Inflasi Papua Terkendali, Stok Beras Aman Empat Bulan ke Depan
Rabu, 03 September 2025 - 11:09 WIB
loading...
Pj Gubernur Papua, Agus Fatoni mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang dipimpin Mendagri Tito Karnavian secara virtual, Selasa (2/9/2025). FOTO/IST
A
A
A
JAYAPURA - Kondisi inflasi di Provinsi Papua tercatat cukup terkendali bahkan mengalami deflasi. Penjabat (Pj) Gubernur Papua, Agus Fatoni, menyebut capaian ini tidak terlepas dari kerja sama seluruh pihak dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.
"Kita bersyukur inflasi di Provinsi Papua cukup baik. Secara year-on-year 0,4% dan month-to-month minus 0,93%, artinya deflasi. Ini cukup baik, oleh karena itu kita berusaha bersama-sama untuk bisa tetap menjaga inflasi agar tetap terkendali," kata Fatoni usai mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang dipimpin Mendagri Tito Karnavian secara virtual, Selasa (2/9/2025).
Sebagai langkah nyata, Pemprov Papua bersama kabupaten/kota telah melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak di 18 distrik. Program nasional ini terbukti menekan gejolak harga dan akan rutin digelar di Papua.
Selain itu, Fatoni memastikan ketersediaan pangan utama tetap terjamin. Dari hasil pengecekan ke gudang Bulog, gudang swasta, dan pasar ritel, stok beras di Papua aman untuk empat bulan ke depan. "Harga beras juga masih stabil, belum ada kenaikan signifikan," ujarnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua, deflasi Papua pada Agustus dipengaruhi oleh turunnya harga angkutan udara, ikan tuna, tomat, ikan bumat, serta beberapa buah-buahan. Namun, sejumlah komoditas lain masih memberikan andil inflasi, seperti beras, angkutan laut, bawang merah, sirih, dan cabai rawit.
Selain langkah-langkah di atas, Fatoni menyebut pemerintah terus melakukan berbagai cara untuk mengendalikan inflasi, di antaranya menjaga ketersediaan stok bahan pokok di pasar, menyelenggarakan pasar murah dan gerakan pangan murah secara rutin serta memberikan subsidi angkutan untuk menekan biaya distribusi.
Tak hanya itu, kerja sama antar daerah juga dilakukan untuk menjamin pasokan bahan pokok. Pemerintah Provinsi juga terus mendorong gerakan menanam pangan, khususnya cabai, baik di kebun maupun pekarangan masyarakat serta memberikan dukungan bagi petani berupa benih, pupuk, dan sarana produksi lainnya.
"Dengan stok yang cukup, harga stabil, dan langkah-langkah pengendalian yang konsisten, kita optimis kondisi inflasi di Papua akan tetap aman," kata Fatoni.
"Kita bersyukur inflasi di Provinsi Papua cukup baik. Secara year-on-year 0,4% dan month-to-month minus 0,93%, artinya deflasi. Ini cukup baik, oleh karena itu kita berusaha bersama-sama untuk bisa tetap menjaga inflasi agar tetap terkendali," kata Fatoni usai mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang dipimpin Mendagri Tito Karnavian secara virtual, Selasa (2/9/2025).
Sebagai langkah nyata, Pemprov Papua bersama kabupaten/kota telah melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak di 18 distrik. Program nasional ini terbukti menekan gejolak harga dan akan rutin digelar di Papua.
Selain itu, Fatoni memastikan ketersediaan pangan utama tetap terjamin. Dari hasil pengecekan ke gudang Bulog, gudang swasta, dan pasar ritel, stok beras di Papua aman untuk empat bulan ke depan. "Harga beras juga masih stabil, belum ada kenaikan signifikan," ujarnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua, deflasi Papua pada Agustus dipengaruhi oleh turunnya harga angkutan udara, ikan tuna, tomat, ikan bumat, serta beberapa buah-buahan. Namun, sejumlah komoditas lain masih memberikan andil inflasi, seperti beras, angkutan laut, bawang merah, sirih, dan cabai rawit.
Selain langkah-langkah di atas, Fatoni menyebut pemerintah terus melakukan berbagai cara untuk mengendalikan inflasi, di antaranya menjaga ketersediaan stok bahan pokok di pasar, menyelenggarakan pasar murah dan gerakan pangan murah secara rutin serta memberikan subsidi angkutan untuk menekan biaya distribusi.
Tak hanya itu, kerja sama antar daerah juga dilakukan untuk menjamin pasokan bahan pokok. Pemerintah Provinsi juga terus mendorong gerakan menanam pangan, khususnya cabai, baik di kebun maupun pekarangan masyarakat serta memberikan dukungan bagi petani berupa benih, pupuk, dan sarana produksi lainnya.
"Dengan stok yang cukup, harga stabil, dan langkah-langkah pengendalian yang konsisten, kita optimis kondisi inflasi di Papua akan tetap aman," kata Fatoni.
(abd)
Lihat Juga :