Tinjau Pembangunan Bank Pohon di Rumbai, Kapolda Riau Ciptakan Gerakan Hijau
Sabtu, 23 Agustus 2025 - 14:49 WIB
loading...
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan meninjau progres pembangunan Bank Pohon di Jalan Limbungan, Rumbai Pesisir, Pekanbaru, Sabtu (23/8/2025). Program kolaboratif Polda Riau bersama Pemprov Riau ini berdiri di lahan seluas 500 M2. Foto: Ist
A
A
A
PEKANBARU - Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan meninjau progres pembangunan Bank Pohon di Jalan Limbungan, Rumbai Pesisir, Pekanbaru, Sabtu (23/8/2025). Program kolaboratif Polda Riau bersama Pemerintah Provinsi Riau ini berdiri di atas lahan seluas 500 meter persegi dan direncanakan diresmikan pada pertengahan September 2025.
Herry mengatakan, fasilitas ini akan menjadi pusat penyedia bibit pohon, ruang edukasi publik, hingga sumber penghijauan bagi kawasan perkotaan maupun rehabilitasi lahan yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Baca juga: Kebakaran Hutan Melanda Bengkalis, Kapolda Riau Perintahkan Segera Dipadamkan
Menurut dia, Bank Pohon adalah gerakan bersama. Polda dan Pemda mempersiapkan stok bibit secara berkelanjutan, melibatkan masyarakat, kampus, komunitas pecinta alam, hingga dunia usaha. "Prinsipnya, tanam, rawat, dan jaga agar Riau semakin teduh, sehat, dan lestari,” ujarnya.
Bank Pohon akan menyediakan bibit berbagai jenis pohon, mulai dari trembesi, ketapang kencana, bungur, tabebuya, pucuk merah, mahoni hingga mangrove di kawasan yang sesuai.
Setiap bibit yang disalurkan akan didata secara digital dan dilengkapi QR code yang mencatat jenis tanaman, lokasi penanaman, serta pihak pengampu perawatannya. Skema ini dipersiapkan agar program penghijauan lebih terukur dan transparan.
Menariknya, Kapolda juga mengumumkan adanya program pelatihan menanam jagung yang akan diikuti seluruh Kapolsek di jajaran Polda Riau. Langkah ini diambil setelah evaluasi panen jagung beberapa waktu lalu menunjukkan kualitas hasil yang belum maksimal.
"Kami akan membuat pelatihan menanam jagung kepada seluruh Kapolsek. Karena hasil panen jagung sebelumnya belum maksimal, dan itu karena tidak di-treatment dengan baik. Selama ini hanya asal menanam tanpa pupuk yang tepat dan perawatan yang benar. Maka sekarang kami perbaiki,” ucapnya.
Herry menambahkan pelatihan ini memiliki tiga tujuan utama. Pertama, memperbaiki kualitas budidaya agar panen jagung bisa lebih baik dan bernilai jual. Kedua, menjadi sarana pembinaan bagi anggota yang tengah menjalani pemutihan dari Propam, sehingga mereka bisa diberdayakan melalui kegiatan produktif.
Ketiga, memberikan bekal keterampilan bagi anggota yang memasuki masa purnatugas dalam satu tahun, baik dalam bercocok tanam maupun beternak, khususnya kambing. "Kami mengajak semua pihak menjadi bagian dari gerakan ini. Satu bibit yang dirawat dengan baik hari ini adalah naungan dan oksigen untuk generasi anak cucu kita besok,” ujarnya.
Program Bank Pohon menjadi implementasi nyata konsep Green Policing dengan tagline Melindungi Tuah, Menjaga Marwah.
Selain menghadirkan langkah pemulihan ekosistem dan penghijauan perkotaan, Polda Riau juga menegaskan komitmen untuk membangun kesadaran kolektif, membekali anggota dengan keterampilan baru, sekaligus memberi teladan bagi masyarakat.
Herry mengatakan, fasilitas ini akan menjadi pusat penyedia bibit pohon, ruang edukasi publik, hingga sumber penghijauan bagi kawasan perkotaan maupun rehabilitasi lahan yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Baca juga: Kebakaran Hutan Melanda Bengkalis, Kapolda Riau Perintahkan Segera Dipadamkan
Menurut dia, Bank Pohon adalah gerakan bersama. Polda dan Pemda mempersiapkan stok bibit secara berkelanjutan, melibatkan masyarakat, kampus, komunitas pecinta alam, hingga dunia usaha. "Prinsipnya, tanam, rawat, dan jaga agar Riau semakin teduh, sehat, dan lestari,” ujarnya.
Bank Pohon akan menyediakan bibit berbagai jenis pohon, mulai dari trembesi, ketapang kencana, bungur, tabebuya, pucuk merah, mahoni hingga mangrove di kawasan yang sesuai.
Setiap bibit yang disalurkan akan didata secara digital dan dilengkapi QR code yang mencatat jenis tanaman, lokasi penanaman, serta pihak pengampu perawatannya. Skema ini dipersiapkan agar program penghijauan lebih terukur dan transparan.
Menariknya, Kapolda juga mengumumkan adanya program pelatihan menanam jagung yang akan diikuti seluruh Kapolsek di jajaran Polda Riau. Langkah ini diambil setelah evaluasi panen jagung beberapa waktu lalu menunjukkan kualitas hasil yang belum maksimal.
"Kami akan membuat pelatihan menanam jagung kepada seluruh Kapolsek. Karena hasil panen jagung sebelumnya belum maksimal, dan itu karena tidak di-treatment dengan baik. Selama ini hanya asal menanam tanpa pupuk yang tepat dan perawatan yang benar. Maka sekarang kami perbaiki,” ucapnya.
Herry menambahkan pelatihan ini memiliki tiga tujuan utama. Pertama, memperbaiki kualitas budidaya agar panen jagung bisa lebih baik dan bernilai jual. Kedua, menjadi sarana pembinaan bagi anggota yang tengah menjalani pemutihan dari Propam, sehingga mereka bisa diberdayakan melalui kegiatan produktif.
Ketiga, memberikan bekal keterampilan bagi anggota yang memasuki masa purnatugas dalam satu tahun, baik dalam bercocok tanam maupun beternak, khususnya kambing. "Kami mengajak semua pihak menjadi bagian dari gerakan ini. Satu bibit yang dirawat dengan baik hari ini adalah naungan dan oksigen untuk generasi anak cucu kita besok,” ujarnya.
Program Bank Pohon menjadi implementasi nyata konsep Green Policing dengan tagline Melindungi Tuah, Menjaga Marwah.
Selain menghadirkan langkah pemulihan ekosistem dan penghijauan perkotaan, Polda Riau juga menegaskan komitmen untuk membangun kesadaran kolektif, membekali anggota dengan keterampilan baru, sekaligus memberi teladan bagi masyarakat.
(jon)
Lihat Juga :