Rentetan Gempa Guncang Jabar, Ini Penjelasan BMKG
Sabtu, 23 Agustus 2025 - 12:22 WIB
loading...
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan rentetan gempa bumi yang mengguncang sejumlah wilayah di Jawa Barat dalam beberapa hari terakhir tidak memiliki kaitan satu sama lain. Ilustrasi/Dok SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan rentetan gempa bumi yang mengguncang sejumlah wilayah di Jawa Barat dalam beberapa hari terakhir tidak memiliki kaitan satu sama lain. Alasannya, sumber dan mekanisme penggerak gempa tersebut berbeda.
"Tidak ada hubungan sama sekali," kata Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono dalam keterangan kepada awak media, dikutip Sabtu (23/8/2025).
Menurut Daryono, ada beberapa alasan ilmiah yang memperkuat pernyataan tersebut. Mulai dari perbedaan sumber gempa, mekanisme penggerak (driving force) yang berbeda, hingga proses akumulasi energi di setiap sesar yang berlangsung secara terpisah.
Baca Juga: Gempa Guncang Bekasi, Getaran Terasa hingga Jakarta
"Sumber gempa beda, driving force beda, masing-masing punya proses akumulasi sendiri-sendiri yang berbeda, sangat jauh kedua sumber. Jika waktu dekatan hanya kebetulan saja, saking banyaknya sumber gempa di Indonesia," jelasnya.
Sebelumnya, BMKG mencatat terjadinya gempa yang mengguncang Kabupaten Bandung Barat pada Rabu (20/8/2025) pukul 12.28 WIB dengan Magnitudo 1,7. Tercatat, episenter gempa tersebut berada di darat, sekitar 3 kilometer barat laut Kabupaten Bandung Barat, dengan kedalaman 10 kilometer.
BMKG menyebut gempa tersebut dipicu aktivitas Sesar Lembang, yang dalam beberapa pekan terakhir memang menunjukkan peningkatan aktivitas.
Masih di hari yang sama, gempa lain terjadi di Kabupaten Karawang dengan Magnitudo 4,7 pada pukul 19.54 WIB. Pusat gempa berada di darat, sekitar 19 kilometer tenggara Kabupaten Bekasi, pada kedalaman 10 kilometer. Gempa dangkal ini diketahui dipicu oleh aktivitas sesar naik busur belakang Jawa Barat (West Java back arc thrust).
"Tidak ada hubungan sama sekali," kata Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono dalam keterangan kepada awak media, dikutip Sabtu (23/8/2025).
Menurut Daryono, ada beberapa alasan ilmiah yang memperkuat pernyataan tersebut. Mulai dari perbedaan sumber gempa, mekanisme penggerak (driving force) yang berbeda, hingga proses akumulasi energi di setiap sesar yang berlangsung secara terpisah.
Baca Juga: Gempa Guncang Bekasi, Getaran Terasa hingga Jakarta
"Sumber gempa beda, driving force beda, masing-masing punya proses akumulasi sendiri-sendiri yang berbeda, sangat jauh kedua sumber. Jika waktu dekatan hanya kebetulan saja, saking banyaknya sumber gempa di Indonesia," jelasnya.
Sebelumnya, BMKG mencatat terjadinya gempa yang mengguncang Kabupaten Bandung Barat pada Rabu (20/8/2025) pukul 12.28 WIB dengan Magnitudo 1,7. Tercatat, episenter gempa tersebut berada di darat, sekitar 3 kilometer barat laut Kabupaten Bandung Barat, dengan kedalaman 10 kilometer.
BMKG menyebut gempa tersebut dipicu aktivitas Sesar Lembang, yang dalam beberapa pekan terakhir memang menunjukkan peningkatan aktivitas.
Masih di hari yang sama, gempa lain terjadi di Kabupaten Karawang dengan Magnitudo 4,7 pada pukul 19.54 WIB. Pusat gempa berada di darat, sekitar 19 kilometer tenggara Kabupaten Bekasi, pada kedalaman 10 kilometer. Gempa dangkal ini diketahui dipicu oleh aktivitas sesar naik busur belakang Jawa Barat (West Java back arc thrust).
(zik)
Lihat Juga :