Susi Pudjiastuti Minta Izin Keramba Jaring Apung di Pantai Timur Pangandaran Dicabut

Kamis, 14 Agustus 2025 - 07:37 WIB
loading...
Susi Pudjiastuti Minta...
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti meminta agar izin keramba jaring apung (KJA) di Pantai Timur, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat dicabut. Foto/X Susi Pudjiastuti
A A A
PANGANDARAN - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti meminta agar izin keramba jaring apung (KJA) di Pantai Timur, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat dicabut dan dipindahkan ke lokasi lain. Sebab, menurut dia, keberadaan KJA di sana sudah merugikan sektor pariwisata.

“Keramba apung itu agar dicabut, dan dipindahkan dari Pantai Timur Pangandaran,” ujar Susi di sela aksi masyarakat menolak KJA Pantai Timur Pangandaran di Susi Air Beach Strip, Pangandaran, Rabu (13/8/2025).

Susi mengatakan, keberadaan KJA tersebut ditolak oleh masyarakat Pangandaran. Mereka bakal terus berupaya ke mana pun agar izin KJA dicabut dan tidak boleh ada di Pantai Timur Pangandaran.

Baca juga: Dedi Mulyadi Angkat Susi Pudjiastuti Jadi Tenaga Ahli Tak Digaji, Kok Bisa?



Pasalnya, kegiatan masyarakat pesisir pantai terganggu oleh keberadaan KJA di Pantai Timur yang saat ini jaraknya sekitar 200 meter itu, terutama pelaku wisata air dan nelayan di Pantai Timur Pangandaran.

“Kalau mau di Pantai Pangandaran 12 mil di sana, jangan di sisi laut yang banyak orang,” tuturnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, sesuai aturan bahwa jarak KJA tidak boleh dekat dengan pesisir pantai, apalagi mengganggu kegiatan sektor ekonomi lainnya seperti pariwisata atau masyarakat nelayan.

Susi menambahkan, sepanjang wisata pantai di Pangandaran, Pantai Timur merupakan salah satu destinasi wisata yang aman bagi wisatawan untuk berenang maupun kegiatan wahana air lainnya. Akan tetapi, keberadaan KJA akan mengganggu kegiatan tersebut.

“Kalau di Pangandaran banyak kegiatan wisata, kita harus jaga keindahan, kita harus jaga kebersihan,” imbuhnya.

Dia membeberkan bahwa Kabupaten Pangandaran adalah daerah yang paling banyak kunjungan wisata baharinya ketimbang daerah lain di Pulau Jawa. Dia mencatat berdasarkan data bahwa ada 4-6 juta kunjungan wisatawan ke Pangandaran setiap tahunnya.

Hal tersebut telah memberikan penghidupan bagi masyarakat setempat. Susi menjelaskan, aksi penolakannya itu tidak ada kaitan maupun kepentingan dalam politik, alias murni untuk kepentingan masyarakat mempertahankan pariwisata dan kelestarian laut. "Masyarakat Pangandaran yang paling terbuka, Pangandaran adalah daerah wisata," jelasnya.

Dia mengungkapkan, masyarakat Pangandaran bukan berarti menolak proyek nasional, melainkan aksi itu merupakan bentuk kepedulian terhadap ekosistem laut, dan menjaga sektor pariwisata. Dikatakannya, pemerintah yang sudah terlanjur menerbitkan izin KJA itu, kata dia, masih bisa dicabut berdasarkan adanya keberatan dari masyarakat Pangandaran.

"Karena ada izinnya, maka kita harus izinnya ini tidak boleh dilanjutkan, tetapi dicabut. Nanti akan ada nota keberatan, ke bupati nanti ke Bandung (Kantor Gubernur)," tuturnya.

Diketahui, berbagai kelompok masyarakat Kabupaten Pangandaran deklarasi menolak adanya kegiatan KJA di kawasan Pantai Timur Pangandaran. Mereka menganggap keberadaan KJA bakal mengganggu kegiatan ekonomi masyarakat terutama sektor pariwisata.

Mereka yang protes keberadaan KJA itu antara lain dari komunitas pelaku usaha wisata dan sektor usaha lainnya. Mereka berkumpul bersama dengan dihadiri Bupati Pangandaran Citra Pitriyami, mantan Bupati Pangandaran Jeje Wiriadinata, dan tokoh masyarakat Pangandaran lainnya.

Secara kompak masyarakat membacakan deklarasi penolakan adanya KJA tersebut dan menuntut pemerintah untuk segera mencabut izinnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
LAZ Abulyatama Indonesia...
LAZ Abulyatama Indonesia Resmikan Cabang LPP Jawa Barat
Situ Rompong Tangsel...
Situ Rompong Tangsel Menyusut Tinggal 1,7 Hektare, Warga Duga Ada Maladminsitrasi
Rifqi Ali Mubarok, Sosok...
Rifqi Ali Mubarok, Sosok di Balik Misi Besar Partai Perindo di Jawa Barat
Jawa Barat Diprediksi...
Jawa Barat Diprediksi Hujan Sangat Lebat hingga 4 Mei 2026, Rawan Banjir
Anggota DPRD Jabar Soroti...
Anggota DPRD Jabar Soroti Dugaan Praktik Tak Wajar di Perguruan Tinggi
Golkar Beri Warning...
Golkar Beri Warning ke Gubernur Kaltim usai Didemo Warganya
PCMB SPMB Jabar 2026...
PCMB SPMB Jabar 2026 Diperpanjang, Berikut Jadwal Terbarunya
UM-PTKIN 2026 Digelar...
UM-PTKIN 2026 Digelar Hari Ini, Jabar Jadi Provinsi dengan Pendaftar Terbanyak
Kisah Karin Manuela...
Kisah Karin Manuela di Audisi Miss Indonesia 2026, Bangkit Setelah Gagal Tahun Lalu
Rekomendasi
Ziarah ke Makam Soekarno...
Ziarah ke Makam Soekarno di Blitar, Kapolri: Menyerap Nilai Pemimpin Bangsa
Momen Tahun Baru Islam...
Momen Tahun Baru Islam 1448 H, Dompet Dhuafa Perkuat Program Anak Yatim melalui BesTeam
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Berita Terkini
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Pramono Bakal Resmikan Ruang Publik di Rasuna Said dan Stasiun KRL JIS
Ombudsman Mengaku Dihalang-halangi...
Ombudsman Mengaku Dihalang-halangi saat Sidak Lapas Kelas IIA Cibinong
Pesan AHY ke Praja IPDN:...
Pesan AHY ke Praja IPDN: Kesetiaan ASN Adalah kepada Bangsa dan Konstitusi
Bidik Penguatan Basis...
Bidik Penguatan Basis Distrik, Wakil Bupati Yan Kiraklak Resmi Pimpin DPD Partai Perindo Yalimo
3 Kendaraan Kecelakaan...
3 Kendaraan Kecelakaan di Tol Becakayu, 8 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit
Tahfidz 11 Juz, Alhazen...
Tahfidz 11 Juz, Alhazen Nufail Dapat Beasiswa Yayasan Al-Azhar Kelapa Gading
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved