Bak Bumi dan Langit: Blok M Hub Kian Hidup setelah District Blok M Sepi Ditinggal Pedagang
Sabtu, 06 September 2025 - 19:30 WIB
loading...
Kawasan Transit Oriented Development (TOD) Blok M Hub. Foto/Dok SindoNews/Aldhi Chandra Setiawan
A
A
A
JAKARTA - Kisruh kenaikan harga kios di kawasan di Plaza 2 Blok M atau District Blok M memaksa sejumlah pedagang untuk berpindah ke Blok M Hub. Ini merupakan salah satu langkah yang ditawarkan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung .
Langkah ini diyakini membuat kawasan Blok M Hub semakin hidup dan ramai. Lapak-lapak yang berpindah merupakan lapak yang mayoritas kuliner yang mempunyai pangsa pasar anak-anak muda.
"Pedagang yang pindah rata-rata anak-anak muda yang promosinya kencang di media sosial," kata Awan (46), pedagang yang membuka lapak roti tradisional di Blok M Hub, Sabtu (6/9/2025).
![Bak Bumi dan Langit: Blok M Hub Kian Hidup setelah District Blok M Sepi Ditinggal Pedagang]()
Foto: Aldhi Chandra Setiawan
Baca juga: Suasana District Blok M usai Harga Sewa Melejit: Banyak Kios Tutup
Awan meyakini pedagang-pedagang itu akan membawa dampak bagi pedagang lainnya yang telah berjualan lebih dulu. Hal ini juga yang diyakini membuat kawasan itu semakin ramai.
Misalnya saja, empat kios pindahan dari Plaza Blok M berpindah persis di depan lapaknya. Ia meyakini hal ini justru juga membawa dampak positif terhadap jualan roti tradisionalnya.
"Kalau berjualan sendiri itu belum tentu enak, justru semakin banyak pedagang, semakin banyak potensi orang yang beli," ujar dia.
![Bak Bumi dan Langit: Blok M Hub Kian Hidup setelah District Blok M Sepi Ditinggal Pedagang]()
Baca juga: HIPMI Jaya Apresiasi Pramono Gratiskan Sewa Kios Blok M
Awan menceritakan bahwa pedagang-pedagang yang berpindah dari Plaza 2 Blok M belum sepenuhnya mengisi kawasan tersebut. Menurutnya, kios-kios itu masih dalam tahap finishing.
"Termasuk renovasi, sama bongkar muat barang-barang," tutur dia.
iNews Media Group melihat kawasan Blok M Hub pada Sabtu (6/9/2025) sore. Kawasan ini memang terlihat ramai, namun mayoritas kiosnya terlihat tertutup.
Hanya beberapa di antara kios-kios ini yang membuka lapaknya. Meski demikian, terlihat kios-kios itu memiliki pangsa pembelinya sendiri.
Adapun kios-kios yang menjajaki makanan dan minuman seluruhnya terlihat berada di sebelah selatan. Menurut Awan, kios makanan dan minuman memang dikhususkan berada di sana.
"Pertimbangan drainase dan asap, mungkin lebih bagus di sebelah sana jadi kios makanan tidak ada yang di sebelah sini (barat)," pungkasnya.
Langkah ini diyakini membuat kawasan Blok M Hub semakin hidup dan ramai. Lapak-lapak yang berpindah merupakan lapak yang mayoritas kuliner yang mempunyai pangsa pasar anak-anak muda.
"Pedagang yang pindah rata-rata anak-anak muda yang promosinya kencang di media sosial," kata Awan (46), pedagang yang membuka lapak roti tradisional di Blok M Hub, Sabtu (6/9/2025).

Foto: Aldhi Chandra Setiawan
Baca juga: Suasana District Blok M usai Harga Sewa Melejit: Banyak Kios Tutup
Awan meyakini pedagang-pedagang itu akan membawa dampak bagi pedagang lainnya yang telah berjualan lebih dulu. Hal ini juga yang diyakini membuat kawasan itu semakin ramai.
Misalnya saja, empat kios pindahan dari Plaza Blok M berpindah persis di depan lapaknya. Ia meyakini hal ini justru juga membawa dampak positif terhadap jualan roti tradisionalnya.
"Kalau berjualan sendiri itu belum tentu enak, justru semakin banyak pedagang, semakin banyak potensi orang yang beli," ujar dia.

Baca juga: HIPMI Jaya Apresiasi Pramono Gratiskan Sewa Kios Blok M
Awan menceritakan bahwa pedagang-pedagang yang berpindah dari Plaza 2 Blok M belum sepenuhnya mengisi kawasan tersebut. Menurutnya, kios-kios itu masih dalam tahap finishing.
"Termasuk renovasi, sama bongkar muat barang-barang," tutur dia.
iNews Media Group melihat kawasan Blok M Hub pada Sabtu (6/9/2025) sore. Kawasan ini memang terlihat ramai, namun mayoritas kiosnya terlihat tertutup.
Hanya beberapa di antara kios-kios ini yang membuka lapaknya. Meski demikian, terlihat kios-kios itu memiliki pangsa pembelinya sendiri.
Adapun kios-kios yang menjajaki makanan dan minuman seluruhnya terlihat berada di sebelah selatan. Menurut Awan, kios makanan dan minuman memang dikhususkan berada di sana.
"Pertimbangan drainase dan asap, mungkin lebih bagus di sebelah sana jadi kios makanan tidak ada yang di sebelah sini (barat)," pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :