AHY Sebut Pemerintah Segera Perbaiki Rumah hingga Fasum Rusak Imbas Banjir di Bali dan NTT

Kamis, 11 September 2025 - 18:43 WIB
loading...
AHY Sebut Pemerintah...
Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan pemerintah segera memperbaiki kerusakan rumah warga hingga fasilitas umum yang terdampak banjir. Foto/Binti Mufarida
A A A
JAKARTA - Banjir besar melanda Bali dan Nusa Tenggara Timur ( NTT ). Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan pemerintah segera memperbaiki kerusakan rumah warga hingga fasilitas umum yang terdampak banjir.

"Kita juga ingin segera perbaiki berbagai kerusakan yang terjadi termasuk rumah-rumah warga dan fasilitas umum lainnya," kata AHY di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (11/9/2025).

AHY mengatakan, banjir besar yang terjadi telah meluluhlantakkan sejumlah kawasan di Bali dan NTT. Selain menimbulkan kerusakan, bencana ini juga menyebabkan adanya korban jiwa. Oleh karena itu, langkah pertama yang dilakukan pemerintah adalah penyelamatan warga dan memastikan penanganan medis bagi korban.

Baca Juga: Update Banjir Bali: 14 Orang Meninggal dan 2 Masih Hilang

Terkait kerugian akibat bencana tersebut, AHY menyebut hingga kini masih dilakukan pendataan. Pemerintah masih menghitung besaran kerusakan maupun dampak ekonomi yang ditimbulkan. "Masih terus kita hitung," pungkasnya.

Diketahui, sebanyak tujuh wilayah kabupaten dan kota di Provinsi Bali terdampak bencana banjir dan longsor. BNPB terus memantau perkembangan situasi pascabencana hidrometeorologi basah yang dilaporkan sejak Rabu (10/9/2025).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali mencatat lebih dari 120 titik banjir yang menerjang tujuh wilayah administrasi kabupaten dan kota. Jumlah paling tinggi wilayah terdampak banjir berada di Kota Denpasar dengan 81 titik. Sedangkan di Kabupaten Gianyar terdapat 14 titik, di Kabupaten Badung 12 titik, Kabupaten Tabanan 8 titik, Kabupaten Karangasem dan Jembrana masing-masing 4 titik. Di Kabupaten Klungkung, banjir berdampak di Kecamatan Dawan.

Sedangkan tanah longsor, sebanyak 12 titik terdapat di Kabupaten Karangasem, 5 titik di Kabupaten Gianyar dan satu titik di Kabupaten Badung. Penanganan darurat masih terus dilakukan oleh berbagai pihak di masing-masing wilayah dengan bantuan BPBD Provinsi Bali dan BNPB.

Pusdalops BPBD kabupaten dan kota juga terus memutakhirkan pendataan di lapangan. Data sementara per Kamis, 11 September 2025, pukul 11.00 WIB, total korban meninggal dunia yang sudah ditemukan berjumlah 14 jiwa dan yang masih dalam pencarian sebanyak 2 warga. Rincian korban meninggal di Kota Denpasar 8 jiwa, Kabupaten Jembrana 2 jiwa, Kabupaten Gianyar 3 jiwa, dan Kabupaten Badung 1 jiwa. Korban yang hilang sebanyak dua jiwa teridentifikasi di Kota Denpasar.

Banjir NTB

BPBD bersama dinas terkait masih melakukan upaya penanganan darurat pascabanjir bandang yang terjadi di Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (8/9/2025). BNPB mendukung percepatan penanganan bencana di wilayah itu.

Upaya penanganan darurat masih berlangsung hingga hari ini, Kamis (11/9/2025), seperti pencarian korban hilang, pendataan dampak bencana dan perbaikan darurat untuk mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat setelah diterjang bencana. Perkembangan terkini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memantau dua titik kerusakan jalan di Kecamatan Mauponggo yang sebelumnya terputus telah tertangani oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan dinas terkait. Pemerintah kabupaten mengerahkan petugas gabungan dan alat berat untuk membersihkan tanah longsor. Sedangkan tiga titik lain, BPBD masih melakukan upaya pembersihan material longsoran.



Perbaikan jalan tersebut sangat membantu dalam penanganan darurat pascabanjir. Pada hari sebelumnya (10/9), BPBD setempat menyebutkan akses jalan menuju lokasi terdampak sulit dilalui kendaran dan sebagian besar mengalami kerusakan total.

Bencana banjir bandang tersebut berdampak pada 14 desa yang tersebar di tiga Kecamatan, yaitu Kecamatan Mauponggo, Nangaroro, dan Boawae. "Dampak bencana hingga Kamis (11/9/2025) pukul 11.00 WIB, tercatat korban meninggal dunia 5 orang, hilang 3 orang, luka-luka 3 orang, dan 30 lainnya mengungsi sementara waktu. Mereka yang dinyatakan hilang masih dalam pencarian petugas SAR gabungan," ujarKepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Galungan Jadi Momentum...
Galungan Jadi Momentum Jaga Budaya Bali, Partai Perindo Ajak Perkuat Persatuan
Gempa M 5,0 Guncang...
Gempa M 5,0 Guncang NTT, Tidak Berpotensi Tsunami
Minimalisasi Banjir...
Minimalisasi Banjir Tangsel, FPSC Susur Sungai Ciputat
Cuaca Ekstrem Picu Banjir...
Cuaca Ekstrem Picu Banjir dan Angin Kencang di Sejumlah Wilayah dalam 2 Hari
Cuaca Ekstrem Masih...
Cuaca Ekstrem Masih Mengancam, Banjir dan Angin Kencang Landa Bogor hingga Pati
DPW Partai Perindo Bali...
DPW Partai Perindo Bali Solid dan Yakin Lolos Verifikasi Parpol Hadapi Pemilu 2029
Nino Fernandez dan Steffi...
Nino Fernandez dan Steffi Zamora Ungkap Alasan Pindah ke Bali Bersama Putri Mereka
Liburan Sekolah, Berbagai...
Liburan Sekolah, Berbagai Vila Privat di Bali Ini Sediakan Butler Pribadi
AHY Ingatkan Kader Demokrat...
AHY Ingatkan Kader Demokrat Hasilkan Kebijakan yang Berpihak kepada Rakyat
Rekomendasi
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Rupiah Menguat Tipis...
Rupiah Menguat Tipis dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Berita Terkini
Festival Anak Pancasila...
Festival Anak Pancasila 2026 Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda
Pramono Bangun Pedestrian...
Pramono Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas untuk Tingkatkan Konektivitas
Kadishub DKI Sangkal...
Kadishub DKI Sangkal Anak Buahnya Minta Duit Rp250 Ribu ke Ojol yang Motornya Diangkut
Gempa Magnitudo 4,1...
Gempa Magnitudo 4,1 Kembali Guncang Sigi, BMKG Catat 1.163 Gempa Susulan Pascagempa M6,7
Kasus Pemuda Tewas di...
Kasus Pemuda Tewas di Selokan Mustikajaya: 4 Orang Ditangkap, Motif Digali Polisi
Dukung Rumah Pastori...
Dukung Rumah Pastori GPdI Eklesia Amban, Kemenag Komitmen Pembangunan Sarana Keagamaan
Infografis
Presiden Jokowi Undang...
Presiden Jokowi Undang Putin dan Zelensky Hadiri KTT G20 di Bali
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved