Kemensos Kirim Bantuan untuk Korban Banjir Bali
Kamis, 11 September 2025 - 20:44 WIB
loading...
Kementerian Sosial (Kemensos) telah menyalurkan bantuan untuk korban banjir di Bali. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Sosial ( Kemensos ) telah menyalurkan bantuan untuk korban banjir di Bali . Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menuturkan personel Tagana juga sudah diterjunkan ke lokasi bencana.
"Teman-teman Tagana (Taruna Siaga Bencana) dan tim PSKBA sudah turun untuk penanganan," kata Gus Ipul dalam keterangannya, Kamis (11/9/2025).
Gus Ipul menjelaskan, bantuan logistik dari Kemensos didistribusikan kepada warga terdampak melalui Gudang Sentra Paramita Mataram dan Gudang Dinas Sosial Provinsi Bali.
Baca Juga: AHY Sebut Pemerintah Segera Perbaiki Rumah hingga Fasum Rusak Imbas Banjir di Bali dan NTT
Dari Gudang Dinas Sosial Provinsi Bali, bantuan logistik telah didistribusikan ke Kota Denpasar, Kabupaten Jembrana, dan Kabupaten Gianyar. Bantuan yang diberikan ini meliputi kasur 500 lembar, selimut 500 lembar, family kit 600 paket, dan sandang untuk orang dewasa 300 paket.
Kemudian, logistik dari Gudang Sentra Paramita Mataram terdiri dari 2.000 paket makanan siap saji, 318 kids ware, 87 family kit, kasur 497 lembar, tenda gulung 568 lembar, dan tenda portabel untuk keluarga sebanyak 48 unit.
"Barang-barang tersebut dikirim dari Gudang Sentra Paramita ke Dinas Sosial Provinsi Bali dan digunakan untuk penanganan bencana banjir di wilayah Provinsi Bali," ujarnya.
Selain itu, lanjut Gus Ipul, pihaknya juga mendirikan dapur umum di Kantor Desa Kusamba Klungkung untuk menyediakan makanan bagi warga yang terdampak banjir. Kemensos juga melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk verifikasi dan validasi data korban meninggal untuk penyaluran bantuan santunan ahli waris.
"Teman-teman di lapangan melakukan asesmen pada korban luka dan yang meninggal dunia untuk selanjutnya diberikan bantuan dan santunan," jelasnya.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan data sementara per Kamis, 11 September 2025, pukul 11.00 WIB, total korban meninggal dunia akibat banjir bandang di Bali berjumlah 14 orang. Sementara, yang masih dalam pencarian sebanyak 2 warga.
"Rincian korban meninggal di Kota Denpasar 8 jiwa, Kabupaten Jembrana 2 jiwa, Kabupaten Gianyar 3 jiwa, dan Kabupaten Badung 1 jiwa," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan resminya.
Sementara, korban yang hilang sebanyak 2 orang teridentifikasi di Kota Denpasar. Sejumlah warga mengungsi di beberapa titik pos pengungsian. "BPBD Bali menginformasikan 562 warga mengungsi, dengan rincian 327 warga di Kabupaten Jembrana dan 235 warga di Kota Denpasar," kata Aam, sapaan akrab Abdul Muhari.
Sementara, Ketua DPR RI Puan Maharani turut berduka atas jatuhnya korban jiwa dan kerugian besar akibat banjir yang melanda sebagian besar wilayah Bali. Ia meminta pemerintah pusat maupun daerah bergerak cepat untuk memastikan seluruh kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi.
"Banjir di Bali menelan korban jiwa, merusak rumah warga, melumpuhkan aktivitas perdagangan, bahkan pariwisata yang menjadi nadi ekonomi. Ini bukan sekadar bencana alam, melainkan ujian kapasitas negara dalam melindungi rakyat," kata Puan, Kamis (11/9/2025).
Puan meminta pemerintah bertindak cepat untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi. "Pemerintah harus bergerak cepat memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi sejak hari pertama," katanya.
Puan mengingatkan, sejumlah langkah teknis yang perlu segera dilakukan seperti, mempercepat distribusi bantuan darurat berupa makanan siap saji, air bersih, obat-obatan, pakaian, serta kebutuhan khusus bagi bayi, anak, dan lansia. Kemudian, penyediaan tempat pengungsian yang layak dan aman, termasuk sanitasi, fasilitas kesehatan darurat, serta akses pendidikan sementara bagi anak-anak yang sekolahnya terdampak banjir.
Selain itu, melakukan pendataan akurat dan transparan atas korban jiwa, kerugian material, dan jumlah pengungsi untuk memastikan bantuan tepat sasaran. "Dan pemulihan infrastruktur vital seperti jalan utama, jembatan, drainase, dan pasar rakyat yang lumpuh akibat banjir."
Selain itu, Puan juga meminta pemerintah melakukan penguatan mitigasi jangka panjang, melalui audit tata ruang, penataan daerah aliran sungai (DAS), reboisasi kawasan hulu, hingga pembangunan sistem drainase perkotaan yang lebih memadai.
