Profil Kombes Mustofa, Kapolres Metro Bekasi yang Disorot setelah Anggotanya Suruh Warga Lepas Pencuri Motor
Selasa, 16 September 2025 - 07:20 WIB
loading...
Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Mustofa menjadi sorotan publik setelah menyampaikan permintaan maaf terkait anggotanya yang menyuruh warga melepas pencuri motor di Cikarang. Foto: Ist
A
A
A
BEKASI - Sosok Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Mustofa menjadi sorotan publik setelah menyampaikan permintaan maaf terkait anggotanya yang menyuruh warga melepas pencuri motor di Cikarang. Dia memastikan penanganan hukum tetap berjalan sesuai prosedur.
Di balik peristiwa tersebut, perjalanan karier Mustofa cukup panjang dan sarat pengalaman mulai dari bertugas di Maluku hingga akhirnya dipercaya memimpin Polres Metro Bekasi.
Baca juga: Profil Irjen Amur Chandra Juli Buana, Kadivhubinter Polri yang Pernah Bongkar Love Scamming Warga China
Mustofa lahir di Semarang, 7 Oktober 1976. Dia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1999. Awal kariernya dimulai di Polda Maluku sebagai Perwira Pertama.
Perjalanan karier Mustofa semakin moncer. Pada 2006, dia menjabat Kasat Reskrim Polres Nabire, Papua. Dua tahun berselang, Mustofa dipindahkan ke Jawa Timur dan sempat menjabat Kasat Reskrim Polres Blitar dan Kasat Reskrim Polres Tulungagung.
Dia juga pernah menjadi Kapolsek Tegal Sari Polrestabes Surabaya, Wakapolres Probolinggo Kota, serta Wakapolres Pelabuhan Tanjung.
Jabatan lainnya yang diemban Mustofa yakni Kasubdit Ditresnarkoba Polda Jatim dan Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Jatim. Pada 2016, dia bertugas sebagai Kabagdal Pers RO SDM Polda Maluku Utara lalu dipercaya menjabat Kapolres Sumbawa Barat.
Tahun 2020, Mustofa menjabat Kapolres Lubuk Linggau kemudian Wakil Direktur Direktorat Polairud Polda Jatim. Selanjutnya, pada 2022 dia menjadi Kapolresta Mataram hingga akhirnya dipromosikan sebagai Kapolresta Magelang pada 2023.
Berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2776/XII/KEP/2024 tertanggal 29 Desember 2024, Mustofa ditunjuk menggantikan Kombes Pol Twedi Aditya Bennyahdi sebagai Kapolres Metro Bekasi. Jabatan barunya ini mencakup wilayah Kabupaten Bekasi dengan 23 kecamatan yang dikenal sebagai kawasan industri terbesar di Indonesia.
MG/Nesya Naila Naulia
Di balik peristiwa tersebut, perjalanan karier Mustofa cukup panjang dan sarat pengalaman mulai dari bertugas di Maluku hingga akhirnya dipercaya memimpin Polres Metro Bekasi.
Baca juga: Profil Irjen Amur Chandra Juli Buana, Kadivhubinter Polri yang Pernah Bongkar Love Scamming Warga China
Mustofa lahir di Semarang, 7 Oktober 1976. Dia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1999. Awal kariernya dimulai di Polda Maluku sebagai Perwira Pertama.
Pernah Bertugas di Wilayah Rawan Konflik
Saat itu, dia menjabat Kanit Reskrim Polsek Dobo, Maluku Tenggara, kemudian naik kelas menjadi Kapolsek Dobo. Dedikasinya di wilayah rawan konflik membuat Mustofa mendapat penghargaan Satyalancana Dharma Nusa pada tahun 2004.Perjalanan karier Mustofa semakin moncer. Pada 2006, dia menjabat Kasat Reskrim Polres Nabire, Papua. Dua tahun berselang, Mustofa dipindahkan ke Jawa Timur dan sempat menjabat Kasat Reskrim Polres Blitar dan Kasat Reskrim Polres Tulungagung.
Dia juga pernah menjadi Kapolsek Tegal Sari Polrestabes Surabaya, Wakapolres Probolinggo Kota, serta Wakapolres Pelabuhan Tanjung.
Jabatan lainnya yang diemban Mustofa yakni Kasubdit Ditresnarkoba Polda Jatim dan Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Jatim. Pada 2016, dia bertugas sebagai Kabagdal Pers RO SDM Polda Maluku Utara lalu dipercaya menjabat Kapolres Sumbawa Barat.
Tahun 2020, Mustofa menjabat Kapolres Lubuk Linggau kemudian Wakil Direktur Direktorat Polairud Polda Jatim. Selanjutnya, pada 2022 dia menjadi Kapolresta Mataram hingga akhirnya dipromosikan sebagai Kapolresta Magelang pada 2023.
Berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2776/XII/KEP/2024 tertanggal 29 Desember 2024, Mustofa ditunjuk menggantikan Kombes Pol Twedi Aditya Bennyahdi sebagai Kapolres Metro Bekasi. Jabatan barunya ini mencakup wilayah Kabupaten Bekasi dengan 23 kecamatan yang dikenal sebagai kawasan industri terbesar di Indonesia.
MG/Nesya Naila Naulia
(jon)
Lihat Juga :