Anggota Komisi VIII DPR Ini Menyayangkan Peristiwa Bunuh Diri Ibu dan Anak di Bandung

Senin, 08 September 2025 - 21:54 WIB
loading...
Anggota Komisi VIII...
Kasus bunuh diri ibu dan anak yang terjadi di Banjaran, Kabupaten Bandung, mendapatkan perhatian anggota Komisi VIII DPR dari Fraksi PDIP Ansari. Kasus tersebut terjadi karena beberapa faktor. Foto: Ist
A A A
BANDUNG - Kasus bunuh diri ibu dan anak yang terjadi di Banjaran, Kabupaten Bandung, mendapatkan perhatian anggota Komisi VIII DPR dari Fraksi PDIP Ansari. Kasus tersebut terjadi karena beberapa faktor.

Gangguan psikis bisa terjadi karena tipisnya iman, tekanan perekonomian termasuk kondisi lingkungan. Kondisi ini membuat seseorang mengambil jalan pintas untuk mengakhiri hidupnya.

“Ada beberapa penyebab, mulai kondisi tipisnya keimanan, pendidikan, faktor tekanan sosial akibat perekonomian juga menjadi peyebab seseorang mengalami guncangan kejiwaan. Dengan kondisi jiwa yang terguncang seringkali sesorang mengambil jalan pintas untuk bunuh diri,” ujar Ansari, Senin (8/9/2025).

Baca juga: Terungkap! Ibu Muda Bunuh Anak dan Mau Bunuh Diri karena Habiskan Deposito Rp1,2 Miliar

Sebelumnya diketahui, peristiwa tragis mengguncang Kabupaten Bandung pada Jumat, 5 September 2025, saat seorang ibu berinisial EN (34) ditemukan tewas gantung diri setelah diduga meracuni kedua anaknya yang masih sangat kecil (9 dan 11 bulan) di rumah kontrakannya Kampung Cae, Desa Kiangroke, Kecamatan Banjaran.

Ansari menilai peristiwa itu sangat memilukan sehingga menyarankan pemerintah yaitu Kementerian PMK dan KPPPA menunjukkan kesadaran terhadap pentingnya deteksi dini, layanan konseling, serta pemberdayaan ekonomi ibu rumah tangga.

“Tragedi ini menggarisbawahi betapa sistem perlindungan sosial saat ini masih belum cukup kuat dan responsif untuk mencegah krisis seperti ini,” ungkapnya.

Dia juga mendorong penguatan regulasi pinjaman online dan judi serta edukasi publik soal risiko utang online dan bahaya finansial jangka pendek. Termasuk memperluas layanan konseling psikososial secara gratis di puskesmas, sekolah, dan komunitas lokal.

“Melalui integrasi screening kesehatan mental dalam layanan kesehatan primer untuk mengenali tanda-tanda distress pada keluarga berisiko,” tuturnya.

Untuk membantu ekonomi, dia juga mendorong program wirausaha mikro, pelatihan keahlian, akses kredit usaha mikro tanpa bunga, khususnya untuk ibu sebagai kepala rumah tangga.

Mencegah kejadian serupa tak terulang, Ansari menyarankan keterpaduan antara pemerintah pusat, daerah, peran tokoh agama, lembaga perlindungan perempuan dan anak, serta lembaga sosial untuk menciptakan sistem deteksi dini masalah mental dan ekonomi.

“Peristiwa keji ini bukan sekadar kehilangan nyawa, tetapi juga panggilan darurat nasional bahwa tanpa sistem perlindungan sosial yang tangguh serta akses ekonomi dan kesehatan mental yang merata masih ada keluarga di ujung jurang yang merasa bunuh diri sebagai satu-satunya jalan keluar,” ujarnya.

Dia berharap tragedi ini menjadi momentum bagi negara, tokoh agama, masyarakat, dan keluarga untuk bersinergi, lebih peka, dan lebih cepat bergerak dalam melindungi warga yang rentan.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Legislator PKB Minta...
Legislator PKB Minta Taufik Hidayat Dihukum Kebiri
2 Polisi Dibacok OTK...
2 Polisi Dibacok OTK saat Sedang Bertugas, Gus Falah: Ancaman Serius terhadap Supremasi Hukum
Gus Falah Desak Pelaku...
Gus Falah Desak Pelaku Penyekapan dan Penyiksaan Brutal Wanita di Bandung Dihukum Seberat-Beratnya
Dasco Terima Audiensi...
Dasco Terima Audiensi Massa Mahasiswa di Gedung DPR
Massa HMI MPO Datangi...
Massa HMI MPO Datangi Gedung DPR, Sampaikan Tuntutan Ini
Gus Falah Desak Bandar...
Gus Falah Desak Bandar Judi Berkedok Game Center Ditindak Maksimal Sesuai KUHP Baru
5 Calon Manajer KDMP...
5 Calon Manajer KDMP Meninggal, DPR: Hentikan Sementara Latsarmil
Kemendagri dan DPR Sinergi...
Kemendagri dan DPR Sinergi Pemberdayaan Ormas untuk Percepat Kesejahteraan Masyarakat NTB
Evita: Kebijakan Bebas...
Evita: Kebijakan Bebas Visa Kunjungan Buka Lapangan Kerja dan Gerakkan UMKM
Rekomendasi
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Ketum PB Akuatik Optimistis...
Ketum PB Akuatik Optimistis Skema Anggaran Pelatnas Multiyears Lahirkan Atlet Berprestasi
Didik Rachbini Prediksi...
Didik Rachbini Prediksi Safari Politik Jokowi Menjadi Faktor Negatif Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Perbarui IPKP PPKP Daruba,...
Perbarui IPKP PPKP Daruba, BNPP Soroti Transportasi hingga Infrastruktur Morotai
Kunjungi Lampung Tengah,...
Kunjungi Lampung Tengah, Jokowi Jajan Es Kopi dan Keripik Pisang di Sentra UMKM
Kasus Dugaan Pemerasan...
Kasus Dugaan Pemerasan Pengusaha Muda, Ini Tanggapan Kuasa Hukum Tersangka
Medan Tuan Rumah Rakernas...
Medan Tuan Rumah Rakernas Apeksi 2026, Momentum Rebranding Citra Kota
Rembug Tani Jabar di...
Rembug Tani Jabar di Tasikmalaya, Apkarindo Perkuat Sinergi Demi Masa Depan Karet Rakyat
Mahasiswa Gelar Solidarity...
Mahasiswa Gelar Solidarity Campaign di Area CFD Sudirman-MH Thamrin, Buka Percakapan dengan Rakyat
Infografis
Pesona dan Kharisma...
Pesona dan Kharisma 7 Ibu Negara Tercantik di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved