Cek Langsung Pelican Crossing Stasiun Cikini, Pramono Minta Ojol dan Taksi Tak Parkir Sembarangan
Senin, 15 September 2025 - 18:23 WIB
loading...
Pelican crossing akses masuk Stasiun Cikini, Menteng, Jakarta Pusat. Foto/Muhammad Refi Sandi
A
A
A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengecek langsung pelican crossing akses masuk Stasiun Cikini , Menteng, Jakarta Pusat pada Senin (15/9/2025) sore. Menurut Pramono, pembuatan pelican crossing sebagai bentuk respons Pemprov DKI Jakarta dan PT KAI Daop I Jakarta atas keluhan pengguna KRL yang memutar terlalu jauh.
"Terus terang secara cepat kita merespons apa yang menjadi masukan, saran dari publik. Karena memang ketika melihat begitu problemnya simpel tapi tidak segera diselesaikan, Saya berkoordinasi dengan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) dan juga dengan asisten pembangunan untuk ini segera diselesaikan," ujar Pramono seusai menjajal pelican crossing.
Pramono didampingi Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo, Kepala Dinas Bina Marga Heru Suwondo, Kepala Dinas Kominfotik Budi Awaludin, Manager Humas PT KAI Daop I Jakarta Ixfan Hendriwintoko, dan pejabat lainnya. Terlihat Pramono menyeberang di pelican crossing berdurasi 10 detik bersama rombongan dan penggunaan KRL.
Baca Juga: Pelican Crossing Stasiun Cikini Permudah Pengguna KRL, Pramono: Tidak Perlu Lagi Berputar Jauh
Politikus PDIP itu meminta agar ojek online (ojol), taksi online, bajaj, dan lainnya tidak parkir dan mencari penumpang di dekat pelican crossing Stasiun Cikini. Hal itu agar tidak terjadi kemacetan di ruas jalan tersebut.
"Kalau itu diizinkan pasti di sini akan menjadi tambah macet dan crowded. Sehingga dengan demikian kami berkoordinasi dengan KAI bersama-sama kalau memang ada problem itu mohon kami segera diinformasikan untuk ditindaklanjuti. Dan saya berharap mudah-mudahan dari yang kecil ini bisa bermanfaat, berguna bagi masyarakat," ucapnya.
Pramono menilai waktu 10 detik paling baik supaya tidak mengganggu arus lalu lintas dan menjadi titik kemacetan baru. "Tapi yang paling utama bukan itu, yang paling utama jangan sampai kemudian dibebaskan orang turun naik dari sini, enggak boleh. Tetap enggak boleh, kalau itu dilakukan, di sini pasti akan macet sekali," kata Pramono.
Sebelumnya viral penumpang KRL lompat pagar Stasiun Cikini karena jarak yang terlalu jauh jika harus memutar di bawah kolong rel kereta seberang Kantor DPD Partai Golkar dan di depan Kampus Universitas Bung Karno (UBK). PT KAI kemudian meninggikan pagar tersebut agar penumpang tak lagi melompati pagar.
"Terus terang secara cepat kita merespons apa yang menjadi masukan, saran dari publik. Karena memang ketika melihat begitu problemnya simpel tapi tidak segera diselesaikan, Saya berkoordinasi dengan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) dan juga dengan asisten pembangunan untuk ini segera diselesaikan," ujar Pramono seusai menjajal pelican crossing.
Pramono didampingi Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo, Kepala Dinas Bina Marga Heru Suwondo, Kepala Dinas Kominfotik Budi Awaludin, Manager Humas PT KAI Daop I Jakarta Ixfan Hendriwintoko, dan pejabat lainnya. Terlihat Pramono menyeberang di pelican crossing berdurasi 10 detik bersama rombongan dan penggunaan KRL.
Baca Juga: Pelican Crossing Stasiun Cikini Permudah Pengguna KRL, Pramono: Tidak Perlu Lagi Berputar Jauh
Politikus PDIP itu meminta agar ojek online (ojol), taksi online, bajaj, dan lainnya tidak parkir dan mencari penumpang di dekat pelican crossing Stasiun Cikini. Hal itu agar tidak terjadi kemacetan di ruas jalan tersebut.
"Kalau itu diizinkan pasti di sini akan menjadi tambah macet dan crowded. Sehingga dengan demikian kami berkoordinasi dengan KAI bersama-sama kalau memang ada problem itu mohon kami segera diinformasikan untuk ditindaklanjuti. Dan saya berharap mudah-mudahan dari yang kecil ini bisa bermanfaat, berguna bagi masyarakat," ucapnya.
Pramono menilai waktu 10 detik paling baik supaya tidak mengganggu arus lalu lintas dan menjadi titik kemacetan baru. "Tapi yang paling utama bukan itu, yang paling utama jangan sampai kemudian dibebaskan orang turun naik dari sini, enggak boleh. Tetap enggak boleh, kalau itu dilakukan, di sini pasti akan macet sekali," kata Pramono.
Sebelumnya viral penumpang KRL lompat pagar Stasiun Cikini karena jarak yang terlalu jauh jika harus memutar di bawah kolong rel kereta seberang Kantor DPD Partai Golkar dan di depan Kampus Universitas Bung Karno (UBK). PT KAI kemudian meninggikan pagar tersebut agar penumpang tak lagi melompati pagar.
(zik)
Lihat Juga :