Pramono Minta Proyek Galian di Jalan TB Simatupang Rampung Akhir Oktober
Minggu, 14 September 2025 - 13:47 WIB
loading...
Kemacetan di Jalan TB Simatupang arah Lebak Bulus saat jam pulang kantor. Foto/Aldhi Chandra Setiawan
A
A
A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta proyek galian di sepanjang Jalan TB Simatupang hingga Lebak Bulus, Jakarta Selatan rampung akhir Oktober 2025. Percepatan proyek ini diharapkan bisa mengatasi permasalahan kemacetan yang dikeluhkan pengguna jalan.
"Mudah-mudahan ini akan bisa mengurangi. Dan saya juga sudah merapatkan secara khusus, baik itu PAM Jaya, Paljaya, kemudian Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, semuanya saya minta paling lama akhir Oktober sudah selesai semua," ucap Pramono di Cipayung, Jakarta Timur, Minggu (14/9/2025).
Dengan selesainya proyek tersebut, kata Pramono, akan bisa menyelesaikan persoalan kemacetan di Simatupang. Pramono juga menyebut telah mendapat izin dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk melakukan rekayasa lalu lintas Tol Pondok Pinang-TMII, tepatnya yang bersinggungan langsung dengan ruas Jalan TB Simatupang.
Baca Juga: Urai Kemacetan di Stasiun MRT Fatmawati, DKI Gratiskan Gerbang Tol Fatmawati 2
"Alhamdulillah kami sudah mendapatkan persetujuan, izin dari Kementerian PU untuk melakukan, mengalihkan arus termasuk nanti pengaturan di dalam jalan tol. Nanti secara teknisnya Asisten Pembangunan yang akan menyampaikan. Tetapi prinsipnya adalah sudah mendapatkan izin untuk pengaturan di dalam dan di luar jalan tol," ucapnya.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan (Dishub) berkolaborasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) akan menerapkan uji coba penggunaan satu lajur paling kiri di Gerbang Tol Fatmawati 2 secara gratis bagi masyarakat dari Jalan Fatmawati yang hendak menuju kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Kebijakan ini sebagai upaya mengurai kemacetan di sekitar Stasiun MRT Fatmawati dan Jalan TB Simatupang.
"Masyarakat dari Jalan Fatmawati yang akan menuju Lebak Bulus, selain menggunakan jalan eksisting, dapat juga menggunakan tambahan satu lajur paling kiri dari Gerbang Tol Fatmawati 2 dan tanpa dipungut biaya," kata Kepala Dishub DKI Jakarta Syafrin Liputo di Jakarta, Minggu (14/9).
Menurut Syafrin, pengelola jalan tol bersedia membuka satu lajur di gerbang tol tersebut untuk kanalisasi lalu lintas dari arah Fatmawati menuju off ramp Lebak Bulus, Jakarta Selatan.
"Mudah-mudahan ini akan bisa mengurangi. Dan saya juga sudah merapatkan secara khusus, baik itu PAM Jaya, Paljaya, kemudian Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, semuanya saya minta paling lama akhir Oktober sudah selesai semua," ucap Pramono di Cipayung, Jakarta Timur, Minggu (14/9/2025).
Dengan selesainya proyek tersebut, kata Pramono, akan bisa menyelesaikan persoalan kemacetan di Simatupang. Pramono juga menyebut telah mendapat izin dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk melakukan rekayasa lalu lintas Tol Pondok Pinang-TMII, tepatnya yang bersinggungan langsung dengan ruas Jalan TB Simatupang.
Baca Juga: Urai Kemacetan di Stasiun MRT Fatmawati, DKI Gratiskan Gerbang Tol Fatmawati 2
"Alhamdulillah kami sudah mendapatkan persetujuan, izin dari Kementerian PU untuk melakukan, mengalihkan arus termasuk nanti pengaturan di dalam jalan tol. Nanti secara teknisnya Asisten Pembangunan yang akan menyampaikan. Tetapi prinsipnya adalah sudah mendapatkan izin untuk pengaturan di dalam dan di luar jalan tol," ucapnya.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan (Dishub) berkolaborasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) akan menerapkan uji coba penggunaan satu lajur paling kiri di Gerbang Tol Fatmawati 2 secara gratis bagi masyarakat dari Jalan Fatmawati yang hendak menuju kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Kebijakan ini sebagai upaya mengurai kemacetan di sekitar Stasiun MRT Fatmawati dan Jalan TB Simatupang.
"Masyarakat dari Jalan Fatmawati yang akan menuju Lebak Bulus, selain menggunakan jalan eksisting, dapat juga menggunakan tambahan satu lajur paling kiri dari Gerbang Tol Fatmawati 2 dan tanpa dipungut biaya," kata Kepala Dishub DKI Jakarta Syafrin Liputo di Jakarta, Minggu (14/9).
Menurut Syafrin, pengelola jalan tol bersedia membuka satu lajur di gerbang tol tersebut untuk kanalisasi lalu lintas dari arah Fatmawati menuju off ramp Lebak Bulus, Jakarta Selatan.
(zik)
Lihat Juga :