Tangsel Jadi Ladang Atlet, KONI Bidik Ajang Olimpiade 2028
Jum'at, 15 Agustus 2025 - 19:00 WIB
loading...
FGD KONI Tangsel bertema Peningkatan Prestasi Olahraga Kota Tangerang Selatan dari Porprov VII Banten 2026 Menuju Olimpiade 2028, Jumat (15/8/2025). FOTO/IST
A
A
A
TANGERANG SELATAN - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Tangerang berharap Tangsel menjadi lumbung atlet. Para atlet ditargetkan tidak hanya berlaga di Porseni Provinsi (Porprov) 2026 tapi juga mampu menembus Olimpiade 2028.
Hal ini tercetus dalam Focus Group Discussion (FGD) KONI Tangsel bertema Peningkatan Prestasi Olahraga Kota Tangerang Selatan dari Porprov VII Banten 2026 Menuju Olimpiade 2028, Jumat (15/8/2025). FGD ini menjadi ajang bertukar gagasan untuk memperkuat kelembagaan, memperjelas regulasi, dan merumuskan sistem pembinaan atlet berprestasi secara berkelanjutan.
"Kalau Tangsel ingin menjadi lumbung atlet, kita harus punya visi ke depan. Target bukan hanya Porprov 2026, tetapi juga mempersiapkan atlet hingga Olimpiade 2028. Karena itu, kami mengundang narasumber yang kompeten, seperti Sekjen KONI Pusat, Ketua Umum PB Perkemi, dan Sekum KONI DKI Jakarta, Nusraminullah," kata Ketua Penyelenggara FGD, Henry.
Menurutnya, peserta FGD berasal dari unsur cabang olahraga, KOKA, pengurus KONI, dan sekretariat. Forum dibagi menjadi sesi seminar dan diskusi terarah, dengan tiga fokus utama: tata kelola kelembagaan, regulasi olahraga, dan sistem pembinaan prestasi. "Kami ingin setiap cabor memberikan masukan konkret untuk persiapan menuju Porprov 2026," ujarnya.
Sementara itu, Ketua KONI Tangsel, Hamka Handaru mengatakan, penyelenggaraan Porprov VII Banten 2026 adalah hajat pemerintah kota sebagai tuan rumah, sedangkan KONI berperan menyediakan SDM olahraga.
"Kami menyiapkan atlet, pelatih, asisten pelatih, official, serta perangkat pertandingan. Panitia besar sudah dibentuk oleh Pemkot dengan ketua panitia Pak Pilar, dan KONI mendampingi di setiap divisi," katanya.
Hamka mengungkapkan, KONI Tangsel telah mengajukan rencana 47 cabang olahraga kepada KONI Banten, meski jumlah final akan ditetapkan dalam Raker KONI Banten pada Agustus. Estimasi jumlah atlet berkisar 900 hingga 1.200 orang, tergantung jumlah nomor pertandingan yang disepakati provinsi.
Terkait tantangan, Hamka menyebut kesiapan venue menjadi isu utama yang dihadapi setiap tuan rumah multievent. "Alhamdulillah, Pemkot sudah bergerak cepat. Ada yang dibangun baru seperti panjat tebing, ada yang direvitalisasi seperti softball dan petanque. Beberapa venue lain seperti futsal juga mulai dibenahi," katanya.
Melalui FGD ini, KONI Tangsel berharap dapat menyusun strategi jangka panjang pembinaan olahraga, memastikan kesiapan menghadapi Porprov VII Banten 2026, dan mencetak atlet-atlet Tangsel yang mampu bersaing di level nasional hingga Olimpiade 2028.
Hal ini tercetus dalam Focus Group Discussion (FGD) KONI Tangsel bertema Peningkatan Prestasi Olahraga Kota Tangerang Selatan dari Porprov VII Banten 2026 Menuju Olimpiade 2028, Jumat (15/8/2025). FGD ini menjadi ajang bertukar gagasan untuk memperkuat kelembagaan, memperjelas regulasi, dan merumuskan sistem pembinaan atlet berprestasi secara berkelanjutan.
"Kalau Tangsel ingin menjadi lumbung atlet, kita harus punya visi ke depan. Target bukan hanya Porprov 2026, tetapi juga mempersiapkan atlet hingga Olimpiade 2028. Karena itu, kami mengundang narasumber yang kompeten, seperti Sekjen KONI Pusat, Ketua Umum PB Perkemi, dan Sekum KONI DKI Jakarta, Nusraminullah," kata Ketua Penyelenggara FGD, Henry.
Menurutnya, peserta FGD berasal dari unsur cabang olahraga, KOKA, pengurus KONI, dan sekretariat. Forum dibagi menjadi sesi seminar dan diskusi terarah, dengan tiga fokus utama: tata kelola kelembagaan, regulasi olahraga, dan sistem pembinaan prestasi. "Kami ingin setiap cabor memberikan masukan konkret untuk persiapan menuju Porprov 2026," ujarnya.
Sementara itu, Ketua KONI Tangsel, Hamka Handaru mengatakan, penyelenggaraan Porprov VII Banten 2026 adalah hajat pemerintah kota sebagai tuan rumah, sedangkan KONI berperan menyediakan SDM olahraga.
"Kami menyiapkan atlet, pelatih, asisten pelatih, official, serta perangkat pertandingan. Panitia besar sudah dibentuk oleh Pemkot dengan ketua panitia Pak Pilar, dan KONI mendampingi di setiap divisi," katanya.
Hamka mengungkapkan, KONI Tangsel telah mengajukan rencana 47 cabang olahraga kepada KONI Banten, meski jumlah final akan ditetapkan dalam Raker KONI Banten pada Agustus. Estimasi jumlah atlet berkisar 900 hingga 1.200 orang, tergantung jumlah nomor pertandingan yang disepakati provinsi.
Terkait tantangan, Hamka menyebut kesiapan venue menjadi isu utama yang dihadapi setiap tuan rumah multievent. "Alhamdulillah, Pemkot sudah bergerak cepat. Ada yang dibangun baru seperti panjat tebing, ada yang direvitalisasi seperti softball dan petanque. Beberapa venue lain seperti futsal juga mulai dibenahi," katanya.
Melalui FGD ini, KONI Tangsel berharap dapat menyusun strategi jangka panjang pembinaan olahraga, memastikan kesiapan menghadapi Porprov VII Banten 2026, dan mencetak atlet-atlet Tangsel yang mampu bersaing di level nasional hingga Olimpiade 2028.
(abd)
Lihat Juga :