Fenomena Rojali dan Rohana di Jakarta, BI: Jangan Khawatir, Konsumsi Masih Aman
Sabtu, 09 Agustus 2025 - 10:12 WIB
loading...
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta Iwan Setiawan telah memprediksi fenomena rombongan jarang beli (Rojali) dan rombongan hanya tanya (Rohana) yang terjadi di mal-mal Jakarta. Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Kantor Bank Indonesia (BI) perwakilan Jakarta telah memprediksi fenomena rombongan jarang beli (Rojali) dan rombongan hanya tanya (Rohana) yang terjadi di mal-mal Jakarta. Itu diungkapkan Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta Iwan Setiawan setelah pihaknya melakukan survei konsumen demi mengetahui Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK).
"Dalam pengamatan kami memang banyak masyarakat tetap jalan-jalan ke mal sekalipun pendapatannya tidak baik-baik saja," ujar Iwan, Jumat (8/8/2025).
Baca juga: Airlangga: Fenomena Rohana dan Rojali Bukan Daya Beli Turun, tapi Pilih Belanja Online
Kondisi demikian diperkuat keluhan sejumlah pelaku usaha. Dalam kesempatan Forum Group Discussion (FGD) dengan pihaknya, para pelaku usaha mengakui target penjualannya dikurangi lantaran kondisi ekonomi global yang tak menentu.
"Kalau melihat di BPS, Jakarta itu masih kuat dibandingkan daerah lainnya. Jadi, jangan khawatir sih, sebenarnya konsumsi di kita masih aman," kata Iwan.
Sekalipun terbilang masih aman dibandingkan wilayah lainnya, termasuk konsumsi rumah tangga yang mencapai 5 persen dengan artian kuat. Namun, dia menilai ada beberapa faktor yang menyebabkan munculnya fenomena rojali dan rohana.
Melihat dari data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada awal tahun lalu, Iwan menilai ekonomi membaik di tengah himpitan kondisi global yang tak menentu. Hal itu dibuktikan rendahnya inflasi dan nilai pertumbuhan yang meningkat drastis.
Di sisi lain, investasi di Jakarta justru menunjukkan kenaikan. Pembangunan beragam mendorong adanya belanja barang dan meningkatkan belanja pegawai. Dengan demikian, Iwan optimistis ekonomi Indonesia pun tak bermasalah.
"Dalam pengamatan kami memang banyak masyarakat tetap jalan-jalan ke mal sekalipun pendapatannya tidak baik-baik saja," ujar Iwan, Jumat (8/8/2025).
Baca juga: Airlangga: Fenomena Rohana dan Rojali Bukan Daya Beli Turun, tapi Pilih Belanja Online
Kondisi demikian diperkuat keluhan sejumlah pelaku usaha. Dalam kesempatan Forum Group Discussion (FGD) dengan pihaknya, para pelaku usaha mengakui target penjualannya dikurangi lantaran kondisi ekonomi global yang tak menentu.
"Kalau melihat di BPS, Jakarta itu masih kuat dibandingkan daerah lainnya. Jadi, jangan khawatir sih, sebenarnya konsumsi di kita masih aman," kata Iwan.
Sekalipun terbilang masih aman dibandingkan wilayah lainnya, termasuk konsumsi rumah tangga yang mencapai 5 persen dengan artian kuat. Namun, dia menilai ada beberapa faktor yang menyebabkan munculnya fenomena rojali dan rohana.
Melihat dari data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada awal tahun lalu, Iwan menilai ekonomi membaik di tengah himpitan kondisi global yang tak menentu. Hal itu dibuktikan rendahnya inflasi dan nilai pertumbuhan yang meningkat drastis.
Di sisi lain, investasi di Jakarta justru menunjukkan kenaikan. Pembangunan beragam mendorong adanya belanja barang dan meningkatkan belanja pegawai. Dengan demikian, Iwan optimistis ekonomi Indonesia pun tak bermasalah.
(jon)
Lihat Juga :