Liu Penari Cilik Bekasi Tak Menyangka Juara Balet di Jepang
Minggu, 24 Agustus 2025 - 19:36 WIB
loading...
Liu Penari Cilik Bekasi Tak Menyangka Juara Balet di Jepang/Istimewa
A
A
A
BEKASI - Penari balet asal Bekasi Jawa Barat, Wilujeng Arimbi Yuwono atau Liu memperoleh medali di kompetisi The World Ballet Trial (TWBT) 2025 di Jepang. Usai kompetisi, ia mengungkap kegembiraannya membawa pulang dua medali ke Indonesia.
"Setelah menang dua medali di kompetisi The World Ballet Trial, rasanya,senang, bangga, dan nggak nyangka juga. Semua latihan berat dan lelah yang aku jalani akhirnya membuahkan hasil," kata Wilujeng Arimbi Yuwono, Minggu 24 Agustus 2025.
"Waktu nama aku dipanggil di atas panggung, rasanya kayak mimpi jadi nyata. Aku juga ngerasa ini bukan cuma kemenangan aku sendiri, tapi juga buat pelatih dan keluarga yang selalu dukung aku," ujarnya.
Baca Juga: Profil 2 Jenderal Pimpin Polda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri dan Brigjen Dekananto Liu menambahkan, kemenangan tersebut membuatnya bersemangat terus maju dan belajar lebih banyak lagi. "Dunia ballet itu perjalanan panjang yang nggak pernah berhenti, jadi aku nggak mau cepat puas," ujarnya.
"Dua medali ini jadi motivasi supaya aku bisa terus berkembang dan bikin tarian aku makin keren. Aku pengen tunjukin kalau kalau kita mau berusaha, mimpi kita bisa terwujud."
TWBT merupakan sebuah kompetisi balet bergengsi dunia yang digelar di Kogane Hall, Jepang pada 21–22 Agustus 2025. Kompetisi yang diselenggarakan oleh Asia Ballet ini diikuti lebih dari 50 peserta dari berbagai negara, termasuk Jepang, Malaysia, Korea, Filipina, Thailand, Italia, China, hingga Indonesia.
Miss Ester salah satu pembina On Point Ballet School mengatakan, kompetisi di Jepang ini berlangsung disiplin dan elegan. Para peserta menampilkan kemampuan terbaik mereka, menghadirkan persaingan yang ketat namun penuh sportivitas.
"Ini pengalaman luar biasa untuk Liu. Dari Bekasi bisa sampai Tokyo, semoga jadi inspirasi bagi penari muda lainnya di Indonesia," ungkap Ester.
Ester menambahkan, Liu juga mendapat dukungan penuh dari keluarga dan guru. Dukungan tersebut penting sebagai booster mentalnya hingga membuat Liu tampil percaya diri, meski rasa gugup sempat hadir di awal.
Baca Juga: Anies Nyemplung saat Lomba Tarik Tambang Rakit: Harga Perjuangan yang Harus Dibayar
Sebelum kompetisi, Liu bersama siswa lain menjalani program intensif serta private coaching. Latihan ketat itu meliputi classical ballet dan contemporary, tidak hanya mengasah teknik, tetapi juga mempersiapkan mental dan fisik agar siap tampil di hadapan juri internasional.
Keikutsertaan Liu di TWBT 2025 menjadi bukti nyata bahwa penari muda Indonesia mampu bersaing di panggung dunia. On Point Ballet School pun menegaskan komitmennya terus membina generasi penari berbakat dengan disiplin, profesionalisme, dan karakter yang kuat. "Visi kami sederhana: melahirkan penari yang unggul dan berkarakter. Kami percaya, dengan semangat dan kerja keras, anak-anak Indonesia bisa bersinar di panggung internasional," kata Ester.
"Setelah menang dua medali di kompetisi The World Ballet Trial, rasanya,senang, bangga, dan nggak nyangka juga. Semua latihan berat dan lelah yang aku jalani akhirnya membuahkan hasil," kata Wilujeng Arimbi Yuwono, Minggu 24 Agustus 2025.
"Waktu nama aku dipanggil di atas panggung, rasanya kayak mimpi jadi nyata. Aku juga ngerasa ini bukan cuma kemenangan aku sendiri, tapi juga buat pelatih dan keluarga yang selalu dukung aku," ujarnya.
Baca Juga: Profil 2 Jenderal Pimpin Polda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri dan Brigjen Dekananto Liu menambahkan, kemenangan tersebut membuatnya bersemangat terus maju dan belajar lebih banyak lagi. "Dunia ballet itu perjalanan panjang yang nggak pernah berhenti, jadi aku nggak mau cepat puas," ujarnya.
"Dua medali ini jadi motivasi supaya aku bisa terus berkembang dan bikin tarian aku makin keren. Aku pengen tunjukin kalau kalau kita mau berusaha, mimpi kita bisa terwujud."
TWBT merupakan sebuah kompetisi balet bergengsi dunia yang digelar di Kogane Hall, Jepang pada 21–22 Agustus 2025. Kompetisi yang diselenggarakan oleh Asia Ballet ini diikuti lebih dari 50 peserta dari berbagai negara, termasuk Jepang, Malaysia, Korea, Filipina, Thailand, Italia, China, hingga Indonesia.
Miss Ester salah satu pembina On Point Ballet School mengatakan, kompetisi di Jepang ini berlangsung disiplin dan elegan. Para peserta menampilkan kemampuan terbaik mereka, menghadirkan persaingan yang ketat namun penuh sportivitas.
"Ini pengalaman luar biasa untuk Liu. Dari Bekasi bisa sampai Tokyo, semoga jadi inspirasi bagi penari muda lainnya di Indonesia," ungkap Ester.
Ester menambahkan, Liu juga mendapat dukungan penuh dari keluarga dan guru. Dukungan tersebut penting sebagai booster mentalnya hingga membuat Liu tampil percaya diri, meski rasa gugup sempat hadir di awal.
Baca Juga: Anies Nyemplung saat Lomba Tarik Tambang Rakit: Harga Perjuangan yang Harus Dibayar
Sebelum kompetisi, Liu bersama siswa lain menjalani program intensif serta private coaching. Latihan ketat itu meliputi classical ballet dan contemporary, tidak hanya mengasah teknik, tetapi juga mempersiapkan mental dan fisik agar siap tampil di hadapan juri internasional.
Keikutsertaan Liu di TWBT 2025 menjadi bukti nyata bahwa penari muda Indonesia mampu bersaing di panggung dunia. On Point Ballet School pun menegaskan komitmennya terus membina generasi penari berbakat dengan disiplin, profesionalisme, dan karakter yang kuat. "Visi kami sederhana: melahirkan penari yang unggul dan berkarakter. Kami percaya, dengan semangat dan kerja keras, anak-anak Indonesia bisa bersinar di panggung internasional," kata Ester.
(aww)
Lihat Juga :