Ojol Tunarungu di Bekasi Dapat Pelatihan Pengelolaan Keuangan
Sabtu, 13 September 2025 - 20:31 WIB
loading...
Penyandang tunarungu yang tergabung dalam Komunitas Ojol Tunarungu Indonesia (KOTRI) mendapat pelatihan pengelolaan keuangan. FOTO/IST
A
A
A
BEKASI - Ojek online (ojol) menjadi salah satu pekerjaan yang banyak digeluti masyarakat di Indonesia, terutama di kawasan perkotaan. Menariknya, dari jutaan driver ojol yang beroperasi, ribuan di antaranya adalah penyandang tunarungu yang tergabung dalam Komunitas Ojol Tunarungu Indonesia (KOTRI).
Untuk memperkuat pemahaman mereka terkait pengelolaan keuangan, Ruang Amal Indonesia bekerja sama dengan IFG Life menggelar program literasi keuangan inklusif di Deaf Learning Center Ibtisamah Mulia, Kota Bekasi, Jumat (12/9/2025). Acara ini diikuti 50 ojol tunarungu dengan materi tentang strategi mengelola keuangan yang disampaikan oleh G. Agung Nugraha Susanta, Stakeholder Management & ESG Department Head IFG Life, serta diterjemahkan ke dalam bahasa isyarat oleh Juru Bahasa Isyarat (JBI).
"Teman-teman sangat antusias mengikuti acara ini. Semoga ilmu yang diperoleh benar-benar bermanfaat bagi driver ojol yang spesial ini," kata Agung dalam keterangannya, Sabtu (13/9/2025).
CEO Ruang Amal Indonesia, Slamet mengatakan, program ini adalah yang pertama dilakukan. Ia berencana untuk melaksanakan kegiatan serupa di kota-kota lain, agar para ojol tunarungu yang anggotanya tersebar di berbagai kota di Indonesia dapat memiliki pemahaman yang baik terhadap pengelolaan keuangan.
"Kami sadar bahwa ojol ini merupakan salah satu profesi alternatif dari teman-teman penyandang tuli untuk mencari nafkah. Maka dari itu, jika mereka juga memahami tentang literasi keuangan, tentu itu sangat baik," ujar Slamet.
Sementara itu Koordinator KOTRI, Fika mengatakan para ojol menyambut baik dan antusias kegiatan ini. Menurutnya, ilmu dan fasilitas yang didapatkan akan dimanfaatkan dengan maksimal sehingga meningkatkan pendapatannya.
"Kegiatan ini sangat bermanfaat. Saya mewakili teman-teman ojol menyampaikan terima kasih, semoga program ini terus berlanjut bagi driver ojol di daerah lain," imbuhnya.
Ruang Amal Indonesia dan IFG Life juga memberikan rompi bertuliskan Komunitas Ojol Tunarungu Indonesia (KOTRI) kepada seluruh driver ojol yang mengikuti acara ini. Hal ini dilakukan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih aware jika bertemu dengan driver ojol tunarungu ketika menggunakan jasa ojol.
"Jadi, kami dapat info, ada driver ojol tuli yang dikasih bintang satu dari pelanggan, karena mungkin ketika ditanya ngga bisa jawab, dan penumpang ngga nyadar kalau mereka tuli. Jadi, rompi ini juga berfungsi untuk mengedukasi masyarakat," kata Slamet.
Untuk memperkuat pemahaman mereka terkait pengelolaan keuangan, Ruang Amal Indonesia bekerja sama dengan IFG Life menggelar program literasi keuangan inklusif di Deaf Learning Center Ibtisamah Mulia, Kota Bekasi, Jumat (12/9/2025). Acara ini diikuti 50 ojol tunarungu dengan materi tentang strategi mengelola keuangan yang disampaikan oleh G. Agung Nugraha Susanta, Stakeholder Management & ESG Department Head IFG Life, serta diterjemahkan ke dalam bahasa isyarat oleh Juru Bahasa Isyarat (JBI).
"Teman-teman sangat antusias mengikuti acara ini. Semoga ilmu yang diperoleh benar-benar bermanfaat bagi driver ojol yang spesial ini," kata Agung dalam keterangannya, Sabtu (13/9/2025).
CEO Ruang Amal Indonesia, Slamet mengatakan, program ini adalah yang pertama dilakukan. Ia berencana untuk melaksanakan kegiatan serupa di kota-kota lain, agar para ojol tunarungu yang anggotanya tersebar di berbagai kota di Indonesia dapat memiliki pemahaman yang baik terhadap pengelolaan keuangan.
"Kami sadar bahwa ojol ini merupakan salah satu profesi alternatif dari teman-teman penyandang tuli untuk mencari nafkah. Maka dari itu, jika mereka juga memahami tentang literasi keuangan, tentu itu sangat baik," ujar Slamet.
Sementara itu Koordinator KOTRI, Fika mengatakan para ojol menyambut baik dan antusias kegiatan ini. Menurutnya, ilmu dan fasilitas yang didapatkan akan dimanfaatkan dengan maksimal sehingga meningkatkan pendapatannya.
"Kegiatan ini sangat bermanfaat. Saya mewakili teman-teman ojol menyampaikan terima kasih, semoga program ini terus berlanjut bagi driver ojol di daerah lain," imbuhnya.
Ruang Amal Indonesia dan IFG Life juga memberikan rompi bertuliskan Komunitas Ojol Tunarungu Indonesia (KOTRI) kepada seluruh driver ojol yang mengikuti acara ini. Hal ini dilakukan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih aware jika bertemu dengan driver ojol tunarungu ketika menggunakan jasa ojol.
"Jadi, kami dapat info, ada driver ojol tuli yang dikasih bintang satu dari pelanggan, karena mungkin ketika ditanya ngga bisa jawab, dan penumpang ngga nyadar kalau mereka tuli. Jadi, rompi ini juga berfungsi untuk mengedukasi masyarakat," kata Slamet.
(abd)
Lihat Juga :