Bareng Warga Gotong Royong Perbaiki Irigasi di Batu Bara Sumut, Legislator Perindo: Ini Wujud Solidaritas dan Kepedulian
Sabtu, 02 Agustus 2025 - 12:10 WIB
loading...
A
A
A
Dia mengungkapkan, fokus utama kegiatan ini adalah menghidupkan kembali dua daerah irigasi utama yang selama ini terdampak. Daerah Irigasi (D.I) Pruwodadi Kiri yang mengairi sekitar 1.650 hektare lahan pertanian di Kecamatan Lima Puluh Pesisir dan Daerah Irigasi (D.I) Pruwodadi Kanan yang melayani sekitar 800 hektare lahan di Kecamatan Air Putih.
Adapun desa-desa yang terdampak akibat aliran sungai yang tersumbat oleh endapan pasir, antara lain Desa Pematang Panjang, Sukarame dan Limau Sundai di Kecamatan Air Putih, serta Desa Gambus Laut, Perupuk, Pematang Tengah, Titi Merah, Lubuk Cuik, Tanah Hitam Ilir dan Titi Putih yang berada di Kecamatan Lima Puluh Pesisir.
"Kami melakukan pengerukan Sungai Gambus sepanjang 200 meter menggunakan ekskavator untuk mengangkat endapan pasir yang menghambat aliran air," tutur Alpon yang selama ini dikenal aktif mengadvokasi isu-isu pertanian dan pemberdayaan masyarakat desa.
Tingkat partisipasi warga sangat tinggi, terlebih karena saat ini memasuki musim tanam dimana ketersediaan air menjadi krusial. Selain ekskavator milik Dinas PUPR Kabupaten Batu Bara, proses pengerukan sungai menggunakan tiga unit ekskavator yang dipinjamkan pengusaha. Dukungan operasional juga datang dari dana pribadi Alpon dan swadaya masyarakat.
Politisi kelahiran 14 September 1980 menambahkan, langkah strategis lainnya yang dilakukan bersama warga meliputi penanaman 150 batang pohon kelapa di sepanjang bantaran sungai, penyusunan karung pasir (volume 0,5 m³) di Sungai Sidaludalu sebagai bendung sementara untuk menaikkan muka air dan mengalirkannya ke Sungai Gambus.
Kegiatan gotong royong ini merupakan inisiatif sambil menunggu realisasi pembangunan irigasi dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, yang kini masih dalam proses penganggaran. "Pembangunan rencananya tahun 2026," ucap Alpon.
Adapun desa-desa yang terdampak akibat aliran sungai yang tersumbat oleh endapan pasir, antara lain Desa Pematang Panjang, Sukarame dan Limau Sundai di Kecamatan Air Putih, serta Desa Gambus Laut, Perupuk, Pematang Tengah, Titi Merah, Lubuk Cuik, Tanah Hitam Ilir dan Titi Putih yang berada di Kecamatan Lima Puluh Pesisir.
"Kami melakukan pengerukan Sungai Gambus sepanjang 200 meter menggunakan ekskavator untuk mengangkat endapan pasir yang menghambat aliran air," tutur Alpon yang selama ini dikenal aktif mengadvokasi isu-isu pertanian dan pemberdayaan masyarakat desa.
Tingkat partisipasi warga sangat tinggi, terlebih karena saat ini memasuki musim tanam dimana ketersediaan air menjadi krusial. Selain ekskavator milik Dinas PUPR Kabupaten Batu Bara, proses pengerukan sungai menggunakan tiga unit ekskavator yang dipinjamkan pengusaha. Dukungan operasional juga datang dari dana pribadi Alpon dan swadaya masyarakat.
Politisi kelahiran 14 September 1980 menambahkan, langkah strategis lainnya yang dilakukan bersama warga meliputi penanaman 150 batang pohon kelapa di sepanjang bantaran sungai, penyusunan karung pasir (volume 0,5 m³) di Sungai Sidaludalu sebagai bendung sementara untuk menaikkan muka air dan mengalirkannya ke Sungai Gambus.
Kegiatan gotong royong ini merupakan inisiatif sambil menunggu realisasi pembangunan irigasi dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, yang kini masih dalam proses penganggaran. "Pembangunan rencananya tahun 2026," ucap Alpon.
Lihat Juga :