.
(jon)
Lihat Juga :