Rayakan HUT Ke-80 RI, 5.000 Mangrove Ditanam di Pesisir Muara Gembong
Jum'at, 15 Agustus 2025 - 09:57 WIB
loading...
Desa Pantai Sederhana, Muara Gembong, Kabupaten Bekasi kembali menjadi lokasi penanaman mangrove. Sebanyak 5.000 bibit mangrove yang ditanam dalam rangka menyambut perayaan HUT Ke-80 RI. Foto: Ist
A
A
A
BEKASI - Kawasan Desa Pantai Sederhana, Muara Gembong, Kabupaten Bekasi kembali menjadi lokasi penanaman mangrove yang dilakukan PT Hankook Tire Indonesia. Sebanyak 5.000 bibit mangrove yang ditanam dalam rangka menyambut perayaan HUT Ke-80 RI.
Langkah ini merupakan kontribusi untuk mengatasi ancaman serius abrasi pantai yang terus meluas di pesisir utara Bekasi. Pemerintah Kabupaten Bekasi memprediksi lebih dari 50% wilayah Kecamatan Muara Gembong akan tergenang air laut pada 2045, sementara luas hutan alam mangrove yang tersisa sekitar 10.481,15 hektare terus menyusut akibat degradasi lingkungan.
Aksi pelestarian lingkungan ini merupakan kelanjutan dari program "One Man One Tree" yang telah digelar sejak tahun lalu. Dengan penanaman tahun ini, total sudah 7.500 pohon mangrove ditanam di kawasan pesisir Bekasi.
Presiden Direktur PT Hankook Tire Indonesia Jin Kyung Jung mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi nyata perusahaan dalam menjawab tantangan perubahan iklim dan abrasi yang kian mengancam wilayah pesisir utara Bekasi.
“Kami percaya bahwa semangat kemerdekaan bisa diartikan sebagai kebebasan untuk hidup di lingkungan yang sehat dan lestari. Penanaman mangrove ini bukan hanya aksi simbolis, tapi langkah konkret untuk menjaga ekosistem pesisir bersama masyarakat,” ujar Jung, Kamis (14/8/2025).
Sebanyak 50 karyawan terlibat sebagai relawan, bergotong royong bersama warga setempat dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi untuk menanam mangrove jenis Rhizophora spp. Kawasan ini dipilih karena termasuk wilayah rawan abrasi dan memiliki potensi sebagai wisata edukasi berbasis lingkungan.
Penanaman mangrove tidak hanya berdampak secara ekologis, tetapi juga memberikan manfaat sosial dan ekonomi. Dari sisi lingkungan, akar mangrove membantu menahan erosi, menstabilkan garis pantai, serta menjadi habitat penting bagi berbagai biota laut.
Langkah ini merupakan kontribusi untuk mengatasi ancaman serius abrasi pantai yang terus meluas di pesisir utara Bekasi. Pemerintah Kabupaten Bekasi memprediksi lebih dari 50% wilayah Kecamatan Muara Gembong akan tergenang air laut pada 2045, sementara luas hutan alam mangrove yang tersisa sekitar 10.481,15 hektare terus menyusut akibat degradasi lingkungan.
Aksi pelestarian lingkungan ini merupakan kelanjutan dari program "One Man One Tree" yang telah digelar sejak tahun lalu. Dengan penanaman tahun ini, total sudah 7.500 pohon mangrove ditanam di kawasan pesisir Bekasi.
Presiden Direktur PT Hankook Tire Indonesia Jin Kyung Jung mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi nyata perusahaan dalam menjawab tantangan perubahan iklim dan abrasi yang kian mengancam wilayah pesisir utara Bekasi.
“Kami percaya bahwa semangat kemerdekaan bisa diartikan sebagai kebebasan untuk hidup di lingkungan yang sehat dan lestari. Penanaman mangrove ini bukan hanya aksi simbolis, tapi langkah konkret untuk menjaga ekosistem pesisir bersama masyarakat,” ujar Jung, Kamis (14/8/2025).
Sebanyak 50 karyawan terlibat sebagai relawan, bergotong royong bersama warga setempat dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi untuk menanam mangrove jenis Rhizophora spp. Kawasan ini dipilih karena termasuk wilayah rawan abrasi dan memiliki potensi sebagai wisata edukasi berbasis lingkungan.
Penanaman mangrove tidak hanya berdampak secara ekologis, tetapi juga memberikan manfaat sosial dan ekonomi. Dari sisi lingkungan, akar mangrove membantu menahan erosi, menstabilkan garis pantai, serta menjadi habitat penting bagi berbagai biota laut.
Lihat Juga :