200 Sumur Minyak Tua Wonocolo Bojonegoro Bakal Dioptimalkan
Rabu, 13 Agustus 2025 - 16:57 WIB
loading...
Koperasi Gerakan Relawan Nasional (Co-op GERNAS) Gema Sasmita bertemu dengan Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah dan Asisten Daerah II, Kushandoko. Foto/Ist
A
A
A
BOJONEGORO - Koperasi Gerakan Relawan Nasional (Co-op GERNAS) siap mengoptimalkan sejumlah sumur minyak tua di Wonocolo, Bojonegoro, Jawa Timur. Di Bojonegoro, diketahui ada lebih dari 200 sumur tua aktif di Wonocolo memiliki peran strategis dalam mendukung produksi energi rakyat Jawa Timur.
Langkah ini dilakukan Co-op GERNAS sebagai respons terhadap regulasi Kementerian ESDM yang menerbitkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2025 tentang Kerja Sama Pengelolaan Bagian Wilayah Kerja untuk Peningkatan Produksi Migas.
Baca juga: Pemerintah Legalkan Sumur Minyak Warga, Targetkan Tambahan Lifting 15.000 Barel per Hari
“Permen 14/2025 adalah kans besar. Negara membuka pintu, dan kami adalah tangan rakyat yang siap menggenggamnya,” ujar Ketua Co-op GERNAS, Gema Sasmita, Rabu (13/8/2025).
Regulasi ini memberi landasan hukum bagi UMKM, koperasi, dan BUMD untuk ikut mengelola sumur minyak tua, memberi peluang nyata optimalisasi aset energi lokal untuk kesejahteraan masyarakat.
Secara nasional, tercatat 13.824 sumur tua yang memiliki potensi produksi hingga ribuan barel per hari bila dikelola baik.
Baca juga: Detik-detik Bupati Pati Sudewo Dilempari Botol saat Muncul di Hadapan Pengunjuk Rasa
“Setiap sumur tua yang kembali hidup bukan hanya menambah barel, tapi juga menyalakan harapan masyarakat Bojonegoro,” lanjut Gema Sasmita.
Co-op GERNAS yang memiliki anggota lebih dari 40 organ Relawan Prabowo-Gibran sudah bertemu dengan Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah. Hadir dalam pertemuan itu Asisten Daerah II, Kushandoko, BUMD PT BSS, dan Kepala Dinas Koperasi Bojonegoro.
Pertemuan itu membahas kesiapan merespons peluang dari regulasi baru ini. Kushandoko menyampaikan bahwa meski arahan teknis dari pusat masih dalam proses, pihaknya siap mendukung langkah koperasi yang sah dan bermanfaat.
Sebagai simbol kolaborasi, Gema menyerahkan Gunungan Tembaga kepada Wakil Bupati, sebagai lambang titik awal sinergi antara rakyat dan pemerintah dalam energi kerakyatan.
“Menindaklanjuti inisiatif ini dengan koordinasi teknis bersama BUMD dan instansi terkait, agar sumur tua di Bojonegoro benar-benar bisa diperdayakan untuk kesejahteraan rakyat,” kata Wakil Bupati.
Melalui regulasi terbaru sebagai pijakan, Co-op GERNAS bertekad menghidupkan sumur minyak tua, memperkuat energi rakyat, dan turut meretas jalan menuju target nasional 1 juta barel 2030.
Langkah ini dilakukan Co-op GERNAS sebagai respons terhadap regulasi Kementerian ESDM yang menerbitkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2025 tentang Kerja Sama Pengelolaan Bagian Wilayah Kerja untuk Peningkatan Produksi Migas.
Baca juga: Pemerintah Legalkan Sumur Minyak Warga, Targetkan Tambahan Lifting 15.000 Barel per Hari
“Permen 14/2025 adalah kans besar. Negara membuka pintu, dan kami adalah tangan rakyat yang siap menggenggamnya,” ujar Ketua Co-op GERNAS, Gema Sasmita, Rabu (13/8/2025).
Regulasi ini memberi landasan hukum bagi UMKM, koperasi, dan BUMD untuk ikut mengelola sumur minyak tua, memberi peluang nyata optimalisasi aset energi lokal untuk kesejahteraan masyarakat.
Secara nasional, tercatat 13.824 sumur tua yang memiliki potensi produksi hingga ribuan barel per hari bila dikelola baik.
Baca juga: Detik-detik Bupati Pati Sudewo Dilempari Botol saat Muncul di Hadapan Pengunjuk Rasa
“Setiap sumur tua yang kembali hidup bukan hanya menambah barel, tapi juga menyalakan harapan masyarakat Bojonegoro,” lanjut Gema Sasmita.
Co-op GERNAS yang memiliki anggota lebih dari 40 organ Relawan Prabowo-Gibran sudah bertemu dengan Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah. Hadir dalam pertemuan itu Asisten Daerah II, Kushandoko, BUMD PT BSS, dan Kepala Dinas Koperasi Bojonegoro.
Pertemuan itu membahas kesiapan merespons peluang dari regulasi baru ini. Kushandoko menyampaikan bahwa meski arahan teknis dari pusat masih dalam proses, pihaknya siap mendukung langkah koperasi yang sah dan bermanfaat.
Sebagai simbol kolaborasi, Gema menyerahkan Gunungan Tembaga kepada Wakil Bupati, sebagai lambang titik awal sinergi antara rakyat dan pemerintah dalam energi kerakyatan.
“Menindaklanjuti inisiatif ini dengan koordinasi teknis bersama BUMD dan instansi terkait, agar sumur tua di Bojonegoro benar-benar bisa diperdayakan untuk kesejahteraan rakyat,” kata Wakil Bupati.
Melalui regulasi terbaru sebagai pijakan, Co-op GERNAS bertekad menghidupkan sumur minyak tua, memperkuat energi rakyat, dan turut meretas jalan menuju target nasional 1 juta barel 2030.
(shf)
Lihat Juga :