Prabowo Instruksikan Penanganan Cepat Bencana Banjir di Bali dan NTT
Rabu, 10 September 2025 - 19:03 WIB
loading...
Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan penanganan cepat bencana banjir bandang yang melanda Bali dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Foto/Tangkapan layar
A
A
A
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan penanganan cepat bencana banjir bandang yang melanda Bali dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Kepala Negara juga menyampaikan dukacita mendalam atas bencana yang telah menelan korban jiwa tersebut.
Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebanyak dua orang meninggal dunia akibat banjir di Bali. Sementara itu, sebanyak empat orang meninggal dan empat orang lainnya masih hilang akibat banjir di Nagekeo NTT.
Terkini, banjir di Bali mengakibatkan sembilan orang meninggal dunia. Dua lainnya hilang. Tidak hanya itu, banjir juga mengakibatkan ratusan warga di empat kabupaten dan kota terpaksa mengungsi.
"Jumlah korban tewas itu tersebar di empat daerah yakni, Kota Denpasar sebanyak lima orang, Jembrana dua orang, Badung dan Gianyar masing-masing satu orang. Kami juga masih dalam operasi pencarian dua orang yang belum ditemukan," kata Kepala UPTD Pengendalian Bencana BPBD Bali I Wayan Suryaman.
Baca Juga: Update Banjir di Bali, 9 Orang Tewas dan 2 Hilang
"Prabowo Subianto menyampaikan dukacita atas bencana banjir yang melanda beberapa wilayah di Provinsi Bali dan Nusa Tenggara Timur," tulis akun media sosial Sekretariat Kabinet @sekretariat.kabinet, Rabu (10/9/2025).
Siang hari tadi, Presiden Prabowo menginstruksikan kepada Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto beserta instansi terkait lainnya untuk segera bertindak cepat di lokasi bencana. "Kepala Negara juga menekankan pentingnya distribusi bantuan secara cepat dan tepat sasaran," tulis keterangan unggahan Sekretariat Kabinet.
Kepala BNPB atas perintah Presiden Prabowo segera berangkat langsung ke Bali, untuk langsung memimpin penanganan tanggap darurat dan memastikan upaya pencarian dan pertolongan, serta pemenuhan kebutuhan logistik dasar warga terdampak bisa dilaksanakan secara optimal.
"Sebelumnya, BNPB telah menyerahkan bantuan awal berupa perahu karet dan mesin, tenda pengungsi, paket sembako, matras, selimut, pompa alkon, hingga dana dan dukungan lain sesuai kebutuhan di lapangan," demikian bagian akhir keterangan unggahan tersebut.
Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebanyak dua orang meninggal dunia akibat banjir di Bali. Sementara itu, sebanyak empat orang meninggal dan empat orang lainnya masih hilang akibat banjir di Nagekeo NTT.
Terkini, banjir di Bali mengakibatkan sembilan orang meninggal dunia. Dua lainnya hilang. Tidak hanya itu, banjir juga mengakibatkan ratusan warga di empat kabupaten dan kota terpaksa mengungsi.
"Jumlah korban tewas itu tersebar di empat daerah yakni, Kota Denpasar sebanyak lima orang, Jembrana dua orang, Badung dan Gianyar masing-masing satu orang. Kami juga masih dalam operasi pencarian dua orang yang belum ditemukan," kata Kepala UPTD Pengendalian Bencana BPBD Bali I Wayan Suryaman.
Baca Juga: Update Banjir di Bali, 9 Orang Tewas dan 2 Hilang
"Prabowo Subianto menyampaikan dukacita atas bencana banjir yang melanda beberapa wilayah di Provinsi Bali dan Nusa Tenggara Timur," tulis akun media sosial Sekretariat Kabinet @sekretariat.kabinet, Rabu (10/9/2025).
Siang hari tadi, Presiden Prabowo menginstruksikan kepada Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto beserta instansi terkait lainnya untuk segera bertindak cepat di lokasi bencana. "Kepala Negara juga menekankan pentingnya distribusi bantuan secara cepat dan tepat sasaran," tulis keterangan unggahan Sekretariat Kabinet.
Kepala BNPB atas perintah Presiden Prabowo segera berangkat langsung ke Bali, untuk langsung memimpin penanganan tanggap darurat dan memastikan upaya pencarian dan pertolongan, serta pemenuhan kebutuhan logistik dasar warga terdampak bisa dilaksanakan secara optimal.
"Sebelumnya, BNPB telah menyerahkan bantuan awal berupa perahu karet dan mesin, tenda pengungsi, paket sembako, matras, selimut, pompa alkon, hingga dana dan dukungan lain sesuai kebutuhan di lapangan," demikian bagian akhir keterangan unggahan tersebut.
(zik)
Lihat Juga :