Modal Rp10 Juta-Panen Rp50 Juta, Bisnis Bebek Saat Pandemi
Kamis, 10 September 2020 - 13:53 WIB
loading...
Dua pemuda di Pidie Jaya memanfaatkan masa pandemi COVID-19 dengan berbisnis bebek yang ternyata menghasilkan keuntungan yang berlipat. Foto/iNewsTV/Jamal Pangwa
A
A
A
PIDIE JAYA - Dua pemuda di Kawasan Teupin Peuraho, Desa Kuta Geulumpang, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya , Aceh, lebih memilih memanfaatkan waktunya pada masa pandemi COVID-19 saat ini menggeluti usaha peternakan bebek pedaging.
Kegiatan ini mereka lakukan sekitar 2 tahun lebih maka bisa dikatakan kondisinya mujur dengan modal kecil tapi bisa meraut keuntungan yang sangat besar. (Baca juga: Ribuan Sapi dan Kerbau di Pidie Jaya Aceh Divaksin Septicemia Efizootica )
Dua pemuda asal di wilayah Teupi Peuraho, Desa Kuta Geulumpang, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, pada masa pandemi COVID-19 saat ini mereka lebih memilih menggeluti usaha peternak bebek pedaging yang dimulai sejak tahun 2019 di desa mereka. (Baca juga: Cerita WNI di Australia: Masker Mulai Tak Wajib dan Bisa Main Ski )
Dengan memanfaatkan lahan sawah milik warga yang masih kosong, usaha mereka mujur. Bahkan dengan modal hanya Rp10 juta, dua peternak itik ini bisa dapat meraup keuntungan mencapai Rp50 juta rupiah per 3 bulan sekali panen.
Bibit bebek yang mereka beli dari Sumatera Utara, mereka budidayakan dengan cara sekitar 30 hari dikurung di dalam kandang dengan diberikan pakan. Sedangkan dengan tempo 2 bulan lagi, mereka melepaskan bebek ke lahan sawah kosong maka bebek bebek ini akan mencari makan sendiri nanti.
Kegiatan ini mereka lakukan sekitar 2 tahun lebih maka bisa dikatakan kondisinya mujur dengan modal kecil tapi bisa meraut keuntungan yang sangat besar. (Baca juga: Ribuan Sapi dan Kerbau di Pidie Jaya Aceh Divaksin Septicemia Efizootica )
Dua pemuda asal di wilayah Teupi Peuraho, Desa Kuta Geulumpang, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, pada masa pandemi COVID-19 saat ini mereka lebih memilih menggeluti usaha peternak bebek pedaging yang dimulai sejak tahun 2019 di desa mereka. (Baca juga: Cerita WNI di Australia: Masker Mulai Tak Wajib dan Bisa Main Ski )
Dengan memanfaatkan lahan sawah milik warga yang masih kosong, usaha mereka mujur. Bahkan dengan modal hanya Rp10 juta, dua peternak itik ini bisa dapat meraup keuntungan mencapai Rp50 juta rupiah per 3 bulan sekali panen.
Bibit bebek yang mereka beli dari Sumatera Utara, mereka budidayakan dengan cara sekitar 30 hari dikurung di dalam kandang dengan diberikan pakan. Sedangkan dengan tempo 2 bulan lagi, mereka melepaskan bebek ke lahan sawah kosong maka bebek bebek ini akan mencari makan sendiri nanti.
Lihat Juga :