Ketum Bamus Suku Betawi 1982 Ajak Warga Jaga Suasana Damai di Jakarta
Sabtu, 30 Agustus 2025 - 17:08 WIB
loading...
Bamus Suku Betawi 1982 meminta masyarakta menjaga suasana damai di Jakarta. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Bamus Suku Betawi 1982 menyampaikan duka cita mendalam atas jatuhnya korban jiwa dalam aksi unjuk rasa. Korban Affan Kurniawan meninggal dunia setelah dilindas mobil rantis Brimob di Pejompongan, Jakarta Pusat pada Kamis, 28 Agustus 2025.
"Rasa duka mendalam kami sampaikan kepada keluarga korban untuk tabah dan yg telah meninggal dunia husnul khotimah," ungkap Ketua Umum Bamus Suku Betawi 1982 Zainuddin atau yang akrab disapa Haji Oding pada Sabtu (30/8/2025).
Haji Oding mengimbau kepada masyarakat Betawi dan masyarakat Jakarta untuk menjaga kondusivitas, kemanan, dan ketentraman masyarakat di wilayah masing-masing.
Baca juga: Situasi di Mako Brimob Kwitang Memanas, Saling Lempar Gas Air Mata dan Petasan
"Bagi para demonstran silakan menyampaikan hak dan aspirasi dengan baik dan menjaga kedamaian, serta tidak merusak fasilitas umum atau milik masyarakat," katanya.
Adapun untuk aparat kepolisian, Haji Oding meminta untuk tetap melakukan pendekatan persuasif dan humanis dalam menangani demonstran menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
"Kepada seluruh pihak untuk bisa menahan diri dari segala provokasi dan adu domba pihak-pihak yang menginginkan terjadi kegaduhan dan kekacauan di Negara Republik Indonesia," ucapnya.
"Rasa duka mendalam kami sampaikan kepada keluarga korban untuk tabah dan yg telah meninggal dunia husnul khotimah," ungkap Ketua Umum Bamus Suku Betawi 1982 Zainuddin atau yang akrab disapa Haji Oding pada Sabtu (30/8/2025).
Haji Oding mengimbau kepada masyarakat Betawi dan masyarakat Jakarta untuk menjaga kondusivitas, kemanan, dan ketentraman masyarakat di wilayah masing-masing.
Baca juga: Situasi di Mako Brimob Kwitang Memanas, Saling Lempar Gas Air Mata dan Petasan
"Bagi para demonstran silakan menyampaikan hak dan aspirasi dengan baik dan menjaga kedamaian, serta tidak merusak fasilitas umum atau milik masyarakat," katanya.
Adapun untuk aparat kepolisian, Haji Oding meminta untuk tetap melakukan pendekatan persuasif dan humanis dalam menangani demonstran menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
"Kepada seluruh pihak untuk bisa menahan diri dari segala provokasi dan adu domba pihak-pihak yang menginginkan terjadi kegaduhan dan kekacauan di Negara Republik Indonesia," ucapnya.
(cip)
Lihat Juga :