Tingkatkan Literasi Kesehatan Masyarakat, TBIG Gelar Pelatihan di Kalimantan
Jum'at, 12 September 2025 - 13:43 WIB
loading...
Tingkatkan literasi kesehatan masyarakat, TBIG gelar pelatihan dan edukasi kepada masyarakat di Kalimantan. Foto/istimewa
A
A
A
KALIMANTAN - Organisasi kesehatan dunia atau World Health Organization (WHO) menyebut tingkat literasi kesehatan di masyarakat berperan penting dalam peningkatan kualitas kesehatan suatu wilayah. Penelitian di sejumlah puskesmas di Indonesia menunjukkan 60-80% responden memiliki literasi kesehatan rendah dan tidak memadai.
Menyikapi hal ini, TBIG mengembangkan Program Corporate Social Responsibility (CSR) di bidang kesehatan berbasis edukasi kesehatan, dan peningkatan kualitas gizi masyarakat di wilayah 3T. Selama Agustus 2025, TBIG menjalankan program CSR di bidang kesehatan berupa edukasi 3P (Pola Hidup Sehat, Pola Konsumsi Sehat, dan Pola Sanitasi Sehat) yang berdampak pada 4.204 masyarakat di Pulau Kalimantan.
“Kami bersyukur dan berterima kasih kepada Tower Bersama Group yang telah mengadakan aksi Bangun Sehat Bersama. Kami mendapat banyak pengalaman baru tentang menjaga kesehatan mulut dan gigi, serta cara mencuci tangan yang benar. Kami merasa terbantu dan berharap kegiatan ini dapat berlanjut untuk membekali kami dalam hal kesehatan maupun lainnya,” ujar warga Desa Tumbang Tukun, Kapuas Tengah, Kalimantan Tengah Eva, Jumat (12/9/2025).
Baca juga: Migrasi Kelas Menengah ke BPJS Kesehatan Perlu Dibarengi Peningkatan Layanan
Tidak hanya itu, TBIG juga memberikan bantuan makanan bergizi kepada 2.400 warga masyarakat di enam desa di Provinsi Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Tengah. Rangkaian kegiatan ini merupakan bagian dari program Bakti Sosial Bersama Untuk Indonesia yang menjangkau 80 desa dari Aceh hingga Papua dalam rangka memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia.
Chief of Business Support Officer TBIG, Lie Si An menuturkan program CSR TBIG berfokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui edukasi kesehatan. Lie menambahkan hingga akhir 2025, TBIG menargetkan terlaksananya lebih dari 500 kegiatan serupa di seluruh Indonesia.
“Kami ingin memastikan masyarakat memiliki pemahaman yang baik tentang konsumsi sehat, sanitasi, dan pola hidup sehat. Selain itu, bantuan makanan bergizi kami salurkan untuk mendukung tumbuh kembang anak,” jelasnya.
Baca juga: Literasi Kesehatan, Langkah Pertama Menuju Hidup Sehat
Presiden Direktur TBIG Herman Setya Budi, menegaskan kesehatan adalah fondasi dari pembangunan manusia, dan literasi kesehatan merupakan kunci agar masyarakat dapat menjaga dirinya secara mandiri. Data penelitian terbaru menunjukkan bahwa hampir separuh masyarakat Indonesia masih memiliki literasi kesehatan rendah.
"Fakta ini menjadi alarm bagi kita semua, termasuk dunia usaha, untuk turun tangan. Melalui program edukasi kesehatan dan bantuan gizi, TBIG ingin hadir bukan hanya sebagai penyedia infrastruktur telekomunikasi, tetapi juga mitra strategis pemerintah dalam membangun masyarakat yang lebih sehat dan berdaya. Kami percaya bahwa investasi pada kesehatan masyarakat hari ini adalah investasi untuk masa depan Indonesia yang lebih kuat,” terangnya.
Herman menambahkan TBIG mendasari seluruh program CSR dengan prinsip-prinsip ESG, Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), serta panduan ISO 26000. “Dengan pendekatan ini, kami memastikan setiap program CSR tidak hanya berdampak sesaat, tetapi berkelanjutan, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ucapnya.
Menyikapi hal ini, TBIG mengembangkan Program Corporate Social Responsibility (CSR) di bidang kesehatan berbasis edukasi kesehatan, dan peningkatan kualitas gizi masyarakat di wilayah 3T. Selama Agustus 2025, TBIG menjalankan program CSR di bidang kesehatan berupa edukasi 3P (Pola Hidup Sehat, Pola Konsumsi Sehat, dan Pola Sanitasi Sehat) yang berdampak pada 4.204 masyarakat di Pulau Kalimantan.
“Kami bersyukur dan berterima kasih kepada Tower Bersama Group yang telah mengadakan aksi Bangun Sehat Bersama. Kami mendapat banyak pengalaman baru tentang menjaga kesehatan mulut dan gigi, serta cara mencuci tangan yang benar. Kami merasa terbantu dan berharap kegiatan ini dapat berlanjut untuk membekali kami dalam hal kesehatan maupun lainnya,” ujar warga Desa Tumbang Tukun, Kapuas Tengah, Kalimantan Tengah Eva, Jumat (12/9/2025).
Baca juga: Migrasi Kelas Menengah ke BPJS Kesehatan Perlu Dibarengi Peningkatan Layanan
Tidak hanya itu, TBIG juga memberikan bantuan makanan bergizi kepada 2.400 warga masyarakat di enam desa di Provinsi Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Tengah. Rangkaian kegiatan ini merupakan bagian dari program Bakti Sosial Bersama Untuk Indonesia yang menjangkau 80 desa dari Aceh hingga Papua dalam rangka memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia.
Chief of Business Support Officer TBIG, Lie Si An menuturkan program CSR TBIG berfokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui edukasi kesehatan. Lie menambahkan hingga akhir 2025, TBIG menargetkan terlaksananya lebih dari 500 kegiatan serupa di seluruh Indonesia.
“Kami ingin memastikan masyarakat memiliki pemahaman yang baik tentang konsumsi sehat, sanitasi, dan pola hidup sehat. Selain itu, bantuan makanan bergizi kami salurkan untuk mendukung tumbuh kembang anak,” jelasnya.
Baca juga: Literasi Kesehatan, Langkah Pertama Menuju Hidup Sehat
Presiden Direktur TBIG Herman Setya Budi, menegaskan kesehatan adalah fondasi dari pembangunan manusia, dan literasi kesehatan merupakan kunci agar masyarakat dapat menjaga dirinya secara mandiri. Data penelitian terbaru menunjukkan bahwa hampir separuh masyarakat Indonesia masih memiliki literasi kesehatan rendah.
"Fakta ini menjadi alarm bagi kita semua, termasuk dunia usaha, untuk turun tangan. Melalui program edukasi kesehatan dan bantuan gizi, TBIG ingin hadir bukan hanya sebagai penyedia infrastruktur telekomunikasi, tetapi juga mitra strategis pemerintah dalam membangun masyarakat yang lebih sehat dan berdaya. Kami percaya bahwa investasi pada kesehatan masyarakat hari ini adalah investasi untuk masa depan Indonesia yang lebih kuat,” terangnya.
Herman menambahkan TBIG mendasari seluruh program CSR dengan prinsip-prinsip ESG, Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), serta panduan ISO 26000. “Dengan pendekatan ini, kami memastikan setiap program CSR tidak hanya berdampak sesaat, tetapi berkelanjutan, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ucapnya.
(cip)
Lihat Juga :