Iwakum Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Pembacokan Jurnalis IMG
Selasa, 19 Agustus 2025 - 19:44 WIB
loading...
Ilustrasi jurnalis. Foto/Dok Okezone
A
A
A
GROBOGAN - Ikatan Wartawan Hukum (Iwakum) mengecam keras aksi pembacokan terhadap kontributor iNews Media Group (IMG) Manik Priyo Prabowo (38) oleh orang tidak dikenal (OTK) di Grobogan , Jawa Tengah, Jumat (15/8/2025). Ketua Umum Iwakum Irfan Kamil menilai peristiwa itu sebagai bentuk kekerasan serius terhadap jurnalis yang tidak bisa ditoleransi.
Ia meminta Polres Grobogan mengusut tuntas pelaku dan segera membuka motif di balik serangan tersebut. “Kami mendesak kepolisian untuk bergerak cepat menangkap para pelaku dan mengungkap motifnya. Kekerasan terhadap jurnalis adalah ancaman nyata terhadap kebebasan pers di Indonesia,” kata Kamil dalam keterangan tertulis, Selasa (19/8/2025).
Kamil menegaskan, kasus ini harus menjadi momentum bagi aparat penegak hukum untuk menunjukkan komitmen melindungi jurnalis di lapangan. “Kami akan terus mengawal kasus ini sampai para pelaku dibawa ke pengadilan. Jurnalis tidak boleh merasa terancam saat menjalankan tugasnya,” ucapnya.
Baca juga: Usai Jalani Operasi, Kontributor iNews Media Group Korban Pembacokan di Grobogan Pulang dari RS
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Iwakum Ponco Sulaksono menambahkan, negara melalui aparat penegak hukum dan Dewan Pers perlu memperkuat mekanisme perlindungan jurnalis agar kasus serupa tidak terulang. “Jurnalis bekerja untuk kepentingan publik. Karena itu, keselamatan mereka harus dijamin oleh negara,” ujar Ponco.
Baca juga: Polisi Buru Pelaku Pembacokan Kontributor iNews Media Group di Grobogan
Sebelumnya, Manik Priyo Prabowo (38), seorang kontributor iNews Media Group, menjadi korban pembacokan oleh dua orang tak dikenal (OTK) di Grobogan, Jawa Tengah. Peristiwa ini terjadi pada dini hari 15 Agustus 2025, saat korban baru saja meninggalkan sebuah kedai di Desa Tanggungharjo.
Kasat Reskrim Polres Grobogan, AKP Agung Joko Haryono, mengatakan pihaknya langsung melakukan penyelidikan bersama Polsek Tanggungharjo. Polisi juga telah meminta keterangan dari korban untuk menguatkan proses penyidikan.
"Kami sedang mendalami kasus tersebut. Tim juga sudah memeriksa lokasi kejadian," ujarnya, Selasa (19/8/2025).
Agung menegaskan bahwa serangan tersebut mengarah pada upaya melukai atau bahkan percobaan pembunuhan. "Pelaku tidak mengambil barang korban, justru langsung melukai dengan senjata tajam. Hingga kini kami masih memburu pelaku yang identitasnya belum diketahui,” pungkasnya.
Ia meminta Polres Grobogan mengusut tuntas pelaku dan segera membuka motif di balik serangan tersebut. “Kami mendesak kepolisian untuk bergerak cepat menangkap para pelaku dan mengungkap motifnya. Kekerasan terhadap jurnalis adalah ancaman nyata terhadap kebebasan pers di Indonesia,” kata Kamil dalam keterangan tertulis, Selasa (19/8/2025).
Kamil menegaskan, kasus ini harus menjadi momentum bagi aparat penegak hukum untuk menunjukkan komitmen melindungi jurnalis di lapangan. “Kami akan terus mengawal kasus ini sampai para pelaku dibawa ke pengadilan. Jurnalis tidak boleh merasa terancam saat menjalankan tugasnya,” ucapnya.
Baca juga: Usai Jalani Operasi, Kontributor iNews Media Group Korban Pembacokan di Grobogan Pulang dari RS
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Iwakum Ponco Sulaksono menambahkan, negara melalui aparat penegak hukum dan Dewan Pers perlu memperkuat mekanisme perlindungan jurnalis agar kasus serupa tidak terulang. “Jurnalis bekerja untuk kepentingan publik. Karena itu, keselamatan mereka harus dijamin oleh negara,” ujar Ponco.
Baca juga: Polisi Buru Pelaku Pembacokan Kontributor iNews Media Group di Grobogan
Sebelumnya, Manik Priyo Prabowo (38), seorang kontributor iNews Media Group, menjadi korban pembacokan oleh dua orang tak dikenal (OTK) di Grobogan, Jawa Tengah. Peristiwa ini terjadi pada dini hari 15 Agustus 2025, saat korban baru saja meninggalkan sebuah kedai di Desa Tanggungharjo.
Kasat Reskrim Polres Grobogan, AKP Agung Joko Haryono, mengatakan pihaknya langsung melakukan penyelidikan bersama Polsek Tanggungharjo. Polisi juga telah meminta keterangan dari korban untuk menguatkan proses penyidikan.
"Kami sedang mendalami kasus tersebut. Tim juga sudah memeriksa lokasi kejadian," ujarnya, Selasa (19/8/2025).
Agung menegaskan bahwa serangan tersebut mengarah pada upaya melukai atau bahkan percobaan pembunuhan. "Pelaku tidak mengambil barang korban, justru langsung melukai dengan senjata tajam. Hingga kini kami masih memburu pelaku yang identitasnya belum diketahui,” pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :