Dengarlah Wahai Pejabat Pemkot Depok, Ini Jeritan Pelaku Usaha lantaran Pembatasan Aktivitas

Kamis, 10 September 2020 - 22:45 WIB
loading...
Dengarlah Wahai Pejabat...
Foto: Ilustrasi/Dok SINDOnews
A A A
DEPOK - Ratusan pelaku usaha di Kota Depok berteriak. Sejak diberlakukan jam pembatasan aktivitas warga (PAW) omzet mereka turun drastis. Padahal, mereka baru sedikit bernafas ketika pusat perbelanjaan dibuka kembali pada 16 Juli 2020. Namun, sekarang malah diberlakukan jam PAW yang dirasa sangat berat.

“Dari tenant-tenant di sini beberapa bulan lalu kan sudah mengalami permasalahan saat ditutup tiga bulan. Dengan tutup tiga bulan itu masalah sudah luar biasa. Sekarang ditambah lagi dengan jam operasional dibatasi,” ujar Sukianto, pemilik Optik Sanjaya di Detos, Kamis (10/9/2020). (Baca juga: BNN Segera Tindak Tegas Diskotek Top One karena Diduga Sarang Narkoba)

Menurutnya, pembatasan operasional kegiatan ekonomi hanya sampai pukul 18.00 WIB membuat pelaku usaha menjerit. Bagaimana tidak, mereka baru buka toko sekitar pukul 10.00 WIB dan terpaksa tutup pukul 18.00 WIB, padahal pengunjung ramai di atas pukul 18.00 WIB.

Dia mengaku tidak tahu apa dasar pengambil kebijakan membuat aturan seperti itu. Yang dirasakan olehnya dan ratusan tenant lainnya, aturan tersebut merugikan pelaku usaha.

“Sebaiknya dipertimbangkan karena ini yang berpengaruh banget. Tenant-tenant yang ada di sini sekarang semuanya kesulitan,” ucapnya.

Mewakili lebih dari 600 tenant, Suki berharap ada kebijakan yang membuat pelaku usaha bisa bernafas lega. Misalnya memperbolehkan jam operasional hingga pukul 20.00 WIB.

“Jam operasional dimundurkan jadi jam 12.00 WIB nggak masalah asal bisa tetap buka sampai jam 20.00 WIB. Dengan harapan orang-orang dari Jakarta yang pulang kerja semua dari kantor kan juga masih bisa mampir,” ujarnya. (Baca juga: Satgas: Kasus Covid-19 di Jakarta Meningkat Saat PSBB Transisi)

Keluhan serupa diungkapkan Eddy Jonata dari Toko Magnetic. Dia meminta jam PAW dipertimbangkan lebih bijak karena pukul 18.00 WIB itu berbenturan dengan umat muslim beribadah.

“Kita mau tutup toko dulu kadang orang masih belanja, nggak ditutup sudah waktu salat Maghrib, jadi agak terbatas,” katanya.

Dia sepakat bahwa banyak pelanggan yang datang setelah pulang kerja. Kalau siang hari tidak terlalu banyak orang datang dan berbelanja. “Ramainya memang sore menjelang malam sampai Isya itu bisa dibilang orang-orang baru belanja. Kalau pagi tidak terlalu. Jadi maunya tetap sampai jam 20.00 WIB,” ujarnya.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perkuat Ekonomi Rakyat,...
Perkuat Ekonomi Rakyat, BSI Apresiasi Penempatan SAL untuk Pembiayaan Produktif
SIG Berdayakan UMKM...
SIG Berdayakan UMKM Berbasis Potensi Lokal di Tuban
Siap Naik Kelas! Simak...
Siap Naik Kelas! Simak Formula Marketing Digital Terbaru Khusus UMKM dan Korporasi
Rekomendasi
Nilai Hakim Abaikan...
Nilai Hakim Abaikan Fakta Persidangan, Nadiem Makarim Bakal Lapor ke KY
Usia 30-an Lutut Mulai...
Usia 30-an Lutut Mulai Rewel? Mengapa Welmove Bukan Hanya Suplemen untuk Orang Tua
Berjasa Besar bagi Bahasa...
Berjasa Besar bagi Bahasa dan Budaya, Sutan Takdir Alisjahbana Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
Berita Terkini
Tak Hanya Andalkan Teknologi,...
Tak Hanya Andalkan Teknologi, KAI Bangun Loyalitas via Pelayanan Berkualitas
Program ParenTRING,...
Program ParenTRING, Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal
Komut Pertamina Kunjungan...
Komut Pertamina Kunjungan Kerja ke Jatim hingga Nusa Tenggara, Ini Hasilnya
Besok Upacara Peringatan...
Besok Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Cikeas, Cari Jalur Alternatif Hindari Kemacetan
Gunung Dukono Maluku...
Gunung Dukono Maluku Utara Erupsi, PVMBG Imbau Masyarakat Waspada
Gapasdap: Penggunaan...
Gapasdap: Penggunaan B50 untuk Kapal Bebani Biaya Operasional Angkutan Penyeberangan
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved