Malam Tasyakuran Bintang Jasa Nararya, Atlet Difabel Rayakan Dedikasi Senny Marbun di Solo
Selasa, 02 September 2025 - 00:10 WIB
loading...
Malam Tasyakuran Bintang Jasa Nararya untuk Senny Marbun digelar di Kusuma Sahid Prince Hotel, Solo. Foto/Istimewa
A
A
A
SOLO - Lebih dari 500 atlet disabilitas dari 35 provinsi merayakan dedikasi Ketua Umum National Paralympic Committee (NPC) Indonesia Senny Marbun yang menerima penghargaan kehormatan dari Presiden Prabowo Subianto. Malam Tasyakuran Bintang Jasa Nararya untuk Senny Marbun digelar di Kusuma Sahid Prince Hotel, Solo, Minggu 31 Agustus 2025 dalam sebuah malam penuh rasa syukur dan haru.
Acara ini menjadi istimewa karena seluruh penyelenggaraan dilakukan mandiri oleh para atlet dengan sistem gotong royong. Tanpa sponsor, tanpa intervensi pihak luar, acara ini sepenuhnya dibiayai dari urunan swadaya atlet sebagai ungkapan cinta dan terima kasih atas dedikasi Senny memimpin NPC Indonesia selama 22 tahun.
Malam tasyakuran menampilkan testimoni para atlet, suguhan budaya, dan kilas balik perjalanan NPC Indonesia. Puncak acara yang paling menggetarkan adalah saat 100 foto atlet difabel ditampilkan di layar LED hingga membentuk mozaik wajah Senny Marbun.
Baca juga: Presiden Prabowo Beri Tanda Kehormatan kepada 141 Tokoh, Ini Daftar Penerimanya
Simbol itu menggambarkan persatuan seluruh anak bangsa yang pernah dia bina, membuat seisi ruangan terharu. “Pak Senny bukan hanya ketua umum bagi kami, beliau adalah bapak yang mengubah keterbatasan menjadi kekuatan. Acara ini murni dari hati kami,” ujar Ketua Panitia sekaligus atlet para-cycling nasional Muhammad Fadli Imammudin.
Sementara itu, Wakil Ketua Panitia Ni Nengah Widiasih, menambahkan penghargaan Bintang Jasa Nararya untuk Senny adalah kado terindah bagi keluarga besar difabel Indonesia. “Panggung kesetaraan dan prestasi yang kami torehkan selama ini adalah buah dedikasi seumur hidup beliau,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Senny tak kuasa menahan haru. “Bintang Jasa Nararya ini bukan untuk saya pribadi, tetapi milik kita bersama. Ini adalah pengakuan negara bahwa keterbatasan fisik tidak pernah membatasi cakrawala prestasi,” ujarnya.
Ia menegaskan penghargaan ini adalah refleksi perjuangan kolektif seluruh atlet difabel, pelatih, dan pengurus yang telah berjuang mengibarkan Merah Putih di berbagai ajang dunia.
Di bawah kepemimpinan Senny sejak 2003, NPC Indonesia mencatat transformasi monumental:
Hattrick Juara Umum ASEAN Para Games (2017, 2022, 2023).
Prestasi Asian Para Games (peringkat 5 di 2018 Jakarta, peringkat 6 di 2022 Hangzhou).
Rekor sejarah di Paralympic Games (14 medali di Paris 2024, termasuk emas).
Kesetaraan bonus dan penghargaan untuk atlet disabilitas.
Pembangunan Paralympic Training Center di Karanganyar, pertama di Asia Tenggara.
Pengangkatan 193 atlet difabel menjadi PNS (2022), memberi jaminan masa depan.
Malam tasyakuran ini tidak hanya merayakan penghargaan negara untuk Senny, tetapi juga menjadi simbol revolusi paradigma kesetaraan di Indonesia. Atlet difabel kini semakin dihargai sebagai aset bangsa, bukan sekadar simbol semangat.
NPC Indonesia menargetkan prestasi lebih tinggi: Top 40 di Paralympic Los Angeles 2028 dan Top 7 di Asian Para Games 2026, dengan program pembinaan berkelanjutan “Mendobrak Batas” yang menjaring talenta dari seluruh provinsi.
Acara ini menjadi istimewa karena seluruh penyelenggaraan dilakukan mandiri oleh para atlet dengan sistem gotong royong. Tanpa sponsor, tanpa intervensi pihak luar, acara ini sepenuhnya dibiayai dari urunan swadaya atlet sebagai ungkapan cinta dan terima kasih atas dedikasi Senny memimpin NPC Indonesia selama 22 tahun.
Malam tasyakuran menampilkan testimoni para atlet, suguhan budaya, dan kilas balik perjalanan NPC Indonesia. Puncak acara yang paling menggetarkan adalah saat 100 foto atlet difabel ditampilkan di layar LED hingga membentuk mozaik wajah Senny Marbun.
Baca juga: Presiden Prabowo Beri Tanda Kehormatan kepada 141 Tokoh, Ini Daftar Penerimanya
Simbol itu menggambarkan persatuan seluruh anak bangsa yang pernah dia bina, membuat seisi ruangan terharu. “Pak Senny bukan hanya ketua umum bagi kami, beliau adalah bapak yang mengubah keterbatasan menjadi kekuatan. Acara ini murni dari hati kami,” ujar Ketua Panitia sekaligus atlet para-cycling nasional Muhammad Fadli Imammudin.
Sementara itu, Wakil Ketua Panitia Ni Nengah Widiasih, menambahkan penghargaan Bintang Jasa Nararya untuk Senny adalah kado terindah bagi keluarga besar difabel Indonesia. “Panggung kesetaraan dan prestasi yang kami torehkan selama ini adalah buah dedikasi seumur hidup beliau,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Senny tak kuasa menahan haru. “Bintang Jasa Nararya ini bukan untuk saya pribadi, tetapi milik kita bersama. Ini adalah pengakuan negara bahwa keterbatasan fisik tidak pernah membatasi cakrawala prestasi,” ujarnya.
Ia menegaskan penghargaan ini adalah refleksi perjuangan kolektif seluruh atlet difabel, pelatih, dan pengurus yang telah berjuang mengibarkan Merah Putih di berbagai ajang dunia.
Di bawah kepemimpinan Senny sejak 2003, NPC Indonesia mencatat transformasi monumental:
Hattrick Juara Umum ASEAN Para Games (2017, 2022, 2023).
Prestasi Asian Para Games (peringkat 5 di 2018 Jakarta, peringkat 6 di 2022 Hangzhou).
Rekor sejarah di Paralympic Games (14 medali di Paris 2024, termasuk emas).
Kesetaraan bonus dan penghargaan untuk atlet disabilitas.
Pembangunan Paralympic Training Center di Karanganyar, pertama di Asia Tenggara.
Pengangkatan 193 atlet difabel menjadi PNS (2022), memberi jaminan masa depan.
Malam tasyakuran ini tidak hanya merayakan penghargaan negara untuk Senny, tetapi juga menjadi simbol revolusi paradigma kesetaraan di Indonesia. Atlet difabel kini semakin dihargai sebagai aset bangsa, bukan sekadar simbol semangat.
NPC Indonesia menargetkan prestasi lebih tinggi: Top 40 di Paralympic Los Angeles 2028 dan Top 7 di Asian Para Games 2026, dengan program pembinaan berkelanjutan “Mendobrak Batas” yang menjaring talenta dari seluruh provinsi.
(rca)
Lihat Juga :