Puan menyoroti pentingnya komunikasi publik yang jelas dari Pemerintah agar masyarakat tidak kebingungan. "Jangan sampai warga hanya menunggu bantuan yang tak kunjung datang. Pemerintah daerah dan pusat harus hadir nyata di lapangan dengan langkah konkret," kata Puan.
"Teman-teman Tagana (Taruna Siaga Bencana) dan tim PSKBA sudah turun untuk penanganan," kata Gus Ipul dalam keterangannya, Kamis (11/9/2025).
Gus Ipul menjelaskan, bantuan logistik dari Kemensos didistribusikan kepada warga terdampak melalui Gudang Sentra Paramita Mataram dan Gudang Dinas Sosial Provinsi Bali.
Baca Juga: AHY Sebut Pemerintah Segera Perbaiki Rumah hingga Fasum Rusak Imbas Banjir di Bali dan NTT
Dari Gudang Dinas Sosial Provinsi Bali, bantuan logistik telah didistribusikan ke Kota Denpasar, Kabupaten Jembrana, dan Kabupaten Gianyar. Bantuan yang diberikan ini meliputi kasur 500 lembar, selimut 500 lembar, family kit 600 paket, dan sandang untuk orang dewasa 300 paket.
Kemudian, logistik dari Gudang Sentra Paramita Mataram terdiri dari 2.000 paket makanan siap saji, 318 kids ware, 87 family kit, kasur 497 lembar, tenda gulung 568 lembar, dan tenda portabel untuk keluarga sebanyak 48 unit.
"Barang-barang tersebut dikirim dari Gudang Sentra Paramita ke Dinas Sosial Provinsi Bali dan digunakan untuk penanganan bencana banjir di wilayah Provinsi Bali," ujarnya.
Selain itu, lanjut Gus Ipul, pihaknya juga mendirikan dapur umum di Kantor Desa Kusamba Klungkung untuk menyediakan makanan bagi warga yang terdampak banjir. Kemensos juga melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk verifikasi dan validasi data korban meninggal untuk penyaluran bantuan santunan ahli waris.
"Teman-teman di lapangan melakukan asesmen pada korban luka dan yang meninggal dunia untuk selanjutnya diberikan bantuan dan santunan," jelasnya.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan data sementara per Kamis, 11 September 2025, pukul 11.00 WIB, total korban meninggal dunia akibat banjir bandang di Bali berjumlah 14 orang. Sementara, yang masih dalam pencarian sebanyak 2 warga.
"Rincian korban meninggal di Kota Denpasar 8 jiwa, Kabupaten Jembrana 2 jiwa, Kabupaten Gianyar 3 jiwa, dan Kabupaten Badung 1 jiwa," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan resminya.
Sementara, korban yang hilang sebanyak 2 orang teridentifikasi di Kota Denpasar. Sejumlah warga mengungsi di beberapa titik pos pengungsian. "BPBD Bali menginformasikan 562 warga mengungsi, dengan rincian 327 warga di Kabupaten Jembrana dan 235 warga di Kota Denpasar," kata Aam, sapaan akrab Abdul Muhari.
Puan Minta Pemerintah Gerak Cepat
Sementara, Ketua DPR RI Puan Maharani turut berduka atas jatuhnya korban jiwa dan kerugian besar akibat banjir yang melanda sebagian besar wilayah Bali. Ia meminta pemerintah pusat maupun daerah bergerak cepat untuk memastikan seluruh kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi.
"Banjir di Bali menelan korban jiwa, merusak rumah warga, melumpuhkan aktivitas perdagangan, bahkan pariwisata yang menjadi nadi ekonomi. Ini bukan sekadar bencana alam, melainkan ujian kapasitas negara dalam melindungi rakyat," kata Puan, Kamis (11/9/2025).
Puan meminta pemerintah bertindak cepat untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi. "Pemerintah harus bergerak cepat memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi sejak hari pertama," katanya.
Puan mengingatkan, sejumlah langkah teknis yang perlu segera dilakukan seperti, mempercepat distribusi bantuan darurat berupa makanan siap saji, air bersih, obat-obatan, pakaian, serta kebutuhan khusus bagi bayi, anak, dan lansia. Kemudian, penyediaan tempat pengungsian yang layak dan aman, termasuk sanitasi, fasilitas kesehatan darurat, serta akses pendidikan sementara bagi anak-anak yang sekolahnya terdampak banjir.
Selain itu, melakukan pendataan akurat dan transparan atas korban jiwa, kerugian material, dan jumlah pengungsi untuk memastikan bantuan tepat sasaran. "Dan pemulihan infrastruktur vital seperti jalan utama, jembatan, drainase, dan pasar rakyat yang lumpuh akibat banjir."
Selain itu, Puan juga meminta pemerintah melakukan penguatan mitigasi jangka panjang, melalui audit tata ruang, penataan daerah aliran sungai (DAS), reboisasi kawasan hulu, hingga pembangunan sistem drainase perkotaan yang lebih memadai.
Puan menyoroti pentingnya komunikasi publik yang jelas dari Pemerintah agar masyarakat tidak kebingungan. "Jangan sampai warga hanya menunggu bantuan yang tak kunjung datang. Pemerintah daerah dan pusat harus hadir nyata di lapangan dengan langkah konkret," kata Puan.
(zik)
Lihat Juga :