Demo Berujung Ricuh, Gedung DPRD Solo Dibakar Massa
Sabtu, 30 Agustus 2025 - 09:18 WIB
loading...
Aksi demonstrasi yang berawal di Markas Brimob Jalan Adi Sucipto Solo berujung rusuh. Salah satu bagian Gedung DPRD Solo dibakar massa pada Sabtu (30/8/2025) dini hari. Foto/Tim SindoNews
A
A
A
SOLO - Aksi demonstrasi yang berawal di Markas Brimob Jalan Adi Sucipto Solo berujung rusuh. Salah satu bagian Gedung DPRD Solo dibakar massa pada Sabtu (30/8/2025) dini hari.
Peristiwa terjadi setelah demonstrasi di Markas Brimob dibubarkan polisi. Sekitar pukul 18.00 WIB, massa bergeser ke Bundaran Gladag di Jalan Slamet Riyadi Solo. Di lokasi itu, massa terlibat bentrok dengan aparat keamanan. Pada sisi lain, ada massa yang bergerak ke Gedung DPRD Solo.
"Habis Magrib sedikit rombongan. Habis Isya paling besar," kata Budi Prasetyo, petugas pamdal DPRD Solo.
Baca Juga: 7 Halte Transjakarta Dibakar Massa: Sentral Senen, Senayan, hingga Pramuka
Massa mulai membakar Gedung Setwan di sisi timur DPRD pada dini hari. Api berhasil dipadamkan pada Subuh tadi. Gedung yang terbakar merupakan tempat yang biasa dipakai ngantor Seketaris Dewan dan Kabag Rumah Tangga.
Sementara itu, gedung utama DPRD Solo dan gedung lainnya tidak dibakar. Namun, kaca bagian depan gedung tampak pecah. Hingga pagi ini petugas damkar Solo masih berupaya melakukan pendinginan di gedung yang dibakar.
Sebelumnya, demonstrasi para driver ojek online di depan Markas Brimob Bataliyon C di Jalan Adi Sucipto Solo berakhir ricuh. Aparat keamanan menembakkan gas air setelah sebelumnya dilempari para demontran dengan batu.
Polisi mulai menembakkan gas air mata sekitar pukul 15.00 WIB. Tembakan gas air mata ini membuat para demonstran kocar-kacir. Meski demikian, para demonstran masih tetap bertahan di sekitar aksi demo.
Kondisi ini membuat situasi di sekitar lokasi tampak mencekam. Meski diminta bubar, banyak di antaranya yang tetap bertahan di sekitar lokasi demo. Sekitar pukul 18.00 WIB, mulai suasana kondusif. Massa tampak berangsur membubarkan diri. Jalan Adi Sucipto di depan markas Brimob mulai dibuka.
Sebelum suasana memanas, para driver ojol yang melakukan aksi damai, disambut secara langsung oleh pihak kepolisian. Mereka selanjutnya melakukan salat gaib untuk Affan Kurniawan (21), seorang pengemudi ojek online (ojol) yang tewas dilindas kendaraan taktis Brimob pada 28 Agustus 2025 di Jakarta.
Peristiwa terjadi setelah demonstrasi di Markas Brimob dibubarkan polisi. Sekitar pukul 18.00 WIB, massa bergeser ke Bundaran Gladag di Jalan Slamet Riyadi Solo. Di lokasi itu, massa terlibat bentrok dengan aparat keamanan. Pada sisi lain, ada massa yang bergerak ke Gedung DPRD Solo.
"Habis Magrib sedikit rombongan. Habis Isya paling besar," kata Budi Prasetyo, petugas pamdal DPRD Solo.
Baca Juga: 7 Halte Transjakarta Dibakar Massa: Sentral Senen, Senayan, hingga Pramuka
Massa mulai membakar Gedung Setwan di sisi timur DPRD pada dini hari. Api berhasil dipadamkan pada Subuh tadi. Gedung yang terbakar merupakan tempat yang biasa dipakai ngantor Seketaris Dewan dan Kabag Rumah Tangga.
Sementara itu, gedung utama DPRD Solo dan gedung lainnya tidak dibakar. Namun, kaca bagian depan gedung tampak pecah. Hingga pagi ini petugas damkar Solo masih berupaya melakukan pendinginan di gedung yang dibakar.
Sebelumnya, demonstrasi para driver ojek online di depan Markas Brimob Bataliyon C di Jalan Adi Sucipto Solo berakhir ricuh. Aparat keamanan menembakkan gas air setelah sebelumnya dilempari para demontran dengan batu.
Polisi mulai menembakkan gas air mata sekitar pukul 15.00 WIB. Tembakan gas air mata ini membuat para demonstran kocar-kacir. Meski demikian, para demonstran masih tetap bertahan di sekitar aksi demo.
Kondisi ini membuat situasi di sekitar lokasi tampak mencekam. Meski diminta bubar, banyak di antaranya yang tetap bertahan di sekitar lokasi demo. Sekitar pukul 18.00 WIB, mulai suasana kondusif. Massa tampak berangsur membubarkan diri. Jalan Adi Sucipto di depan markas Brimob mulai dibuka.
Sebelum suasana memanas, para driver ojol yang melakukan aksi damai, disambut secara langsung oleh pihak kepolisian. Mereka selanjutnya melakukan salat gaib untuk Affan Kurniawan (21), seorang pengemudi ojek online (ojol) yang tewas dilindas kendaraan taktis Brimob pada 28 Agustus 2025 di Jakarta.
(zik)
Lihat Juga :